Bukan Medali, Ini Target Duo Rowing Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

23 Juli 2021, 17:30 WIB

Editor: Aditya Fahmi Nurwahid   
 
            
  • Duo dayung Indonesia, Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri bertekad menjadikan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai ajang mengukur kemampuan mereka.
  • Dengan usia yang masih muda, Tim Dayung Indonesia tidak memberi target khusus untuk kedua atlet debutan olimpiade tersebut.
  • Mutiara dan Melani juga memanfaatkan olimpiade sebagai ajang persiapan SEA Games Hanoi 2021.

SKOR.id - Duo pedayung Indonesia, Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri, tidak ingin membebani diri dengan target tinggi di Olimpiade Tokyo 2020.

 

Pesta olehraga terakbar di dunia, Olimpiade Tokyo 2020, telah mulai bergulir. Sore ini, Jumat (23/7/2021)

disi ke-32 ajang multievent empat tahunan ini bakal menggelar upacara pembukaan.

Dalam olimpiade kali ini, Indonesia akan diwakili oleh dua pedayung belia, Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri.

 

Keduanya akan menjadi andalan Indonesia dalam nomor scull ganda kelas ringan putri yang akan mulai melangsungkan pertandingan di Sea Forest Waterway pada Sabtu (24/7/2021) mendatang.

Dilansir dari Antara, Mutiara dan Melani mengungkapkan target mereka dalam Olimpiade Tokyo 2020.

"Olimpiade Tokyo adalah ajang level dunia pertama kami. Jadi, kami akan memanfaatkan sebaik mungkin untuk melihat persaingan di level dunia seperti apa," ujar Mutiara.

 

Mutiara sendiri adalah peraih medali perunggu cabang olahraga dayung kelas ringan satu pada SEA Games Filipina 2019.

Sedangkan rekannya, Melani, merupakan peraih medali perak kelas quadruple pada ajang Asian Rowing Cup II di Korea Selatan pada 2018.

"Buat kami, Olimpiade Tokyo 2020 adalah kesempatan besar untuk mengukur kemampuan. Kami akan berusaha tampil maksimal," Mutiara menambahkan.

Lebih lanjut, baik Mutiara dan Melani juga memanfaatkan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai ajang persiapan menuju SEA Games Hanoi yang dipastikan ditunda hingga tahun depan.

"Fokus saya tetap SEA Games," ujar Mutiara. "Jadi, saya juga akan melihat bagaimana atlet dari Asia Tenggara bersaing di Olimpiade Tokyo."

Merujuk pada daftar peserta Olimpiade Tokyo 2020 nomor scull ganda kelas ringan putri, hanya dua negara Asia Tenggara yang berpartisipasi, yakni Indonesia dan Vietnam.

 

Senada dengan Mutiara dan Melani, tim dayung Indonesia juga tidak memberikan target khusus untuk mereka berdua diPengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) berharap keduanya dapat memaksimalkan kesempatan yang ada agar pencapaian mereka ke depan dapat meningkat.

Seperti diketahui, usia Mutiara dan Melani masih relatif muda. Mutiara baru berusia 17 tahun, sedangkan Melani 22 tahun.

Kedua pedayung belia tersebut mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2002 setelah mengikuti kualifikasi zona Asia, Asian & Oceania Contonental Qualification Regatta, di Sea Forest Waterway awal Mei lalu.

Kala itu, Mutiara dan Melia mampu finis di posisi keempat dengan membukukan catatan waktu 7 menit 35,71 detik.

 

 

 

Kunjungi Atlet Dayung, Menteri Basuki: Harumkan Nama Indonesia dan Raih Prestasi

Oleh : Hariyanto | Minggu, 20 Juni 2021 - 11:34 WIB

INDUSTRY.co.id - Pangalengan - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) meninjau atlet Dayung yang sedang berlatih di Pemusatan Latihan Nasional Dayung di Situ Cileunca dan Cipanunjang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021).

Menteri Basuki menyambut baik lolosnya duet dua pedayung putri Indonesia Mutiara Rahma Putri/Melani Putri yang lolos pada Kualifikasi Olimpiade Rowing Zona Asia/Oceania di Jepang pada awal Bulan Mei 2021 lalu untuk bertanding pada Olimpiade Tokyo Juli 2021 mendatang pada nomor Rowing Lightweight Women Doble Sculls.

"Ini menjadi semangat buat yang lainnya untuk terus berprestasi agar membawa harum bangsa, khususnya   PODSI di dunia Internasional," kata Menteri Basuki dihadapan para atlet dayung.

"Lolosnya dua putri di Olimpiade Tokyo 2021 saya berharap mendapatkan prestasi yang baik. Tidak ada target, tapi kita ingin berusaha lebih baik, karena meloloskan atlet diajang Olimpiade tidaklah mudah," tambahnya.

Menteri Basuki menambahkan, para atlet PODSI menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika yang mana berasal dari berbagai provinsi di Indonesia seperti Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, Kalimantan,  bahkan pelatihnya juga berasal dari unsur TNI.

 

Wakil Ketua Umum PODSI Budiman Setiawan mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala dalam persiapan Mutiara dan Melani menuju Olimpiade Tokyo. Latihan rutin tetap dilaksanakan di Situ Cileunca, Pengalengan, Jawa Barat dengan penekanan pada peningkatan daya tahan tubuh,

"Latihan daya tahan tubuh menjadi prioritas utama karena rowing merupakan olahraga dengan unsur aerobik yang tinggi,” ujarnya.

Situ Cileunca berada di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1924. Sedangkan Situ Cipanunjang pada tahun 1930. Pengelolaan kedua situ tersebut dilakukan oleh PT Indonesia Power - PT PLN Sektor Saguling. Daerah manfaat dari situ ini adalah untuk PLTA di daerh Plengan, Lamajang, dan Cikalong dengan kapsitas tenaga listrik sebesar 5,50 MW.

Sementara itu, Atlet Dayung Melani mengaku bangga dan tidak menyangka bisa lolos ke Olimpiade. Karena Melani mengakui lawan-lawan yang dihadapinya saat kualifikasi cukup berat,  meskipun tekad untuk bisa lolos juga membara dalam dirinya.

Hal senada disampaikan Mutiara Rahma Putri, kejuaraan Olimpiade merupakan terbesar di dunia, jadi saya tidak sangka saja bisa lolos. Ini juga pertama buat saya. Saya lihat persaingan sangat berat terutama dari Eropa. Tapi kita harus kerja keras lagi. Latihannya juga terus kita tekuni biar bisa tampil maksimal," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut Menteri Basuki berkesempatan untuk meninjau pembangunan Rusun PODSI  yang berlokasi di Kawsan Situ Cipanunjang, Desa Margaluyu Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung Barat.

Progresnya telah mencapai 98,5 % dengan menyisakan pekerjaan berupa finishing cat dalam dan luar tembok, pasang keramik lantai luar bangunan, serta perapian dan pembersihan di area yang telah selesai.

 

Pekerjaannya dimulai sesuai tanggal kontrak sejak 13 Maret 2020-17 Juli 2021. Rusun yang dibangun oleh kontraktor  PT Insan Pesona itu terdiri dari 1 tower 3 lantai dengan tipe 34 sebanyak 30 unit dengan anggaran sebesar Rp. 12,5 miliar.

 

 

Dua Atlet Dayung RI Lolos Olimpiade, WRF Tunggu Konfirmasi KOI

 

Arief Apriadi
Selasa, 11 Mei 2021 | 13:20 WIB
 

Suara.com - Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) untuk sementara sukses meloloskan dua atletnya ke ajang Olimpiade Tokyo. Meski begitu, wakil mereka tak bisa begitu saja ikut serta ke multievent empat tahunan tersebut.

Organisasi dayung rowing dunia (World Rowing Federation/WRF) tengah menunggu konfirmasi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) perihal kepastian keikutsertaan dua atlet dayung RI yakni Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri.

 

Dalam surat kepada PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) yang ditandatangani Direktur Eksekutif WRF, Matt Smith, Minggu, WRF mengatakan mereka menunggu konfirmasi tersebut selambat-lambatnya hingga 28 Mei 2021.

Menurut siaran pers dari PB PODSI sebagaimana dilansir dari Antara, Selasa (11/5/2021), WRF dalam suratnya menguucapan selamat kepada PB PODSI karena dua pedayung rowing-nya lolos ke Tokyo 2020.

 

Rowing Siapkan 46 Atlet untuk SEA Games 2021

Senin, 28 Des 2020 18:20 WIB

Timnas dayung sudah menjaring 46 atlet untuk SEA Games 2021.

Jakarta - Pelatih Timnas dayung, Muhammad Hadris, mengungkap sudah menjaring 46 atlet untuk SEA Games 2021. Pelatnas rencana dimulai awal Februari.

Jumlah itu ia peroleh setelah melakukan seleksi nasional yang berlangsung 1 hingga 14 Desember lalu. Hasilnya, ada 22 atlet putri dan 24 atlet putra cabang disiplin rowing yang lolos.

"Setelah kami gelar Seleknas mereka kami pulangkan dulu ke daerahnya masing-masing. Setelah itu, kami akan panggil kembali dengan surat pemanggilan dari Pengurus Besar Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) tahun depan," kata Hadris kepada detikSport, Senin (28/12/2020).

 
 
 

Menurut Hadris, PODSI rencananya akan menggelar Pelatnas untuk SEA Games 2021 Hanoi pada awal Februari mendatang. "Sebenarnya kami inginnya pertengahan Januari tapi sepertinya agak sulit jadi kemungkinan awal Februari," ujarnya.

Ia mengatakan tak ingin kejadian waktu Pelatnas SEA Games 2019 Manila terulang. Saat itu, uang saku atlet pelatnas Timnas dayung hanya terbayar tujuh bulan. Sementara 5 bulan sisanya tidak terakomodasi sama sekali.

"Jadi kami pastikan dulu penganggarannya dari Kemenpora, apakah bisa Februari sampai Desember atau bagaimana," dia menjelaskan.

Di sisi lain, pengurangan atlet dari jumlah yang diajukan pada proposal awal juga bisa terjadi. "Yang jelas pada proposal timnas SEA Games nanti jumlah atletnya ada 46. Mudah-mudahan penganggaran tahun depan disetujui Kemenpora," Hadris menambahkan.

"Kami minta jumlah itu juga karena melihat SEA Games Vietnam akan mempertandingkan 16 nomor event khusus cabang rowing. Dengan komposisi itu setiap atlet setiap nomor."

Sebagai gambaran, SEA Games 2019, timnas dayung Indonesia menyumbang tiga medali emas dan dua medali perak. Pundi-pundi emas itu dipersembahkan Mahendra Yanto dan Ihram dari nomor lightweiught double sculls men, Denri Maulidzar al Ghiffari dan Ferdiansyah di nomor pairs men, serta pairs women atas nama Julianti dan Yayah Rokayah.

 
 

 

Buka Munas PB PODSI, Menpora Amali Harap Dayung Terus Berprestasi untuk Harumkan Nama Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap cabang olahraga (cabor) dayung yang disiapkan menjadi salah satu cabor unggulan menuju Olimpiade 2032 dapat berkontribusi memberikan medali untuk Indonesia. Hal itu Menpora Amali sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Ke-10 tahun 2021 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Sabtu (27/2).(foto:putra/kemenpora.go.id)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap cabang olahraga (cabor) dayung yang disiapkan menjadi salah satu cabor unggulan menuju Olimpiade 2032 dapat berkontribusi memberikan medali untuk Indonesia. Hal itu Menpora Amali sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Ke-10 tahun 2021 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Sabtu (27/2)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap cabang olahraga (cabor) dayung yang disiapkan menjadi salah satu cabor unggulan menuju Olimpiade 2032 dapat berkontribusi memberikan medali untuk Indonesia. Hal itu Menpora Amali sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Ke-10 tahun 2021 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Sabtu (27/2). 

Menurut Menpora Amali, harapan besar Indonesia untuk bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 dapat terwujud. Sukses penyelenggaraan serta sukses prestasi. "Harapan kita tidak hanya sukses sebagai penyelenggaran tapi juga sukses prestasi. PODSI ini telah masuk dalam pemetaan kami. Dalam cabor unggulan di Olimpiade 2032 nanti memberikan medali untuk Indonesia," kata Menpora Amali.

"Target sementara kita karena masih sangat dinamis, kita harus bisa menjadi 10 besar pada Olimpiade 2032. Kita bisa lebih dari itu, saya berharap PODSI yang menjadi salah satu cabor yang diunggulkan dari 14 cabor yang disiapkan untuk Olimpiade 2032 memberikan kontribusi atas harapan besar pemerintah," tutur Menpora Amali melanjutkan. 

Menurutnya, cabang olahraga-olahraga yang dimasukkan dalam cabor unggulan akan segera dilaporkan kepada Presiden. Juga terkait Grand Design Olahraga Nasional dan Masterplan Olimpiade 2032. "Akan segera dilaporkan kepada Bapak Presiden, sehingga mendapat payung hukum untuk rencana besar itu. Yang membanggakan adalah komitmen dan semangat Bapak Presiden terhadap olahraga sangat luar biasa," tambahnya.

Terkait infrastruktur olahraga, Menpora Amali juga sampaikan sangat membutuhkan. Kemenpora bukan ahli dibidang pembangunan infrastruktur olahraga dan pihaknya tidak ingin memaksakan hal itu. "Saya mohon keikhlasan Menteri PUPR untuk membantu dan mewujudkan permohonan pembangunan fasilitas olahraga baik dari daerah atau dari cabor. Saya hanya merekomendasi tetapi tetap harus ada payung hukumnya," katanya.

"Apresiasi dan terima kasih kepada kepengurusan PB PODSI periode ini, prestasi luar biasa ditorehkan. Dari tahun ke tahun ada peningkatan. Salah satunya PODSI mempersembahkan prestasi yang melebihi target yang diberikan pemerintah," kenang Menpora Amali. 

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada PODSI yang sudah mengagendakan Munas sebagai kegiatan rutin organisasi sesuai AD/ART PODSI. Tidak banyak organisasi yang bisa melaksanakan pengelolaan organisasi dengan tata kelola yang baik. Dalam catatan di Kemenpora, PODSI adalah cabor yang tata kelolanya baik. 

"PODSI adalah cabor yang tidak merepotkan Kemenpora. Saya berharap perjuangan masih panjang, pekerjaan masih banyak jangan berhenti. Saya harap Ketum PODSI periode ini untuk tetap bersedia meluangkan energi dan kemampuannya meningkatkan prestasi dayung Indonesia, menuju Olimpiade 2032. Jadi harus terus dikawal," ujar Menpora Amali. 

"Saya setuju agenda ini dipersingkat. Dipilih agenda yang sangat penting saja, sebagai partisipasi mendukung perjuangan pemerintah menghentikan pandemi Covid-19. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan ketat," pesan Menpora Amali mengakhiri sambutannya.

Sebelumnya, Ketua Umum PB PODSI Basuki Hadimuljono, menyampaikan Munas ini strategis untuk menentukan pembinaan prestasi olahraga dayung kedepan. "Saya harap peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan serius dan fokus sehingga menghasilkan yang terbaik untuk olahraga dayung mendatang menuju Olimpiade 2032," kata Basuki.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Menpora, Ketum KONI, Ketum NOC Indonesia dan lainnya atas hubungan dan kerjasamanya selama ini dan dayung dapat berprestasi di mata dunia dan di masa yang akan datang. Mohon maaf apabila dalam kepengurusan kami belum maksimal," tambahnya.

"Kami mengapresiasi segala terobosan yang dilakukan sehingga roda PODSI berjalan baik menorehkan prestasi membanggakan untuk Indonesia. Selama kepengurusan ini banyak atlet dayung mengharumkan Indonesia dengan banyak meraih medali," kata Ketua umum KONI Pusat Marciano Norman via daring.

"Saya pribadi dan institusi memberi apresiasi kepada seluruh jajaran PODSI yang luar biasa meningkatkan perjuangan preatasi. Regenerasi atlet berjalan sangat baik sesuai apa yg direncanakan dan dicita-citakan bapak Presiden yaitu Indonesia harus bisa dan sukses menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang," ujar Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.(ben)

 

Dayung Targetkan Empat Nomor di Olimpiade 2020

Selasa, 3 Maret 2020, Penulis Arif M. Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB Podsi) menargetkan Tim Dayung Indonesia tampil di empat nomor pada Olimpiade Tokyo 2020. Kini, sebanyak 22 pedayung terdiri dari  8 putra dan 3 putri di nomor Rowing, 8 putra dan 3 putri nomor Canoeing dan Kayak terus menjalani latihan dalam rangka persiapan menghadapi babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. 

"Kami memang menargetkan Tim Indonesia bisa tampil di empat nomor pada Olimpiade Tokyo 2020. Makanya, kita terus menjalani persiapan dengan maksimal," kata Sekjen PB PODSI, Edy Suyono, Senin (2/3).

Keempat nomor yang menjadi target yakni  dua nomor Rowing dan dua nomor Canoeing dan Kayak. La Memo dari nomor Rowing  M1X dan pasangan Mahendar Yanto/Ardi Isadi (LM2X) sedangkan Riska Andriyan (WC-1 200 M dan WC-2 500 M) dan pasangan Dayumin/Nur Meni dari nomor Canoeing dan Kayak. Mereka punya peluang untuk bisa menembus tiga besar pada babak kualifikasi Olimpiade sebagai sarat untuk bisa tampil di Tokyo.

 

Seperti cabang olahraga lain, kata Edy Suyono, wabah virus corona berdampak juga terhadap penyelenggaraan babak kualifikasi dayung Olimpiade. Khusus nomor Rowing, jelasnya, adanya pembatalan babak kualifikasi Olimpiade yang dijadwalkan di Chung Ju, Korea Selatan, 27-30 April 2020. 

"Babak kualifikasi di Korsel dibatalkan dan digabung pada babak kualifikasi Olimpiade di Luzern, Swiss, 17-19 Mei 2020. Jadi, kita hanya konsentrasi ke Luzern saja untuk mengejar dua target dari nomor Rowing," tegasnya.

 

 

 

Cabor Dayung Lampaui Target Emas SEA Games 2019

Kompas.com - 08/12/2019, 22:21 WIB



Penulis Faishal Raihan | Editor Aloysius Gonsaga AE KOMPAS.com -

Tim dayung Indonesia telah melampaui target medali emas pada SEA Games 2019. Tim dayung Indonesia panen emas pada hari kedelapan penyelenggaraan SEA Games 2019. Para wakil Merah Putih pada cabor tersebut sedikitnya mengantongi lima emas dalam perlombaan yang berlangsung di Subic Bay Arena, Minggu (8/12/2019). Secara keseluruhan, sejak Jumat (6/1/2019) lalu, tim dayung Indonesia yang turun pada nomor Kano, Kayak Rwoing, dan Traditional Boat ( perahu naga), telah mengoleksi 10 emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Perolehan emas itu telah melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Untuk ajang SEA Games 2019, tim dayung Indonesia hanya ditargetkan meraih lima emas. "Ini sangat luar biasa, dari 19 nomor kami merebut 10 emas, padahal target kami tadinya hanya lima emas," kata Ketua Umum PB PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia), Basoeki Hadimoeljono. Target lima medali emas tersebut bukan sikap pesimistis, melainkan sikap realistis mengingat banyak keterbatasan yang dialami tim dayung Indoenesia selama persiapan

"Target hanya lima emas karena kami sadar banyak keterbatasan selama persiapan. Hasil 10 emas ini sangat mengharukan," Basoeki menambahkan. "Ini (medali emas) berkat latihan yang serius dan kerja keras pelatih, atlet, serta pengurus," ujar Basoeki. Lebih lanjut, Basoeki berharap, ke depan ada perhatian yang lebih baik kepada pelatih, atlet, dan jajaran pengusur PODSI agar bisa mengukir prestasi yang lebih tinggi seperti pada Olimpiade Tokyo 2020 dan Asian Games 2022.

"Kami harus memberikan perhatian yang lebih karena saya pun sadar belum memberikan banyak buat PODSI," tutur Basoeki

"Ke depan ada Olimpiade di Tokyo. Mudah-mudahan semangat Merah Putih terus terjaga," ucap Basoeki. Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Indonesia masih kokoh di posisi runner-up klasemen medali SEA Games. Indoenesia telah mengumpulkan total 203 medali, dengan rincian 66 emas, 61 perak, 76 perunggu.

Dayung Putra Papua Tampil di Final POPNAS 2019

Jayapura, Nokenlive.com – Tim Dayung Papua dikelas empat putra (Men’s Quadruple Sculls Repechage/M4XR) jarak 2000m langsung tampil di babak final Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2019 Jakarta.

Jadwal babak final akan digelar pada Selasa, 19 November di Venue Dayung Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat. Nomor kelas empat putra hanya diikuti oleh lima Provinsi, yakni Papua, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara. Dengan demikian mereka akan langsung tampil di babak final.

Pelatih Dayung Papua, Josua Pattirane, Senin (18/11/2019) mengatakan, tim dayung Papua yang turun dikelas empat putra tidak tampil dibabak menyisihan, dikarenakan nomor tersebut hanya diikuti oleh lima Provinsi.

Oleh karena itu, sebelum babak final, nomor Men’s Quadruple Sculls Repechage/M4XR akan dilakukan kualifikasi nomor star. Tim dayung Papua di kelas empat putra terdiri dari Yusak Apaseray, Hardi Wanma, Yuan Andriy Maniagasai dan Erik Doromi.

Sementara di kelas 4 putri (Women Quadruple (W4X)) Srikandi Papua masih harus berjuang keras untuk mencapai babak final. Pada babak menyisihan yang berlangsung Minggu pagi, Alfanita Tokoro, Aldestha Pepuho, Popi Hatu dan Yosina Doromi kalah bersaing dengan atlet dari Jawa Barat, Maluku dan DKI Jakarta.

Di nomor Men Double Scull putra, Papua menurunkan Yusak Apaseray dan Herik Luis Doromi pun gagal bersaing. Namun, mereka masih punya harapan untuk lolos ke babak final jika dalam babak penyisihan kedua Senin (18/11) bisa finish pertama.

“Cabang olahraga dayung yang dipertandingkan selama tiga hari kedepan adalah nomor Rowing, kemudian, Kamis hingga Sabtu nomor canoing. Kami ingin tim pelatih dan atlet tetap ingin meraih hasil yang terbaik, target kita tiga medali emas,” ujarnya.

Josua mengaku, kans Papua meraih medali emas dari kelas Quadruple putra, Canoing dan kelas kayak putri. Menurutnya, atlet pelajar yang tampil di Popnas punya kekuatan merata, tinggal kesiapan dan mental dari masing-masing atlet. “Tim Popnas Papua berjumlah 20 orang, kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Papua,” harapnya.

 

Sementara itu, Manajer tim dayung Papua, Olof Monim meminta atlet dayung Papua untuk fokus dalam perttandingan dan tidak berpikir soal medali. “Popnas ini untuk mengukur hasil pembinaan yang sudah dilakukan selama ini di PPLP, jangan takut gagal, bertanding dulu untuk meningkatkan kemampuan menuju prestasi nasional kedepan,” ujar Olof Maning yang juga selaku Kasi Peningkatan SDM Disorda Papua.

Jabar Juara Umum Kejurnas Dayung 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Tuan rumah Jawa Barat tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Dayung 2019 yang berakhir pada Senin (23/12/2019) di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat.

Menurut siaran pers dari PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) yang diterima Antara di Jakarta pada Selasa (24/12/2019), pada hari terakhir Jabar menambah lagi satu medali emas sehingga total tuan rumah meraup 19 medali emas, 9 perak, dan 5 perunggu.

Posisi kedua ditempati tim Papua dengan lima medali emas, tiga perak, dan lima perunggu, diikuti tim Jambi dengan lima medali emas, dua perak, dan dua perunggu.

Pada hari terakhir kejurnas dayung yang sekaligus babak kualifikasi PON 2020 itu menyelesaikan tiga nomor final lomba dayung perahu tradisional atau TBR (Traditional Boat Races) yaitu 10 pedayung putra, 10 pedayung putri, dan 20 pedayung campuran jarak 200 meter.

Kejurnas Dayung 2019 memperebutkan 40 medali emas dengan perincian 4 dari nomor kano-slalom, 15 nomor dayung rowing, 12 nomor kano dan kayak, dan 9 dari nomor dayung tradisional.

Dari 26 provinsi yang ambil bagian dalam Kejurnas Dayung 2019, minimal 18 provinsi berhak ikut dalam lomba dayung PON ke-20 setelah atlet-atletnya berhasil meraih medali.

Namun, jumlah provinsi tersebut masih akan bertambah berdasarkan perhitungan kuota atlet yang ditetapkan Panitia Besar PON ke-20 yakni 450 hingga 550 orang.

Berikut perolehan medali Kejurnas Dayung 2019 di Situ Cipule, Karawang, Jabar, 14-22 Desember 2019 (Medali emas, perak, dan perunggu):

  1. Jabar 19 – 9 – 5
  2. Papua 5 – 3 – 5
  3. Jambi 5 – 2 – 2
  4. Kalteng 3 – 3 – 0
  5. Riau 2 – 4 – 1
  6. DKI Jakarta 2 – 3 – 5
  7. Sultra 2 – 3 – 4
  8. Maluku 1 – 3 – 1
  9. Banten 1 – 1 – 1
  10. Jatim 0 – 3 – 6
  11. Jateng 0-1-2
  12. Kalsel 0-1-2
  13. Kaltim 0-1-1
  14. Papua Barat 0-1-1
  15. Sulsel 0-1-1
  16. Sulteg 0-1-0
  17. Sumbar 0-0-2
  18. Sumsel 0-0-1

Tim Dayung Indonesia Membawa Pulang 1 Emas dan 1 Perunggu di Arena Kejuaraan Asia Rowing 2019

KBRN, Jakarta :  Tim Pelatnas Dayung Rowing Indonesia berhasil meraih medali emas di nomor ganda putera tanpa kemudi (M2- / coxless pairs) dan medali perunggu di nomor ganda putera kelas ringan (LM2X / Lightweight Men’s Double Sculls) pada hari terakhir Kejuaraan Asia ke-19 Dayung Rowing, di International Rowing Regatta, Danau Tengeum, Chungju, Korea Selatan, Minggu (27/10/2019).
Pasangan dayung rowing Indonesia, Ferdy dan Dendry, berhasil mengumandangkan lagu “Indonesia Raya” setelah dalam final nomor M2- mencatat waktu 6 menit 48.17 detik dan keluar sebagai peraih medali emas, diikuti tim Uzbekistan medali perak dengan waktu 6:48,45, dan tim Hong Kong medali perunggu 6:49,84. Menyusul kemudian tim India, Jepang dan tuan rumah Korsel.
Sementara medali perunggu dalam final nomor LM2X diraih pasangan Mahendrayanto dan Ihram dengan catatan waktu 6 menit 47,32 detik. Medali emas diraih tim Hong Kong dengan waktu 6:39,76 dan medali perak tim India 6:42,39. Urutan 4 hingga 6 ditempati tim Korsel, Uzbekistan, dan Vietnam.
Kurang Dana
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar  Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB. PODSI) Budiman Setiawan mengatakan, melihat kondisi Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) PODSI saat ini, sebenarnya PODSI tidak membebani para atlet dengan target tertentu. “Dalam Kejuaraan Asia 2019 ini, tim Pelatnas PODSI hanya mengikuti 6 nomor yang dilombakan dalam SEA Games Filipina, November 2019, karena tidak punya cukup dana, dan tujuannya hanya untuk melihat peta kekuatan dayung rowing di Asia Tenggara saja, ” katanya.
Ke-6 nomor yang diikuti yaitu, kelas ringan tunggal putera (LM1X), kelas ringan ganda putera (LM2X), ganda putera tanpa kemudi (M2-), kelas ringan tunggal puteri (LW1X), kelas ringan ganda puteri (LW2X), dan ganda puteri tanpa kemudi (W2-).  
“Dalam lomba dayung rowing Asian Games 2018 di Palembang, tim Indonesia meraih medali emas kelas ringan 8 pedayung putera dengan pengemudi (LM8+), medali perak kelas ringan 4 pedayung putera tanpa kemudi (LM4-) dan nomor 4 pedayung putera dengan kemudi (M4X), serta medali perunggu nomor ganda puteri tanpa kemudi (W2-) dan 4 pedayung puteri tanpa kemudi (W4-),” tambah Budiman.

Sabet Juara Dunia, Kemenpora Beri Bonus Rp 3,7 Miliar

Untuk Tim Dayung Indonesia

Jumat, 30 Agustus 2019 22:32 WIB
LaLaporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan bonus kepada atlet perahu naga Indonesia yang mengikuti kejuaraan 14th IDB World Dragon Boat Racing Championsip 2019 di Pattaya, Thailand pada 21-25 Agustus 2019.

Pada kejuaraan dunia dayung perahu naga itu tim Indonesia sukses meraih dua medali emas, tiga medali perak dan dua perunggu dari tujuh nomor yang diperlombakan.

Atas kesuksesan tim dayung perahu naga yang telah mengharumkan Indonesia, pemerintah melalui Kemenpora pun memberikan bonus sebesar Rp 3,7 miliar yang rinciannya yakni bonus atlet beregu putra, bonus atlet beregu putri, dan bonus pelatih.

“Saya ingin ketika pahlawan olahraga pulang ke tanah air dalam keadaan menang atau kalah maka harus kita sambut, lebih-lebih ketika menang karena apa? Pertaruhan harga diri sudah mereka buktikan dengan kemenangan,” kata Menpora Imam Nahrawi dalam kata sambutannya di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jumat (30/8/2019).

“Perjuangan sudah mereka buktikan, pengorbanan sudah mereka berikan dan saatnya kita semua memberikan penghargaan dan penghormatan. Total bonusnya untuk 2 mendali emas 3 perak dan 2 perunggu sebesar Rp 3,7 miliar. Saya kira ini angka kecil bila dibanding dengan pengorbanan perjuangan dan tekad para atlet pelatih manager dan pengurus cabang olah raga,” jelas Menpora.

Pemerintah melalui Kemenpora memang kerap memberikan apresiasi dalam bentuk bonus kepada para altet yang sukses mengharumkan Indonesia di kancah dunia.

Menpora pun berharap bonus-bonus yang digelontorkan kedepan dapat memicu atelt-atlet lainnya lebih kerja keras sehingga nantinya sering mengibarkan bendera merah putih di setiap event-event internasional.

“Semoga bonus yang diberikan pemerintah ini memicu dan memacu semangat baru para atlet indonesia untuk berjuang dan menjadi yang terbaik tidak hanya di level Asia Tenggara tapi terbaik di dunia,”

“Karenanya kami akan terus mendorong mensuport dan bahkan kami akan menyambut dengan baik nanti para juara-juara dunia dari cabang olah raga, disemua kelompok tidak hanya senior tapi di kelompok pemula pun pasti akan kami support akan kami sambut nanti,’ pungkasnya.



  

 

 

 

 

 

 

 

 



  

 

 



  

Subcategories

Gallery Video