Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

Dayung Targetkan Empat Nomor di Olimpiade 2020

Selasa, 3 Maret 2020, Penulis Arif M. Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB Podsi) menargetkan Tim Dayung Indonesia tampil di empat nomor pada Olimpiade Tokyo 2020. Kini, sebanyak 22 pedayung terdiri dari  8 putra dan 3 putri di nomor Rowing, 8 putra dan 3 putri nomor Canoeing dan Kayak terus menjalani latihan dalam rangka persiapan menghadapi babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. 

"Kami memang menargetkan Tim Indonesia bisa tampil di empat nomor pada Olimpiade Tokyo 2020. Makanya, kita terus menjalani persiapan dengan maksimal," kata Sekjen PB PODSI, Edy Suyono, Senin (2/3).

Keempat nomor yang menjadi target yakni  dua nomor Rowing dan dua nomor Canoeing dan Kayak. La Memo dari nomor Rowing  M1X dan pasangan Mahendar Yanto/Ardi Isadi (LM2X) sedangkan Riska Andriyan (WC-1 200 M dan WC-2 500 M) dan pasangan Dayumin/Nur Meni dari nomor Canoeing dan Kayak. Mereka punya peluang untuk bisa menembus tiga besar pada babak kualifikasi Olimpiade sebagai sarat untuk bisa tampil di Tokyo.

 

Seperti cabang olahraga lain, kata Edy Suyono, wabah virus corona berdampak juga terhadap penyelenggaraan babak kualifikasi dayung Olimpiade. Khusus nomor Rowing, jelasnya, adanya pembatalan babak kualifikasi Olimpiade yang dijadwalkan di Chung Ju, Korea Selatan, 27-30 April 2020. 

"Babak kualifikasi di Korsel dibatalkan dan digabung pada babak kualifikasi Olimpiade di Luzern, Swiss, 17-19 Mei 2020. Jadi, kita hanya konsentrasi ke Luzern saja untuk mengejar dua target dari nomor Rowing," tegasnya.

 

 

 

Cabor Dayung Lampaui Target Emas SEA Games 2019

Kompas.com - 08/12/2019, 22:21 WIB



Penulis Faishal Raihan | Editor Aloysius Gonsaga AE KOMPAS.com -

Tim dayung Indonesia telah melampaui target medali emas pada SEA Games 2019. Tim dayung Indonesia panen emas pada hari kedelapan penyelenggaraan SEA Games 2019. Para wakil Merah Putih pada cabor tersebut sedikitnya mengantongi lima emas dalam perlombaan yang berlangsung di Subic Bay Arena, Minggu (8/12/2019). Secara keseluruhan, sejak Jumat (6/1/2019) lalu, tim dayung Indonesia yang turun pada nomor Kano, Kayak Rwoing, dan Traditional Boat ( perahu naga), telah mengoleksi 10 emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Perolehan emas itu telah melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Untuk ajang SEA Games 2019, tim dayung Indonesia hanya ditargetkan meraih lima emas. "Ini sangat luar biasa, dari 19 nomor kami merebut 10 emas, padahal target kami tadinya hanya lima emas," kata Ketua Umum PB PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia), Basoeki Hadimoeljono. Target lima medali emas tersebut bukan sikap pesimistis, melainkan sikap realistis mengingat banyak keterbatasan yang dialami tim dayung Indoenesia selama persiapan

"Target hanya lima emas karena kami sadar banyak keterbatasan selama persiapan. Hasil 10 emas ini sangat mengharukan," Basoeki menambahkan. "Ini (medali emas) berkat latihan yang serius dan kerja keras pelatih, atlet, serta pengurus," ujar Basoeki. Lebih lanjut, Basoeki berharap, ke depan ada perhatian yang lebih baik kepada pelatih, atlet, dan jajaran pengusur PODSI agar bisa mengukir prestasi yang lebih tinggi seperti pada Olimpiade Tokyo 2020 dan Asian Games 2022.

"Kami harus memberikan perhatian yang lebih karena saya pun sadar belum memberikan banyak buat PODSI," tutur Basoeki

"Ke depan ada Olimpiade di Tokyo. Mudah-mudahan semangat Merah Putih terus terjaga," ucap Basoeki. Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Indonesia masih kokoh di posisi runner-up klasemen medali SEA Games. Indoenesia telah mengumpulkan total 203 medali, dengan rincian 66 emas, 61 perak, 76 perunggu.

Dayung Putra Papua Tampil di Final POPNAS 2019

Jayapura, Nokenlive.com – Tim Dayung Papua dikelas empat putra (Men’s Quadruple Sculls Repechage/M4XR) jarak 2000m langsung tampil di babak final Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2019 Jakarta.

Jadwal babak final akan digelar pada Selasa, 19 November di Venue Dayung Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat. Nomor kelas empat putra hanya diikuti oleh lima Provinsi, yakni Papua, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara. Dengan demikian mereka akan langsung tampil di babak final.

Pelatih Dayung Papua, Josua Pattirane, Senin (18/11/2019) mengatakan, tim dayung Papua yang turun dikelas empat putra tidak tampil dibabak menyisihan, dikarenakan nomor tersebut hanya diikuti oleh lima Provinsi.

Oleh karena itu, sebelum babak final, nomor Men’s Quadruple Sculls Repechage/M4XR akan dilakukan kualifikasi nomor star. Tim dayung Papua di kelas empat putra terdiri dari Yusak Apaseray, Hardi Wanma, Yuan Andriy Maniagasai dan Erik Doromi.

Sementara di kelas 4 putri (Women Quadruple (W4X)) Srikandi Papua masih harus berjuang keras untuk mencapai babak final. Pada babak menyisihan yang berlangsung Minggu pagi, Alfanita Tokoro, Aldestha Pepuho, Popi Hatu dan Yosina Doromi kalah bersaing dengan atlet dari Jawa Barat, Maluku dan DKI Jakarta.

Di nomor Men Double Scull putra, Papua menurunkan Yusak Apaseray dan Herik Luis Doromi pun gagal bersaing. Namun, mereka masih punya harapan untuk lolos ke babak final jika dalam babak penyisihan kedua Senin (18/11) bisa finish pertama.

“Cabang olahraga dayung yang dipertandingkan selama tiga hari kedepan adalah nomor Rowing, kemudian, Kamis hingga Sabtu nomor canoing. Kami ingin tim pelatih dan atlet tetap ingin meraih hasil yang terbaik, target kita tiga medali emas,” ujarnya.

Josua mengaku, kans Papua meraih medali emas dari kelas Quadruple putra, Canoing dan kelas kayak putri. Menurutnya, atlet pelajar yang tampil di Popnas punya kekuatan merata, tinggal kesiapan dan mental dari masing-masing atlet. “Tim Popnas Papua berjumlah 20 orang, kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Papua,” harapnya.

 

Sementara itu, Manajer tim dayung Papua, Olof Monim meminta atlet dayung Papua untuk fokus dalam perttandingan dan tidak berpikir soal medali. “Popnas ini untuk mengukur hasil pembinaan yang sudah dilakukan selama ini di PPLP, jangan takut gagal, bertanding dulu untuk meningkatkan kemampuan menuju prestasi nasional kedepan,” ujar Olof Maning yang juga selaku Kasi Peningkatan SDM Disorda Papua.

Jabar Juara Umum Kejurnas Dayung 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Tuan rumah Jawa Barat tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Dayung 2019 yang berakhir pada Senin (23/12/2019) di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat.

Menurut siaran pers dari PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) yang diterima Antara di Jakarta pada Selasa (24/12/2019), pada hari terakhir Jabar menambah lagi satu medali emas sehingga total tuan rumah meraup 19 medali emas, 9 perak, dan 5 perunggu.

Posisi kedua ditempati tim Papua dengan lima medali emas, tiga perak, dan lima perunggu, diikuti tim Jambi dengan lima medali emas, dua perak, dan dua perunggu.

Pada hari terakhir kejurnas dayung yang sekaligus babak kualifikasi PON 2020 itu menyelesaikan tiga nomor final lomba dayung perahu tradisional atau TBR (Traditional Boat Races) yaitu 10 pedayung putra, 10 pedayung putri, dan 20 pedayung campuran jarak 200 meter.

Kejurnas Dayung 2019 memperebutkan 40 medali emas dengan perincian 4 dari nomor kano-slalom, 15 nomor dayung rowing, 12 nomor kano dan kayak, dan 9 dari nomor dayung tradisional.

Dari 26 provinsi yang ambil bagian dalam Kejurnas Dayung 2019, minimal 18 provinsi berhak ikut dalam lomba dayung PON ke-20 setelah atlet-atletnya berhasil meraih medali.

Namun, jumlah provinsi tersebut masih akan bertambah berdasarkan perhitungan kuota atlet yang ditetapkan Panitia Besar PON ke-20 yakni 450 hingga 550 orang.

Berikut perolehan medali Kejurnas Dayung 2019 di Situ Cipule, Karawang, Jabar, 14-22 Desember 2019 (Medali emas, perak, dan perunggu):

  1. Jabar 19 – 9 – 5
  2. Papua 5 – 3 – 5
  3. Jambi 5 – 2 – 2
  4. Kalteng 3 – 3 – 0
  5. Riau 2 – 4 – 1
  6. DKI Jakarta 2 – 3 – 5
  7. Sultra 2 – 3 – 4
  8. Maluku 1 – 3 – 1
  9. Banten 1 – 1 – 1
  10. Jatim 0 – 3 – 6
  11. Jateng 0-1-2
  12. Kalsel 0-1-2
  13. Kaltim 0-1-1
  14. Papua Barat 0-1-1
  15. Sulsel 0-1-1
  16. Sulteg 0-1-0
  17. Sumbar 0-0-2
  18. Sumsel 0-0-1

Tim Dayung Indonesia Membawa Pulang 1 Emas dan 1 Perunggu di Arena Kejuaraan Asia Rowing 2019

KBRN, Jakarta :  Tim Pelatnas Dayung Rowing Indonesia berhasil meraih medali emas di nomor ganda putera tanpa kemudi (M2- / coxless pairs) dan medali perunggu di nomor ganda putera kelas ringan (LM2X / Lightweight Men’s Double Sculls) pada hari terakhir Kejuaraan Asia ke-19 Dayung Rowing, di International Rowing Regatta, Danau Tengeum, Chungju, Korea Selatan, Minggu (27/10/2019).
Pasangan dayung rowing Indonesia, Ferdy dan Dendry, berhasil mengumandangkan lagu “Indonesia Raya” setelah dalam final nomor M2- mencatat waktu 6 menit 48.17 detik dan keluar sebagai peraih medali emas, diikuti tim Uzbekistan medali perak dengan waktu 6:48,45, dan tim Hong Kong medali perunggu 6:49,84. Menyusul kemudian tim India, Jepang dan tuan rumah Korsel.
Sementara medali perunggu dalam final nomor LM2X diraih pasangan Mahendrayanto dan Ihram dengan catatan waktu 6 menit 47,32 detik. Medali emas diraih tim Hong Kong dengan waktu 6:39,76 dan medali perak tim India 6:42,39. Urutan 4 hingga 6 ditempati tim Korsel, Uzbekistan, dan Vietnam.
Kurang Dana
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar  Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB. PODSI) Budiman Setiawan mengatakan, melihat kondisi Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) PODSI saat ini, sebenarnya PODSI tidak membebani para atlet dengan target tertentu. “Dalam Kejuaraan Asia 2019 ini, tim Pelatnas PODSI hanya mengikuti 6 nomor yang dilombakan dalam SEA Games Filipina, November 2019, karena tidak punya cukup dana, dan tujuannya hanya untuk melihat peta kekuatan dayung rowing di Asia Tenggara saja, ” katanya.
Ke-6 nomor yang diikuti yaitu, kelas ringan tunggal putera (LM1X), kelas ringan ganda putera (LM2X), ganda putera tanpa kemudi (M2-), kelas ringan tunggal puteri (LW1X), kelas ringan ganda puteri (LW2X), dan ganda puteri tanpa kemudi (W2-).  
“Dalam lomba dayung rowing Asian Games 2018 di Palembang, tim Indonesia meraih medali emas kelas ringan 8 pedayung putera dengan pengemudi (LM8+), medali perak kelas ringan 4 pedayung putera tanpa kemudi (LM4-) dan nomor 4 pedayung putera dengan kemudi (M4X), serta medali perunggu nomor ganda puteri tanpa kemudi (W2-) dan 4 pedayung puteri tanpa kemudi (W4-),” tambah Budiman.

Sabet Juara Dunia, Kemenpora Beri Bonus Rp 3,7 Miliar

Untuk Tim Dayung Indonesia

Jumat, 30 Agustus 2019 22:32 WIB
LaLaporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan bonus kepada atlet perahu naga Indonesia yang mengikuti kejuaraan 14th IDB World Dragon Boat Racing Championsip 2019 di Pattaya, Thailand pada 21-25 Agustus 2019.

Pada kejuaraan dunia dayung perahu naga itu tim Indonesia sukses meraih dua medali emas, tiga medali perak dan dua perunggu dari tujuh nomor yang diperlombakan.

Atas kesuksesan tim dayung perahu naga yang telah mengharumkan Indonesia, pemerintah melalui Kemenpora pun memberikan bonus sebesar Rp 3,7 miliar yang rinciannya yakni bonus atlet beregu putra, bonus atlet beregu putri, dan bonus pelatih.

“Saya ingin ketika pahlawan olahraga pulang ke tanah air dalam keadaan menang atau kalah maka harus kita sambut, lebih-lebih ketika menang karena apa? Pertaruhan harga diri sudah mereka buktikan dengan kemenangan,” kata Menpora Imam Nahrawi dalam kata sambutannya di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jumat (30/8/2019).

“Perjuangan sudah mereka buktikan, pengorbanan sudah mereka berikan dan saatnya kita semua memberikan penghargaan dan penghormatan. Total bonusnya untuk 2 mendali emas 3 perak dan 2 perunggu sebesar Rp 3,7 miliar. Saya kira ini angka kecil bila dibanding dengan pengorbanan perjuangan dan tekad para atlet pelatih manager dan pengurus cabang olah raga,” jelas Menpora.

Pemerintah melalui Kemenpora memang kerap memberikan apresiasi dalam bentuk bonus kepada para altet yang sukses mengharumkan Indonesia di kancah dunia.

Menpora pun berharap bonus-bonus yang digelontorkan kedepan dapat memicu atelt-atlet lainnya lebih kerja keras sehingga nantinya sering mengibarkan bendera merah putih di setiap event-event internasional.

“Semoga bonus yang diberikan pemerintah ini memicu dan memacu semangat baru para atlet indonesia untuk berjuang dan menjadi yang terbaik tidak hanya di level Asia Tenggara tapi terbaik di dunia,”

“Karenanya kami akan terus mendorong mensuport dan bahkan kami akan menyambut dengan baik nanti para juara-juara dunia dari cabang olah raga, disemua kelompok tidak hanya senior tapi di kelompok pemula pun pasti akan kami support akan kami sambut nanti,’ pungkasnya.



  

 

 

 

 

 

 

 

 



  

 

 



  

PERAHU NAGA INDONESIA JUARA DUNIA DI THAILAND

Hermansyah

 

Kamis, 22 Agustus 2019 - 22:50 WIB
 
 
 

 
 
 
Pattaya, HanTer - Dengan mencatatkan waktu 3 menit 55,485 detik, Indonesia meraih medali emas dalam nomor 22 pedayung-campuran putera puteri 1.000 meter pada hariKejuaraan Dunia Dayung Perahu Naga ke-14 di Pattaya Rayong, Thailand, Kamis (22/8/2019) yang diikuti 22 negara anggota Federasi Dayung Perahu Naga Internasional (IDBF).

Bahkan hasil tersebut membuat Merah Putih berkibar di udara dan Indonesia Raya berkumandang kembali pada kejuaraan dunia dayung perahu naga setelah 22 tahun lalu, tepatnya tahun 1997 mengalun di Hong Kong.

Nomor ini adalah nomor dayung yang akan dipertandingkan pada SEA Games 2019 di Filipina, November-Desember 2019 mendatang. Medali perak untuk nomor ini direbut tim Amerika Serikat yang mencatat waktu 3 menit 56,704 detik, sedangkan Myanmar harus puas dengan perunggu dengan waktu 3 menit 57,608 detik. Sedangkan Thailand yang bakal menjadi lawan sengit Indonesia pada SEA Games Filipina jauh tertinggal pada urutan keenam dengan waktu 4 menit 5,434 detik.

"Prestasi ini memang kejutan karena setelah kita juara dunia pada 1997, baru kali ini kita ikut lagi kejuaraan dunia dan berhasil juara lagi. Ini berkat pembinaan berkesinambungan dan terarah," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB-PODSI), Budiman Setiawan, melalui keterangan tertulisnya.

Sehari sebelumnya, Rabu 21 Agustus 2019, Indonesia meraih medali perunggu pada nomor sama dengan catatan waktu 8 menit 31,491 detik. Medali emas dan perak kala itu masing-masing menjadi milik Amerika Serikat dan China.

AS tampil sebagai juara nomor ini pada hari pertama kejuaraan, lantaran panitia menjatuhkan hukuman penambahan waktu 10 detik kepada China, Indonesia dan Australia. “Mungkin karena ada rambu terapung yang tidak dilewati saat memutar,” kata Budiman yang menambahkan jika Jumat dan Sabtu pekan ini, Indonesia akan kembali tampil pada nomor 500 dan 200 meter.

Sementara itu, pelatih tim dragon boat Indonesia, Suryadi mengatakan jika hasil ini sesuai dengan harapan, di mana catatan waktu tersebut terus mengalami peningkatan dibandingkan babak semifinal yang menunjukkan angka 4 menit 01.895 detik.  "Target sesuai yang kita harapkan meski ini adalah ujicoba pertama untuk nomor 22 crew mix," katanya.

 

Menurutnya, apa yang diraih tim dragon boat Indonesia merupakan buah kerja keras latihan yang selama ini dilakukan. Latihan sendiri terbilang tidak putus sejak persiapan menghadapi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang lalu. "Kami bersyukur PB PODSI mempertahankan kondisi atlet pasca Asian Games dengan menggelar pelatnas secara kontinyu. Dengan masih bertahannya kondisi atlet-atlet maka performanya masih tetap bertahan dan siap bersaing pada Kejuaraan Dunia 2019," tutur Suryadi.

PODSI Bidik 50 Persen Medali Emas di Sea Games Filipina

PODSI membidik sembilan medali emas atau 50 persen dari total seluruh medali cabang dayung, kano dan kayak, serta perahu naga dalam Sea Games 2019.

Bisnis.com, JAKARTA – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) membidik sembilan medali emas atau 50 persen dari total seluruh medali cabang dayung, kano dan kayak, serta perahu naga dalam Sea Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina pada November-Desember.

"Kami membidik sembilan emas dari 18 nomor perlombaan dalam SEA Games ke-30. Kami optimistis dapat meraih target itu karena dalam Asian Games 2018, kami sudah meraih satu medali emas, lima medali perak, dan empat medali perunggu," kata Ketua Umum PB PODSI Basuki Hadimuljono selepas membuka Rakernas PB PODSI 2019 di Jakarta, Rabu (27/2/2019) malam.

Rakernas PB PODSI itu, menurut Basuki, menjadi titik tolak cabang olahraga dayung Indonesia untuk menyiapkan atlet-atlet junior dalam Sea Games Filipina, kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

"Kami berharap dapat meloloskan atlet dalam cabang dayung dan kano dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu.

Ketua Bidang Organisasi PB PODSI Hifni Hasan mengatakan Rapat Kerja Nasional 2019 itu bertujuan mengevaluasi program kerja cabang dayung dan kano Indonesia pada 2018 serta perencanaan kerja pada 2019.

"Sebanyak 26 pengurus provinsi dari 32 pengurus telah hadir dalam Rapat Kerja Nasional 2019 itu. Rakernas itu fokus pada pencapaian target-target yang telah ditetapkan Ketuam Umum PODSI dalam Sea Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020," kata Hifni.

Mantan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu mengatakan pembahasan Rakernas PODSI 2019 juga tentang penyesuaian kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraga terkait dengan komposisi atlet junior dan senior Indonesia dalam Sea Games 2019.

 

"Kami sudah menyiapkan atlet-atlet junior dalam Sea Games Filipina karena mereka juga akan menjadi atlet-atlet pelapis dalam persiapan kualifikasi Olimpiade 2020," kata Hifni.

 

 

Indonesia raih tiga emas Kejuaraan Perahu Naga se-Asia ke-13

Elshinta.com Hingga hari terakhir penutupan, tim dayung Indonesia merebut tiga medali emas, tiga perak, dan 3 perunggu pada Kejuaraan Perahu Naga se Asia ke-13 (The 13th Asia Dragon Boat) di  Guangdong, China, 14-18 November 2018.

Menurut keterangan dari tim dayung Indonesia yang diterima Antara, Sabtu (18/11) malam, emas pertama Indonesia diraih dari nomor 200m 22 pedayung campuran dengan catatan waktu 00:45,817.  Perak nomor ini direbut China ( 00:46,827 ), dan perunggu Australia ( 00:48,836).

Emas kedua Indonesia dari nomor 500m 22 pedayung campuran dengan catatan waktu 1:57,614. Perunggu Australia; (2:04,270).

Emas ketiga Indonesia dari nomor 1000m 22 pedayung campuran, Perak China dan Perunggu Australia.

Kejuaraan Perahu Naga se Asia ke-13 (The 13th Asia Dragon Boat Championship) berlangsung di Danau Fosan, Provinsi Guangdong, China, 14-18 November 2018.

Penyelenggara kejuaraan itu adalah Asia Dragon Boat Federation (ADBF) dengan 18 nomor yg dipertandingkan.

Indonesia ikut 9 nomor yaitu nomor 200m, 500m, dan 1.000m, masing-masing untuk 22 pedayung campuran (mix); 12 pedayung putra; dan 12 pedayung puteri.

 

Kejuaraan ini diikuti 10 Negara yaitu China, China Taipei, China Macau, Indonesia, India, Australia, Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Hong Kong. Keluar sebagai juara umum China di susul Indonesia dan China Taipe

ASIAN GAMES 2018

Tim Kano Sumbang Perak untuk Indonesia di Asian Games 2018

Riska Andriyani kalah tipis di final Kano Tunggal (C1) 200 meter putri dari atlet China Mengya Sun. (ANTARA FOTO/INASGOC/Septianda Perdana)

Palembang, CNN Indonesia -- Tim Kano Indonesia menutup Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City dengan sebuah medali perak pada Sabtu (1/9).

Medali tersebut disumbang Riska Andriyani di nomor kano tunggal putri 200 meter dengan catatan waktu 49,086 detik. Sementara medali emas diraih atlet China Mengya Sun (49,070 detik) dan perunggu direbut atlet Uzbekistan Dilnoza Rakhmatova (49,282 detik).

"Di hari penutupan ini, itulah usaha saya untuk semuanya. Terima kasih," kata Riska kepada para awak media usai bertanding.

"Puas dan bangga sama diri sendiri, karena kerja keras selama ini tidak sia-sia. Mungkin itu rejekinya saya," katanya menambahkan.

Selain kano putri 200 meter, Indonesia juga menurunkan atlet di nomor kayak putri 200 meter lewat Stevani Maysche Ibo.

Riska Andriyani berada di podium nomor kano tunggal (C1) 200 meter putri bersama atlet China dan Uzbekistan. (ANTARA FOTO/INASGOC/Iqbal Lubis)

Namun, Stevani gagal meraih medali lantaran finis di urutan kelima dengan catatan waktu 43,389 detik. Medali emas, perak dan perunggu diraih Kazakhtan, China, dan Jepang.

Stevani yang juga turun di nomor kayak 4 putri 500 meter juga gagal meraih medali. Indonesia selesai di posisi ketujuh, terpaut 7,989 dari China yang jadi juara.


Sama dengan Stevani, Sutrisno yang bermain di kayak tunggal 100 meter pun gagal dapat medali. Laki-laki berusia 29 tahun itu berada di urutan terakhir atau ke-9 dengan catatan waktu 38,628 detik.

Demikian pula dengan pasangan Anwar Tarra/Marjuki yang gagal meraih medali di kano ganda 200 meter. Mereka kalah dari China, Uzbekistan, dan Kazakhtan yang meraih medali emas, perak, dan perunggu. (har)

Tim Dayung Raih Medali Emas Ke-9 Indonesia di Asian Games 2018

Jumat, 24 Agustus 2018

Tim rowing Indonesia nomor LM8- berpose dengan medali emas setelah pertandingan di Jakabaring Spory City, Palembang, Jumat (24/8/2018)



BANGKAPOS.COM - Kontingen Indonesia meraih satu medali emas lagi di Asian Games lewat cabang dayung nomor Men's Lightweight Eight dalam lomba yang berlangsung di Jakabaring Rowing Lake di Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (24/8/2018).

Tim Indonesia yang beranggotakan Tanzil Hadid, Rio Rizki Darmawan, Ali Buton, Ihram, Ujang Hasbulloh, Muhad Yakin, Jefri Ardianto, Ferdiansyah, serta Ardi Isadi finis di posisi pertama dengan catatan waktu 6:08.88.

Medali perak pada nomor tersebut menjadi milik Uzbekistan (6:12.46), sementara medali perunggu diraih Hong Kong (6:14.46).

 

Adapun prestasi ini merupakan medali emas pertama Indonesia dari cabang dayung sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.

 

Medali tersebut bukan satu-satunya yang diraih oleh kontingen Merah Putih pada lomba hari ini.

Kuartet Kakan Kusmana, Edwin Rudiana, Sulpianto, dan Memo meraih perak pada nomor Quadruple Scull setelah finis dengan catatan waktu 6:20.58.

 

Medali emas nomor tersebut menjadi milik India (6:17.13), sedangkan perunggu diraih Thailand (6:22.41).

Selain itu, kuartet Chelsea Corputty, Wa Ode Fitri Rahmanjani, Julianti, serta Yayah Rokayah meraih medali perunggu di nomor Women's Four.


Keempat pedayung putri Indonesia ini menorehkan catatan waktu 7:19.02 detik alias hanya lebih lambat dari tim China (7:05.50) serta Vietnam (7:14.52).

Hingga Jumat (24/8/2018) pagi, Indonesia sudah mengumpulkan sembilan emas, tujuh perak, serta 11 perunggu.

 

Medali emas sebelumnya didapat dari cabang taekwondo, sepeda downhill (2), paralayang (2), panjat tebing, angkat besi, serta wushu.

37 Medali Emas Diperebutkan

 

Sejak resmi dibuka pada 18 Agustus 2018, Asian Games 2018 sejumlah medali emas sudah diperebutkan pada beberapa cabang olahraga (cabor).





Subcategories

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more