Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

Jabar Borong Emas Kejuaraan Perahu Naga Piala Presiden di Palembang

   Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai mengalungkan medali ke kontingen Jabar.

Palembang, Sumselupdate.com – Kontingen Jawa Barat berhasil menyapu bersih empat medali emas dari empat nomor yang dipertandingkan pada Kejuaraan Perahu Naga Piala Presiden 2018 yang digelar di Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, pada 13-15 Juli.

Ketua KONI Jabar Brigjen TNI Ahmad Saefudin mengaku bangga kontingen nya mampu membawa pulang juara umum Piala Presiden. Menurutnya, hasil ini juga tak lain perjuangan latihan dan arahan pelatih.

“Tentu ini menjadi persiapan tersendiri baik di ajang Asian Games atau pun PON yang akan datang,” urainya.

 

Sebagaimana kebiasaan KONI Jabar, para atlet yang mengharumkan nama daerah baik nasional dan internasional akan memperoleh reward. Menurutnya, reward yang diberikan tak sebanding dengan perjuangan para atletnya.

Namun demikian akan membuat semangat dan terus meningkatkan performa. “Jadi mereka akan kita kuliahkan, karena ini buat masa depan mereka. Kalau sedang S-1 kita biaya S-1, begitu juga S-2,”pungkasnya.

Senada dengan itu dikatakan Kadispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo bahwa single event Piala Presiden ini digelar guna menguji kesiapan atlet dan penyelenggaraan jelang Asian Games.

“Jadi ada empat aspek yang akan dinilai mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertindak sebagai Panitia Pelaksana, regulasi baru di cabang olahraga (cabor) yang bersangkutan, mekanisme pertandingan hingga venue itu sendiri,” terang Yusuf.

Menurutnya, kendati jajaran panitia belum melakukan rapat evaluasi namun secara umum ia menilai kejuaraan ini cukup sebagai tes event menuju Asian Games nantinya.

 

“Artinya evaluasi tetap, berkoordinasi terus ditingkatkan dan ini menjadi bahan panitia agar saat Asian Games nanti, termasuk panitia, dan juga catering bagi atlet,” jelasnya. (sbw)                

KejuaraanPerahu Naga

Piala Presiden 2018

12 - 15 Juli 2018

Jakabaring Rowing dan Canoeing

Regatta Course

Palembang, Sumatera Selatan

Untuk informasi lebih lanjut silakan kontak :

1. Sugiman Hp.0812-97700124

2. Wawan Hp. 0813-13527611

 

Dayung Asian Games 2018, Ujian Pertama di Sydney


JUARA.NET - Level dayung Indonesia memang bukan Asia Tenggara lagi karena Yayah Rokayah dkk. sudah menjadi penguasa ASEAN.

Penulis: Aprelia Wulansari

 

Arena persaingan sejati tim dayung Merah-Putih adalah di level Asia.

Asian Games 2018 merupakan turnamen utama para pedayung Indonesia tahun ini.

Tim dayung yang telah menggelar pelatnas berkesinambungan sejak 2012 sudah siap untuk tampil di turnamen internasional sebagai persiapan menuju Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September.

“Kami akan turun di Sydney bulan depan. Kami telah berlatih dengan keras dan kita akan tahu hasil latihan di turnamen tersebut,” ucap Boudewijn van Opstal, pelatih kepala pelatnas dayung Indonesia, kepada BOLA, Kamis (15/2/2018).

Tim utama pelatnas sebanyak 24 pedayung akan tampil di Turnamen Dayung Internasional Sydney 2018 yang digelar di Sydney, Australia, 19-25 Maret 2018.

Turnamen internasional ini sudah sering diikuti oleh para atlet pelatnas.

Para pedayung elite dunia juga akan tampil.

Antara lain peraih perak nomor lighweight double sculls asal Irlandia yang merupakan saudara kandung, Paul dan Gary O’Donovan, serta juara dunia nomor lightweight coxless pair yang juga asal Irlandia, Shane O’Driscoll dan Mark O’Donovan.

Seperti dilansir dari Rowing Australia, tim dari negara Asia juga akan hadir, yakni Jepang, Hong Kong, dan Vietnam.

“Lomba ini adalah salah satu turnamen terbesar di Australia dan menjadi uji coba yang bagus untuk kami,” kata Boudewijn van Opstal.

Setelah menjajal uji coba pertama di Australia, La Memo dkk. direncanakan akan menjalani training camp di Eropa selama tiga bulan.

 

 

Senin, 15 Januari 2018 17:26:44

Cabang Olahraga Dayung sebagai salah satu unggulan Indonesia di ajang Asian Games nanti tidak luput dari kunjungan Menpora Imam Nahrawi yang hari Senin (15/1) sore bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan Wakil Ketua PODSI Budiman Setiawan meninjau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Dayung datang di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (15/1) siang.(foto:egan/kemenpora.go.id)

Purwakarta: Cabang Olahraga Dayung sebagai salah satu unggulan Indonesia di ajang Asian Games nanti tidak luput dari kunjungan Menpora Imam Nahrawi yang hari Senin (15/1) sore bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan Wakil Ketua PODSI Budiman Setiawan meninjau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Dayung datang di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (15/1) siang. 
 
Tidak mau hanya berdiri meninjau para atlet latihan, Menpora ingi merasakan langsung bagaimana para atlet memeras keringat dalam berlatih. Menteri asal Bangkalan Madura Jawa Timur ini ikut naik perahu dan mengayuh dayung bersama para atlet dayung dalam sesi latihan Perahu Naga (TBR) di Waduk Jatiluhur bersama 57 atlet Canoeing, TBR, dan Slalom."Indonesia adalah negara maritim, merangkai kebhinekaan dengan air, oleh karenanya olahraga air harus jaya termasuk dayung didalamnya," semangat Menpora kepada para atlet sesaat sebelum turun mendayung.
 
"Kita tidak hanya ingin sukses penyelenggaraan, ekonomi, dan administrasi, tetapi juga sukses prestasi. Untuk dayung saya percaya, rekam jejak kesuksesan sudah saya lihat, pemerintah terus akan suport segala yang diperlukan atlet, official, pelatih, hingga masa depan atlet terus dipikirkan," tambahnya.
 
Sementara Manajer TBR Young Mardinal memaparkan bahwa andalan tim dayung Indonesia ada pada kecepatan, oleh karenanya jarak cepat 200M menjadi konsentrasi tersendiri.
"Sekarang ini kita menuju latihan khusus, andalan kita dikecepatan, maka jarak dekat menjadi prioritas dan dinomor 200M ditargetkan dapat emas," jelasnya.
 
Untuk meningkatkan kualitas latihan akan diadakan tryout dibeberapa negara, seperti ke Thailand, Cheko, dan Jerman. Pelatih-pelatih berpengalaman disiapkan dan selalu mendampingi, ditambah dua pelatih asing Cristian Veref dari Hungaria dan Jaroslav Radon dari Cheko. 
 
Dipenghujung digelorakan semangat, ketika Menpora menanyakan, "Siapa kita?", serempak dijawab atlet dengan gemuruh, "Dayung Indonesia Juara". Hadir pula dalam peninjauan ini, Sekjen PODSI Edy Suyono, pengurus PODSI Jabar, Pengelola Waduk dan Muspika Jatiluhur.(cah)

 

 

Julianti Sumbang Dua Medali di Kejuaraan Asia Rowing Indoor

SUMBANG MEDALI – Pendayung putri Sulawesi Tenggara Julianti (Jaket merah) berhasil menyumbangkan dua medali pada kejuaraan asian rowing indoor di Malaysia (19/11/2017). Dua medali Julianti yakni dinomor Single argometer putri medali perak dan nomor double argometer medali perunggu. (M Rasman Saputra/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pendayung putri Sulawesi Tenggara (Sultra), Julianti berhasil menyumbangkan dua medali bagi kontingen dayung Indonesia pada kejuaraan asia rowing indoor di Malaysia, Minggu (19/11/2017). Julianti berhasil meraih medali perak dinomor single argometer putri dan medali perunggu dinomor double argometer putri berpasangan dengan pendayung asal Jambi, Endang.

Pelatih dayung rowing Indonesia asal Sultra, M Hadris mengatakan, keberhasilan Julianti ini menjadi bukti bahwa atlet dayung Sultra bukan hanya bisa berprestasi ditingkat nasional tetapi juga mampu berprestasi ditingkat internasional seperti kejuaraan asia rowing.

Dengan hasil ini pula terangnya, kemungkinan besar Julianti akan menjadi andalan tim dayung Indonesia pada asian games 2018. Untuk itu, dirinya sangat berharap hasil ini tidak membuat Juliati puas, sehingga dapat terus berlatih dan mampu meningkatkan prestasi di asian games nantinya.

“Asian Rowing Indoor ini hanyalah ajang uji coba. Jadi meskipun dia berhasil meraih medali di ajang ini tetap harus dilakukan evaluasi terhadap pencapaiannya, sehingga ketika di asian games nantinya bisa diketahui kekurangan yang mesti dibenahi,”jelasnya, pada zonasultra.com, Senin (20/11/2017).

Sementara itu, Julianti kepada zonasulra.com menuturkan, persaingan di asian rowing indoor ini sangatlah ketat. Sebab 80 persen pendayung-pendayung handal di asia turun dalam ajang tersebut. Jadi Kejuaraan asia ini menjadi gambaran peta kekuatan persaingan di asian games.

Khusus untuk Asian Games, gadis asal Desa Landawe Kecamatan Asera Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggra ini mengunkapkan, dirinya ingin memberikan medali bagi tim dayung Indonesia. Jadi latihan keras guna meningkatkan penampilannya di asian games mendatang.

“Tradisi atlet Sultra menyumbangkan medali di sea games dan asian games senantiasa dilakukan. Untuk itu saya akan berupaya untuk menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia di asian games nantinya,”tuturnya. (B)

 

Thursday, August 3, 2017

 

Kejuaraan U23 Dunia Rowing 2017

 
Keterangan:
[1] Medali Emas.
[2] Medali Perak.
[3] Medali Perunggu.

1. PUTRA

1.1. BLM1x (U23 Lightweight Men's Single Sculls) - Final A
[1] 06:53.460 Uncas Batista (Brasil)
[2] 07:01.410 Alexis Lopez Garcia (Meksiko)
[3] 07:02.180 Lorenzo Galano (Italia)

1.2. BLM2- (U23 Lightweight Men's Pair) - Final A
[1] 06:33.050 Giuseppe Di Mare/Alfonso Scalzone (Italia)
[2] 06:36.700 Mert Kaan Kartal/Fatih Unsal (Turki)
[3] 06:37.630 Shane Mulvaney/David O'Malley (Irlandia)

1.3. BLM2x (U23 Lightweight Men's Double Sculls - Final A
[1] 06:19.570 Antonio Vicino/Gabriel Soares (Italia)
[2] 06:20.340 Christian Hageman/Alexander Modest (Denmark)
[3] 06:20.480 Jordi Rodriguez/Rodrigo Conde Romero (Spanyol)

1.4. BLM4- (U23 Lightweight Men's Four) - Final A
[1] 06:06.540 Riccardo Italiano;Alberto Di Seyssel; Sebastiano Galoforo; Giovanni Ficarra (Italia)
[2] 06:07.890 John Gleim; James Kyle; Vincent Lamonte; Austin Treubert (Amerika Serikat)
[3] 06:09.410 Ferdiansyah; Ali Buton; Denri Maulidzar Al Ghifari; Ardi Isadi (Indonesia)

1.5. BLM4x (U23 Lightweight Men's Quadruple Sculls) - Final A
[1] 05:50.620 (Swiss)
[2] 05:52.090 (Austria)
[3] 05:52.370 (Irlandia)

1.6. BM1x (U23 Men's Single Sculls) - Final A
[1] 06:49.350 (Kanada)
[2] 06:52.090 (Afrika Selatan)
[3] 06:55.030 (Polandia)

1.7. BM2- (U23 Men's Pair) - Fina A
[1] 06:31.790 (Rumania)
[2] 06:33.490 (Prancis)
[3] 06:34.100 (Serbia)

1.8. BM2x (U23 Men's Double Sculls) - Final A
[1] 06:18.140 (Britania Raya)
[2] 06:19.060 (Prancis)
[3] 06:21.570 (Lithuania)

1.9. BM4- (U23 Men's Four) - Final A
[1] 05:50.160 (Australia)
[2] 05:53.640 (Britania Raya)
[3] 05:56.390 (Austria)

1.10. BM4+ (U23 Men's Coxed Four) - Final A
[1] 06:04.720 (Italia)
[2] 06:07.240 (Britania Raya)
[3] 06:08.070 (Amerika Serikat)

1.11. BM4x (U23 Men's Quadruple Sculls) - Final A
[1] 05:29.550 (Belanda)
[2] 05:31.570 (Rumania)
[3] 05:32.640 (Britania Raya)

1.12. BM8+ (U23 Men's Eight) - Final A
[1] 05:29.550 (Belanda)
[2] 05:31.570 (Rumania)
[3] 05:32.640 (Britania Raya)

2. PUTRI
2.1. BLW1x (U23 Lightweight Women's Single Sculls)
[1] 07:40.19 Marieke Keijser (Belanda)
[2] 07:42.90 Clara Guerra (Italia)
[3] 07:44.27 Nicole van Wyk (Afrika Selatan)

2.2. BLW2x (U23 Lightweight Women's Double Sculls) - Final A
[1] 07:01.24 Ionela-Livia Lehaci/Gianina-Elena Beleaga (Rumania)
[2] 07:02.32 Allegra Francalacci/Federica Cesarini (Italia)
[3] 07:12.32 Thomais Emmanouilidou/Maria Pergouli (Yunani)

2.3. BLW4x (U23 Lightweight Women's Quadruple Sculls)
[1] 06:25.96 (Italia)
[2] 06:31.94 (Belanda)
[3] 06:32.26 (Jerman)

2.4. BW1x (U23 Women's Single Sculls)
[1] 07:36.99 Lovisa Claesson (Swedia)
[2] 07:40.05 Pascale Walker (Swiss)
[3] 07:42.68 Emily Kalifeiz (Amerika Serikat)

2.5. BW2- (U23 Women's Pair) - Final A
[1] 07:15.66 Melita Abraham; Antonia Abraham (Chile)
[2] 07:17.55 Annabella McIntyre; Brownwyn Cox (Australia)
[3] 07:17.71 Kendall Brewer; Brook Pierson (Amerika Serikat)

2.6. BW2x (U23 Women's Double Sculls) - Final A
[1] 07:03.88 Tasiana Klimovich; Krystina Staraselets