Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

Sabet Juara Dunia, Kemenpora Beri Bonus Rp 3,7 Miliar

Untuk Tim Dayung Indonesia

Jumat, 30 Agustus 2019 22:32 WIB
LaLaporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan bonus kepada atlet perahu naga Indonesia yang mengikuti kejuaraan 14th IDB World Dragon Boat Racing Championsip 2019 di Pattaya, Thailand pada 21-25 Agustus 2019.

Pada kejuaraan dunia dayung perahu naga itu tim Indonesia sukses meraih dua medali emas, tiga medali perak dan dua perunggu dari tujuh nomor yang diperlombakan.

Atas kesuksesan tim dayung perahu naga yang telah mengharumkan Indonesia, pemerintah melalui Kemenpora pun memberikan bonus sebesar Rp 3,7 miliar yang rinciannya yakni bonus atlet beregu putra, bonus atlet beregu putri, dan bonus pelatih.

“Saya ingin ketika pahlawan olahraga pulang ke tanah air dalam keadaan menang atau kalah maka harus kita sambut, lebih-lebih ketika menang karena apa? Pertaruhan harga diri sudah mereka buktikan dengan kemenangan,” kata Menpora Imam Nahrawi dalam kata sambutannya di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jumat (30/8/2019).

“Perjuangan sudah mereka buktikan, pengorbanan sudah mereka berikan dan saatnya kita semua memberikan penghargaan dan penghormatan. Total bonusnya untuk 2 mendali emas 3 perak dan 2 perunggu sebesar Rp 3,7 miliar. Saya kira ini angka kecil bila dibanding dengan pengorbanan perjuangan dan tekad para atlet pelatih manager dan pengurus cabang olah raga,” jelas Menpora.

Pemerintah melalui Kemenpora memang kerap memberikan apresiasi dalam bentuk bonus kepada para altet yang sukses mengharumkan Indonesia di kancah dunia.

Menpora pun berharap bonus-bonus yang digelontorkan kedepan dapat memicu atelt-atlet lainnya lebih kerja keras sehingga nantinya sering mengibarkan bendera merah putih di setiap event-event internasional.

“Semoga bonus yang diberikan pemerintah ini memicu dan memacu semangat baru para atlet indonesia untuk berjuang dan menjadi yang terbaik tidak hanya di level Asia Tenggara tapi terbaik di dunia,”

“Karenanya kami akan terus mendorong mensuport dan bahkan kami akan menyambut dengan baik nanti para juara-juara dunia dari cabang olah raga, disemua kelompok tidak hanya senior tapi di kelompok pemula pun pasti akan kami support akan kami sambut nanti,’ pungkasnya.



  

 

 

 

 

 

 

 

 



  

 

 



  

PERAHU NAGA INDONESIA JUARA DUNIA DI THAILAND

Hermansyah

 

Kamis, 22 Agustus 2019 - 22:50 WIB
 
 
 

 
 
 
Pattaya, HanTer - Dengan mencatatkan waktu 3 menit 55,485 detik, Indonesia meraih medali emas dalam nomor 22 pedayung-campuran putera puteri 1.000 meter pada hariKejuaraan Dunia Dayung Perahu Naga ke-14 di Pattaya Rayong, Thailand, Kamis (22/8/2019) yang diikuti 22 negara anggota Federasi Dayung Perahu Naga Internasional (IDBF).

Bahkan hasil tersebut membuat Merah Putih berkibar di udara dan Indonesia Raya berkumandang kembali pada kejuaraan dunia dayung perahu naga setelah 22 tahun lalu, tepatnya tahun 1997 mengalun di Hong Kong.

Nomor ini adalah nomor dayung yang akan dipertandingkan pada SEA Games 2019 di Filipina, November-Desember 2019 mendatang. Medali perak untuk nomor ini direbut tim Amerika Serikat yang mencatat waktu 3 menit 56,704 detik, sedangkan Myanmar harus puas dengan perunggu dengan waktu 3 menit 57,608 detik. Sedangkan Thailand yang bakal menjadi lawan sengit Indonesia pada SEA Games Filipina jauh tertinggal pada urutan keenam dengan waktu 4 menit 5,434 detik.

"Prestasi ini memang kejutan karena setelah kita juara dunia pada 1997, baru kali ini kita ikut lagi kejuaraan dunia dan berhasil juara lagi. Ini berkat pembinaan berkesinambungan dan terarah," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB-PODSI), Budiman Setiawan, melalui keterangan tertulisnya.

Sehari sebelumnya, Rabu 21 Agustus 2019, Indonesia meraih medali perunggu pada nomor sama dengan catatan waktu 8 menit 31,491 detik. Medali emas dan perak kala itu masing-masing menjadi milik Amerika Serikat dan China.

AS tampil sebagai juara nomor ini pada hari pertama kejuaraan, lantaran panitia menjatuhkan hukuman penambahan waktu 10 detik kepada China, Indonesia dan Australia. “Mungkin karena ada rambu terapung yang tidak dilewati saat memutar,” kata Budiman yang menambahkan jika Jumat dan Sabtu pekan ini, Indonesia akan kembali tampil pada nomor 500 dan 200 meter.

Sementara itu, pelatih tim dragon boat Indonesia, Suryadi mengatakan jika hasil ini sesuai dengan harapan, di mana catatan waktu tersebut terus mengalami peningkatan dibandingkan babak semifinal yang menunjukkan angka 4 menit 01.895 detik.  "Target sesuai yang kita harapkan meski ini adalah ujicoba pertama untuk nomor 22 crew mix," katanya.

 

Menurutnya, apa yang diraih tim dragon boat Indonesia merupakan buah kerja keras latihan yang selama ini dilakukan. Latihan sendiri terbilang tidak putus sejak persiapan menghadapi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang lalu. "Kami bersyukur PB PODSI mempertahankan kondisi atlet pasca Asian Games dengan menggelar pelatnas secara kontinyu. Dengan masih bertahannya kondisi atlet-atlet maka performanya masih tetap bertahan dan siap bersaing pada Kejuaraan Dunia 2019," tutur Suryadi.

PODSI Bidik 50 Persen Medali Emas di Sea Games Filipina

PODSI membidik sembilan medali emas atau 50 persen dari total seluruh medali cabang dayung, kano dan kayak, serta perahu naga dalam Sea Games 2019.

Bisnis.com, JAKARTA – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) membidik sembilan medali emas atau 50 persen dari total seluruh medali cabang dayung, kano dan kayak, serta perahu naga dalam Sea Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina pada November-Desember.

"Kami membidik sembilan emas dari 18 nomor perlombaan dalam SEA Games ke-30. Kami optimistis dapat meraih target itu karena dalam Asian Games 2018, kami sudah meraih satu medali emas, lima medali perak, dan empat medali perunggu," kata Ketua Umum PB PODSI Basuki Hadimuljono selepas membuka Rakernas PB PODSI 2019 di Jakarta, Rabu (27/2/2019) malam.

Rakernas PB PODSI itu, menurut Basuki, menjadi titik tolak cabang olahraga dayung Indonesia untuk menyiapkan atlet-atlet junior dalam Sea Games Filipina, kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

"Kami berharap dapat meloloskan atlet dalam cabang dayung dan kano dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu.

Ketua Bidang Organisasi PB PODSI Hifni Hasan mengatakan Rapat Kerja Nasional 2019 itu bertujuan mengevaluasi program kerja cabang dayung dan kano Indonesia pada 2018 serta perencanaan kerja pada 2019.

"Sebanyak 26 pengurus provinsi dari 32 pengurus telah hadir dalam Rapat Kerja Nasional 2019 itu. Rakernas itu fokus pada pencapaian target-target yang telah ditetapkan Ketuam Umum PODSI dalam Sea Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020," kata Hifni.

Mantan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu mengatakan pembahasan Rakernas PODSI 2019 juga tentang penyesuaian kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraga terkait dengan komposisi atlet junior dan senior Indonesia dalam Sea Games 2019.

 

"Kami sudah menyiapkan atlet-atlet junior dalam Sea Games Filipina karena mereka juga akan menjadi atlet-atlet pelapis dalam persiapan kualifikasi Olimpiade 2020," kata Hifni.

 

 

Indonesia raih tiga emas Kejuaraan Perahu Naga se-Asia ke-13

Elshinta.com Hingga hari terakhir penutupan, tim dayung Indonesia merebut tiga medali emas, tiga perak, dan 3 perunggu pada Kejuaraan Perahu Naga se Asia ke-13 (The 13th Asia Dragon Boat) di  Guangdong, China, 14-18 November 2018.

Menurut keterangan dari tim dayung Indonesia yang diterima Antara, Sabtu (18/11) malam, emas pertama Indonesia diraih dari nomor 200m 22 pedayung campuran dengan catatan waktu 00:45,817.  Perak nomor ini direbut China ( 00:46,827 ), dan perunggu Australia ( 00:48,836).

Emas kedua Indonesia dari nomor 500m 22 pedayung campuran dengan catatan waktu 1:57,614. Perunggu Australia; (2:04,270).

Emas ketiga Indonesia dari nomor 1000m 22 pedayung campuran, Perak China dan Perunggu Australia.

Kejuaraan Perahu Naga se Asia ke-13 (The 13th Asia Dragon Boat Championship) berlangsung di Danau Fosan, Provinsi Guangdong, China, 14-18 November 2018.

Penyelenggara kejuaraan itu adalah Asia Dragon Boat Federation (ADBF) dengan 18 nomor yg dipertandingkan.

Indonesia ikut 9 nomor yaitu nomor 200m, 500m, dan 1.000m, masing-masing untuk 22 pedayung campuran (mix); 12 pedayung putra; dan 12 pedayung puteri.

 

Kejuaraan ini diikuti 10 Negara yaitu China, China Taipei, China Macau, Indonesia, India, Australia, Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Hong Kong. Keluar sebagai juara umum China di susul Indonesia dan China Taipe

ASIAN GAMES 2018

Tim Kano Sumbang Perak untuk Indonesia di Asian Games 2018

Riska Andriyani kalah tipis di final Kano Tunggal (C1) 200 meter putri dari atlet China Mengya Sun. (ANTARA FOTO/INASGOC/Septianda Perdana)

Palembang, CNN Indonesia -- Tim Kano Indonesia menutup Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City dengan sebuah medali perak pada Sabtu (1/9).

Medali tersebut disumbang Riska Andriyani di nomor kano tunggal putri 200 meter dengan catatan waktu 49,086 detik. Sementara medali emas diraih atlet China Mengya Sun (49,070 detik) dan perunggu direbut atlet Uzbekistan Dilnoza Rakhmatova (49,282 detik).

"Di hari penutupan ini, itulah usaha saya untuk semuanya. Terima kasih," kata Riska kepada para awak media usai bertanding.

"Puas dan bangga sama diri sendiri, karena kerja keras selama ini tidak sia-sia. Mungkin itu rejekinya saya," katanya menambahkan.

Selain kano putri 200 meter, Indonesia juga menurunkan atlet di nomor kayak putri 200 meter lewat Stevani Maysche Ibo.

Riska Andriyani berada di podium nomor kano tunggal (C1) 200 meter putri bersama atlet China dan Uzbekistan. (ANTARA FOTO/INASGOC/Iqbal Lubis)

Namun, Stevani gagal meraih medali lantaran finis di urutan kelima dengan catatan waktu 43,389 detik. Medali emas, perak dan perunggu diraih Kazakhtan, China, dan Jepang.

Stevani yang juga turun di nomor kayak 4 putri 500 meter juga gagal meraih medali. Indonesia selesai di posisi ketujuh, terpaut 7,989 dari China yang jadi juara.


Sama dengan Stevani, Sutrisno yang bermain di kayak tunggal 100 meter pun gagal dapat medali. Laki-laki berusia 29 tahun itu berada di urutan terakhir atau ke-9 dengan catatan waktu 38,628 detik.

Demikian pula dengan pasangan Anwar Tarra/Marjuki yang gagal meraih medali di kano ganda 200 meter. Mereka kalah dari China, Uzbekistan, dan Kazakhtan yang meraih medali emas, perak, dan perunggu. (har)

Tim Dayung Raih Medali Emas Ke-9 Indonesia di Asian Games 2018

Jumat, 24 Agustus 2018

Tim rowing Indonesia nomor LM8- berpose dengan medali emas setelah pertandingan di Jakabaring Spory City, Palembang, Jumat (24/8/2018)



BANGKAPOS.COM - Kontingen Indonesia meraih satu medali emas lagi di Asian Games lewat cabang dayung nomor Men's Lightweight Eight dalam lomba yang berlangsung di Jakabaring Rowing Lake di Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (24/8/2018).

Tim Indonesia yang beranggotakan Tanzil Hadid, Rio Rizki Darmawan, Ali Buton, Ihram, Ujang Hasbulloh, Muhad Yakin, Jefri Ardianto, Ferdiansyah, serta Ardi Isadi finis di posisi pertama dengan catatan waktu 6:08.88.

Medali perak pada nomor tersebut menjadi milik Uzbekistan (6:12.46), sementara medali perunggu diraih Hong Kong (6:14.46).

 

Adapun prestasi ini merupakan medali emas pertama Indonesia dari cabang dayung sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.

 

Medali tersebut bukan satu-satunya yang diraih oleh kontingen Merah Putih pada lomba hari ini.

Kuartet Kakan Kusmana, Edwin Rudiana, Sulpianto, dan Memo meraih perak pada nomor Quadruple Scull setelah finis dengan catatan waktu 6:20.58.

 

Medali emas nomor tersebut menjadi milik India (6:17.13), sedangkan perunggu diraih Thailand (6:22.41).

Selain itu, kuartet Chelsea Corputty, Wa Ode Fitri Rahmanjani, Julianti, serta Yayah Rokayah meraih medali perunggu di nomor Women's Four.


Keempat pedayung putri Indonesia ini menorehkan catatan waktu 7:19.02 detik alias hanya lebih lambat dari tim China (7:05.50) serta Vietnam (7:14.52).

Hingga Jumat (24/8/2018) pagi, Indonesia sudah mengumpulkan sembilan emas, tujuh perak, serta 11 perunggu.

 

Medali emas sebelumnya didapat dari cabang taekwondo, sepeda downhill (2), paralayang (2), panjat tebing, angkat besi, serta wushu.

37 Medali Emas Diperebutkan

 

Sejak resmi dibuka pada 18 Agustus 2018, Asian Games 2018 sejumlah medali emas sudah diperebutkan pada beberapa cabang olahraga (cabor).





Jabar Borong Emas Kejuaraan Perahu Naga Piala Presiden di Palembang

   Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai mengalungkan medali ke kontingen Jabar.

Palembang, Sumselupdate.com – Kontingen Jawa Barat berhasil menyapu bersih empat medali emas dari empat nomor yang dipertandingkan pada Kejuaraan Perahu Naga Piala Presiden 2018 yang digelar di Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, pada 13-15 Juli.

Ketua KONI Jabar Brigjen TNI Ahmad Saefudin mengaku bangga kontingen nya mampu membawa pulang juara umum Piala Presiden. Menurutnya, hasil ini juga tak lain perjuangan latihan dan arahan pelatih.

“Tentu ini menjadi persiapan tersendiri baik di ajang Asian Games atau pun PON yang akan datang,” urainya.

 

Sebagaimana kebiasaan KONI Jabar, para atlet yang mengharumkan nama daerah baik nasional dan internasional akan memperoleh reward. Menurutnya, reward yang diberikan tak sebanding dengan perjuangan para atletnya.

Namun demikian akan membuat semangat dan terus meningkatkan performa. “Jadi mereka akan kita kuliahkan, karena ini buat masa depan mereka. Kalau sedang S-1 kita biaya S-1, begitu juga S-2,”pungkasnya.

Senada dengan itu dikatakan Kadispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo bahwa single event Piala Presiden ini digelar guna menguji kesiapan atlet dan penyelenggaraan jelang Asian Games.

“Jadi ada empat aspek yang akan dinilai mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertindak sebagai Panitia Pelaksana, regulasi baru di cabang olahraga (cabor) yang bersangkutan, mekanisme pertandingan hingga venue itu sendiri,” terang Yusuf.

Menurutnya, kendati jajaran panitia belum melakukan rapat evaluasi namun secara umum ia menilai kejuaraan ini cukup sebagai tes event menuju Asian Games nantinya.

 

“Artinya evaluasi tetap, berkoordinasi terus ditingkatkan dan ini menjadi bahan panitia agar saat Asian Games nanti, termasuk panitia, dan juga catering bagi atlet,” jelasnya. (sbw)                

KejuaraanPerahu Naga

Piala Presiden 2018

12 - 15 Juli 2018

Jakabaring Rowing dan Canoeing

Regatta Course

Palembang, Sumatera Selatan

Untuk informasi lebih lanjut silakan kontak :

1. Sugiman Hp.0812-97700124

2. Wawan Hp. 0813-13527611

 

Dayung Asian Games 2018, Ujian Pertama di Sydney


JUARA.NET - Level dayung Indonesia memang bukan Asia Tenggara lagi karena Yayah Rokayah dkk. sudah menjadi penguasa ASEAN.

Penulis: Aprelia Wulansari

 

Arena persaingan sejati tim dayung Merah-Putih adalah di level Asia.

Asian Games 2018 merupakan turnamen utama para pedayung Indonesia tahun ini.

Tim dayung yang telah menggelar pelatnas berkesinambungan sejak 2012 sudah siap untuk tampil di turnamen internasional sebagai persiapan menuju Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September.

“Kami akan turun di Sydney bulan depan. Kami telah berlatih dengan keras dan kita akan tahu hasil latihan di turnamen tersebut,” ucap Boudewijn van Opstal, pelatih kepala pelatnas dayung Indonesia, kepada BOLA, Kamis (15/2/2018).

Tim utama pelatnas sebanyak 24 pedayung akan tampil di Turnamen Dayung Internasional Sydney 2018 yang digelar di Sydney, Australia, 19-25 Maret 2018.

Turnamen internasional ini sudah sering diikuti oleh para atlet pelatnas.

Para pedayung elite dunia juga akan tampil.

Antara lain peraih perak nomor lighweight double sculls asal Irlandia yang merupakan saudara kandung, Paul dan Gary O’Donovan, serta juara dunia nomor lightweight coxless pair yang juga asal Irlandia, Shane O’Driscoll dan Mark O’Donovan.

Seperti dilansir dari Rowing Australia, tim dari negara Asia juga akan hadir, yakni Jepang, Hong Kong, dan Vietnam.

“Lomba ini adalah salah satu turnamen terbesar di Australia dan menjadi uji coba yang bagus untuk kami,” kata Boudewijn van Opstal.

Setelah menjajal uji coba pertama di Australia, La Memo dkk. direncanakan akan menjalani training camp di Eropa selama tiga bulan.

 

 

Senin, 15 Januari 2018 17:26:44

Cabang Olahraga Dayung sebagai salah satu unggulan Indonesia di ajang Asian Games nanti tidak luput dari kunjungan Menpora Imam Nahrawi yang hari Senin (15/1) sore bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan Wakil Ketua PODSI Budiman Setiawan meninjau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Dayung datang di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (15/1) siang.(foto:egan/kemenpora.go.id)

Purwakarta: Cabang Olahraga Dayung sebagai salah satu unggulan Indonesia di ajang Asian Games nanti tidak luput dari kunjungan Menpora Imam Nahrawi yang hari Senin (15/1) sore bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan Wakil Ketua PODSI Budiman Setiawan meninjau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Dayung datang di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (15/1) siang. 
 
Tidak mau hanya berdiri meninjau para atlet latihan, Menpora ingi merasakan langsung bagaimana para atlet memeras keringat dalam berlatih. Menteri asal Bangkalan Madura Jawa Timur ini ikut naik perahu dan mengayuh dayung bersama para atlet dayung dalam sesi latihan Perahu Naga (TBR) di Waduk Jatiluhur bersama 57 atlet Canoeing, TBR, dan Slalom."Indonesia adalah negara maritim, merangkai kebhinekaan dengan air, oleh karenanya olahraga air harus jaya termasuk dayung didalamnya," semangat Menpora kepada para atlet sesaat sebelum turun mendayung.
 
"Kita tidak hanya ingin sukses penyelenggaraan, ekonomi, dan administrasi, tetapi juga sukses prestasi. Untuk dayung saya percaya, rekam jejak kesuksesan sudah saya lihat, pemerintah terus akan suport segala yang diperlukan atlet, official, pelatih, hingga masa depan atlet terus dipikirkan," tambahnya.
 
Sementara Manajer TBR Young Mardinal memaparkan bahwa andalan tim dayung Indonesia ada pada kecepatan, oleh karenanya jarak cepat 200M menjadi konsentrasi tersendiri.
"Sekarang ini kita menuju latihan khusus, andalan kita dikecepatan, maka jarak dekat menjadi prioritas dan dinomor 200M ditargetkan dapat emas," jelasnya.
 
Untuk meningkatkan kualitas latihan akan diadakan tryout dibeberapa negara, seperti ke Thailand, Cheko, dan Jerman. Pelatih-pelatih berpengalaman disiapkan dan selalu mendampingi, ditambah dua pelatih asing Cristian Veref dari Hungaria dan Jaroslav Radon dari Cheko. 
 
Dipenghujung digelorakan semangat, ketika Menpora menanyakan, "Siapa kita?", serempak dijawab atlet dengan gemuruh, "Dayung Indonesia Juara". Hadir pula dalam peninjauan ini, Sekjen PODSI Edy Suyono, pengurus PODSI Jabar, Pengelola Waduk dan Muspika Jatiluhur.(cah)

 

 

Julianti Sumbang Dua Medali di Kejuaraan Asia Rowing Indoor

SUMBANG MEDALI – Pendayung putri Sulawesi Tenggara Julianti (Jaket merah) berhasil menyumbangkan dua medali pada kejuaraan asian rowing indoor di Malaysia (19/11/2017). Dua medali Julianti yakni dinomor Single argometer putri medali perak dan nomor double argometer medali perunggu. (M Rasman Saputra/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pendayung putri Sulawesi Tenggara (Sultra), Julianti berhasil menyumbangkan dua medali bagi kontingen dayung Indonesia pada kejuaraan asia rowing indoor di Malaysia, Minggu (19/11/2017). Julianti berhasil meraih medali perak dinomor single argometer putri dan medali perunggu dinomor double argometer putri berpasangan dengan pendayung asal Jambi, Endang.

Pelatih dayung rowing Indonesia asal Sultra, M Hadris mengatakan, keberhasilan Julianti ini menjadi bukti bahwa atlet dayung Sultra bukan hanya bisa berprestasi ditingkat nasional tetapi juga mampu berprestasi ditingkat internasional seperti kejuaraan asia rowing.

Dengan hasil ini pula terangnya, kemungkinan besar Julianti akan menjadi andalan tim dayung Indonesia pada asian games 2018. Untuk itu, dirinya sangat berharap hasil ini tidak membuat Juliati puas, sehingga dapat terus berlatih dan mampu meningkatkan prestasi di asian games nantinya.

“Asian Rowing Indoor ini hanyalah ajang uji coba. Jadi meskipun dia berhasil meraih medali di ajang ini tetap harus dilakukan evaluasi terhadap pencapaiannya, sehingga ketika di asian games nantinya bisa diketahui kekurangan yang mesti dibenahi,”jelasnya, pada zonasultra.com, Senin (20/11/2017).

Sementara itu, Julianti kepada zonasulra.com menuturkan, persaingan di asian rowing indoor ini sangatlah ketat. Sebab 80 persen pendayung-pendayung handal di asia turun dalam ajang tersebut. Jadi Kejuaraan asia ini menjadi gambaran peta kekuatan persaingan di asian games.

Khusus untuk Asian Games, gadis asal Desa Landawe Kecamatan Asera Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggra ini mengunkapkan, dirinya ingin memberikan medali bagi tim dayung Indonesia. Jadi latihan keras guna meningkatkan penampilannya di asian games mendatang.

“Tradisi atlet Sultra menyumbangkan medali di sea games dan asian games senantiasa dilakukan. Untuk itu saya akan berupaya untuk menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia di asian games nantinya,”tuturnya. (B)

 

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more