Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

PERAHU NAGA INDONESIA JUARA DUNIA DI THAILAND

Hermansyah

 

Kamis, 22 Agustus 2019 - 22:50 WIB
 
 
 

 
 
 
Pattaya, HanTer - Dengan mencatatkan waktu 3 menit 55,485 detik, Indonesia meraih medali emas dalam nomor 22 pedayung-campuran putera puteri 1.000 meter pada hariKejuaraan Dunia Dayung Perahu Naga ke-14 di Pattaya Rayong, Thailand, Kamis (22/8/2019) yang diikuti 22 negara anggota Federasi Dayung Perahu Naga Internasional (IDBF).

Bahkan hasil tersebut membuat Merah Putih berkibar di udara dan Indonesia Raya berkumandang kembali pada kejuaraan dunia dayung perahu naga setelah 22 tahun lalu, tepatnya tahun 1997 mengalun di Hong Kong.

Nomor ini adalah nomor dayung yang akan dipertandingkan pada SEA Games 2019 di Filipina, November-Desember 2019 mendatang. Medali perak untuk nomor ini direbut tim Amerika Serikat yang mencatat waktu 3 menit 56,704 detik, sedangkan Myanmar harus puas dengan perunggu dengan waktu 3 menit 57,608 detik. Sedangkan Thailand yang bakal menjadi lawan sengit Indonesia pada SEA Games Filipina jauh tertinggal pada urutan keenam dengan waktu 4 menit 5,434 detik.

"Prestasi ini memang kejutan karena setelah kita juara dunia pada 1997, baru kali ini kita ikut lagi kejuaraan dunia dan berhasil juara lagi. Ini berkat pembinaan berkesinambungan dan terarah," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB-PODSI), Budiman Setiawan, melalui keterangan tertulisnya.

Sehari sebelumnya, Rabu 21 Agustus 2019, Indonesia meraih medali perunggu pada nomor sama dengan catatan waktu 8 menit 31,491 detik. Medali emas dan perak kala itu masing-masing menjadi milik Amerika Serikat dan China.

AS tampil sebagai juara nomor ini pada hari pertama kejuaraan, lantaran panitia menjatuhkan hukuman penambahan waktu 10 detik kepada China, Indonesia dan Australia. “Mungkin karena ada rambu terapung yang tidak dilewati saat memutar,” kata Budiman yang menambahkan jika Jumat dan Sabtu pekan ini, Indonesia akan kembali tampil pada nomor 500 dan 200 meter.

Sementara itu, pelatih tim dragon boat Indonesia, Suryadi mengatakan jika hasil ini sesuai dengan harapan, di mana catatan waktu tersebut terus mengalami peningkatan dibandingkan babak semifinal yang menunjukkan angka 4 menit 01.895 detik.  "Target sesuai yang kita harapkan meski ini adalah ujicoba pertama untuk nomor 22 crew mix," katanya.

 

Menurutnya, apa yang diraih tim dragon boat Indonesia merupakan buah kerja keras latihan yang selama ini dilakukan. Latihan sendiri terbilang tidak putus sejak persiapan menghadapi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang lalu. "Kami bersyukur PB PODSI mempertahankan kondisi atlet pasca Asian Games dengan menggelar pelatnas secara kontinyu. Dengan masih bertahannya kondisi atlet-atlet maka performanya masih tetap bertahan dan siap bersaing pada Kejuaraan Dunia 2019," tutur Suryadi.

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more