Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

Tim Perahu Naga Meraih Medali Emas Di Cina

(Analisa/istimewa) SUKACITA: Tim Perahu Naga Indonesia bersukacita setelah menjadi yang terbaik di Kejuaraan Dragon Boat Internasional di Qinzhou, Tiongkok, Sabtu (18/6/16)

Qinzhou, (Analisa). Tim perahu naga Indonesia menorehkan prestasi gemilang, sehingga Bendera Merah Putih kembali berkibar di Kejuaraan Internasional Dra­gon Boat di Tiongkok.

An­dri Agus Maulana dkk menjadi jawara setelah usai jadi yang tercepat di Kejuaraan Qinzhou Dragon Boat Race 2016.

Pada perlombaan yang di­gelar di Qinzhou, Tiongkok, Sabtu (18/6), Andri dkk berha­sil menjadi yang tercepat sete­lah mencapai garis finis deng­an catatan waktu 2 menit 27,65 detik. Tim Indonesia berhasil me­nyingkirkan peserta lain dari Tiongkok dan Hong Kong.

Keberhasilan ini menjadi kali ketiga sepanjang perlom­baan dragon boat yang digelar di tiga kota di Tiongkok, yaitu Kai­feng, Nanning, dan Qin­zhou.

Sebelumnya, tim perahu naga me­raih dua medali emas pada Hakka Inter­national Dra­gon Boat Race Tournament di Kaifeng, China, 7-9 Juni 2016 pada nomor 200 meter dengan menca­tat waktu 40,72 detik dan jarak 500 M dengan men­catat waktu 1 menit 48,69 de­tik.

Sementara di Nanning, tim perahu naga menjadi juara umum di Kejuaraan Asia International Dragon Boat Races di Nanning, Tiongkok, 11-12 Juni 2016.

Sesuai Target

Direktur Perfoma Tinggi Lomba 1 Satlak Prima, Hadi Wihardja, menga­takan hasil yang ditorehkan tim perahu naga saat bertanding di tiga kota Tiongkok sudah sesuai de­ngan ditar­get­kan Satlak Pri­ma di tahun 2016.

"Sudah sesuai untuk tahun 2016. Tapi tetap ada parame­ter yang mereka harus capai agar dua emas Asian Games 2018 menjadi nyata," kata Ha­di dalam pesan singkatnya ke­pada detikSport, Minggu (19/6).

"Salah satu dari parameter adalah belajar dari kesuksesan dragon boat di Asian Games 2010. Bagaimana kekuatan in­dividual saat itu. Tugas pelatih harus menciptakan kekuatan individual atlet nanti lebih baik Dari personal di 2010," lanjut dia.

Di samping itu, perlu ada penambahan personel untuk dragon boat mengingat di Asi­an Games akan mempertan­dingkan 12 pedayung. Saat ini sudah ada 14 atlet yang dipe­latnaskan dengan dua cadang­an.

"Tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu di­lakukan kom­petisi dan me­nam­bah jumlah atlet un­tuk di­pelatnaskan menjadi 20. Deng­an demikian persaingan untuk para atlet semakin hari sema­kin ketat dan ti­dak ada atlet yang lengah jika pola ke­­pe­­latihannya tidak konsis­ten. De­ngan demikian pada saat Asian Games benar benar ter­bentuk tim yang kuat untuk menghadapi negara mana­pun,"Hadi menjelaskan.

Dia juga berharap kesukse­san yang dicatatkan tim perahu naga tahun ini menjadi langkah awal kebangkitan tim dayung di Asian Games nanti.

"Semoga ini menjadi awal kebang­kitan untuk bisa meraih medali emas pada Asian Ga­mes 2018," tutupnya. (dtc)

PON XIX Jabar 2016

Raih 18 Emas, Jabar Dipastikan Juara Umum Olahraga Dayung di PON XIX

Minggu, 25 September 2016 21:34

DAYUNG -- Pada PON XIX/2016 Jawa Barat cabang olahraga (cabor) Dayung Jawa Barat menargetkan 8 (delapan) medali emas. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berkesempatan untuk meninjau langsung pemusatan pelatihan di Situ Cileunca Kabupaten Bandung, Sabtu (10/9/16).

 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

KARAWANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Tim Jawa Barat (Jabar) dipastikan juara umum cabang olahraga (cabor) dayung di ajang PON XIX Jabar yang digelar di Situ Cipule sejak 14 September. Hingga Minggu (25/9/2016), Jabar mengoleksi 18 emas.

Di posisi kedua raihan emas, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengoleksi 3 emas, dua perak dan 3 perunggu. Kemudian disusul Maluku di urutan ketiga dengan raihan 3 emas dan dua perunggu. Cabor dayung hari terakhir akan digelar Senin (26/9), yang akan mempertandingkan tiga laga dayung nomor perahu naga di jarak 200 meter.

Kemarin, Jabar kembali menyumbang dua emas dari dayung perahu naga di nomor 10 pedayung putra jarak 500 M. Melaju di lintasan 4, perahu naga tim Jawa Barat berhasil menjadi yang terdepan. Mereka berhasil finish dengan catatan waktu 2 menit 14,29 detik.

Adapun urutan 2 dan 3 diperebutkan oleh tim dayung Sulawesi Selatan dan Papua. Kedua perahu naga mereka bersaing ketat. Berdasarkan catatan panitia, selisih waktu finish keduanya hanya 0,01 detik. Tim dayung Sulawesi Selatan berhasil finish di urutan kedua dengan perolehan waktu 2 menit 15,46 detik. Adapun tim Papua berhasil finish dengan waktu 2 menit 15,47 detik.

Jabar kembali menyumbang emas di nomor 10 pedayung putri jarak 500 meter. Mereka berhasil finish dalam waktu 2 menit 25,48 detik. Di urutan kedua, Papua berhasil meraih medali perak dengan catatan waktu 2 menit 26,96 detik. Adapun tim dayung Jawa Timur (Jatim) berhasil meraih perunggu dengan catatan waktu 2 menit 27,15 detik. (men)

 

Berharap Kejutan La Memo, Atlet Dayung Indonesia di Olimpiade Rio

09 Agu 2016, 15:10 WIB
 
 

 

Liputan6.com, Rio de Janeiro - Atlet dayung (rowing) Indonesia, La Memo, akan turun di babak perempat final nomor single sculls putra Olimpiade 2016 Rio, Brasil, Selasa (9/8/2016) malam WIB. Bersama lima atlet dayung lainnya, La Memo akan memperebutkan tiket semifinal.   

Selain La Memo, masih ada Shakhboz Kholmurzaev (Uzbekistan), Angel Fournier Rodriguez (Kuba), Nils Jakob Hoff (Norwegia), Grant Rhys (Australia), dan Dongyong Kim (Korea Selatan). Enam atlet dayung itu bersaing di perempat final pertama.

Terdapat empat pertandingan perempat final dayung (rowing) yang berlangsung malam ini mulai pukul 18.30 WIB. Masing-masing perempat final diisi oleh enam atlet dayung dari negara-negara yang berbeda.

Sebelumnya, La Memo lolos ke perempat final setelah menduduki urutan ketiga dengan catatan waktu 7 menit 14,17 detik. Secara keseluruhan dia menempati peringkat kedelapan, dan sudah cukup membuatnya memperoleh tiket perempat final Olimpiade 2016.  

Dalam lomba yang berlangsung di Lagoa, Brasil, La Memo finis di belakang atlet Inggris dan Belarusia. Latihan di Belanda membuat La Memo berkembang pesat dan mampu beradaptasi dengan cuaca dan angin kencang.

Pelatih Dayung Indonesia, Muhamad Hadris, sebelumnya memuji penampilan atlet berusia 21 tahun tersebut. Belakangan, La Memo dianggap sudah terbiasa dan konsisten dengan kecepatannya.

Melihat performa La Memo sebelumnya, bukan tidak mungkin ia berpeluang lolos ke semifinal. La Memo juga masih bisa mempertajam catatan waktunya.

Sabtu, 13 Agustus: Final C men's single scull

La Memo finish di posisi ke-4 dari 6 pendayung dalam babak final C dengan catatan waktu 6 menit 59,44 detik, terpaut 4,48 detik dari pendayung India Dattu Baban Bhokanal di posisi satu.

 

Dengan hasil ini, Memo berhasil menempati peringkat 16 dari 32 pendayung yang ikut bertanding di nomor single sculls putra di Olimpiade Rio 2016.

 

Tim Dragon Boat Putri Indonesia penuhi ambisi

Singapura, 6 Juni 2016

 
KBRN, Singapura : Tim Dragon Boat Putri Indonesia yang dipersiapkan ke Asian Games 2018 berhasil memenuhi ambisinya dengan merebut medali emas pada Kejuaraan Dragon Boat DBS Marina Regatta di Singapura, Minggu (5/6/2016).

Di final 500 M Premier Women, Tim Merah Putih yang diperkuat 14 pedayung mampu mengalahkan Tim Hongkong, tuan rumah Singapura, Filipina dan Klub lokal.

"Medali emas memang sudah menjadi target. Di Singapura, kita hanya ingin melihat sudah sejauh mana perkembangan prestasi yang dialami sejak mulai latihan Januari lalu," kata Direktur Performa Tinggi (HPD) Dragon Boat, Young Mardinal di Jakarta, Senin (6/6/2016).

Meski meraih emas, kata Mardinal, Tim Dragon Boat putra dan putri akan terus digenjot dalam latihan. Apalagi, persaingan di Asian Games 2018 cukup ketat.

"Kita akan terus meningkatkan prestasi sehingga dragon boat bisa menjadi andalan Indonesia pada Asian Games 2018 nanti," katanya.

Pelatih Tim Dragon Boat, Syahid Nuryasin mengatakan, Tom Dragon Boat harus banyak diikutsertakan dalam berbagai event internasional.

"Tampil dalam event internasional itu sangat penting. Selain menambah pengalaman bertanding bagi atlet, kita juga bisa melakukab evaluasi kekurangan yang ada," katanya.

Lebih jauh Mardinal menyebutkan, persiapan Tim Dragpn Boat mendapat dukungan penuh dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

"Kehadiran Satlak Prima sangat membantu. Bukan hanya dukungan dana tetapi Satlak Prima juga membantu program latihan dengan menggunakan sport science," kata Mardinal. (FG/WDA)

 

06 June 2016 21:58 WITA

Tim Rowing Indonesia Raih Peringkat Ketiga Kejuaraan Asia di Iran

 
Editor: Sulaiman Abdul Karim
 

 

 

RAKYATKU.COM, TEHERAN -Tim Rowing Indonesia yang dipersiapkan ke Asian Games 2018, menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Rowing Asia yang berakhir di Azadi Lake Teheran, Iran, Minggu (5/6/2016).

Dari delapan nomor final yang diperlombakan pada hari terakhir, Tim Rowing Indonesia menambah 2 emas 1 perak dan 1 perunggu. Manajer Tim Dayung Idnonesia, Edy Suyono mengatakan pencapaian tim rowing Indonesia dengan merebut 3 keping emas merupakan hasil yang sangat luar biasa. "Ini langkah postif buat rowing yang dipersiapkan ke Asian Games," ujar Edy yang juga Sekjen PB PODSI

Medali Tim Rowing Indonesia disumbangkan Kakan Kusmana. Ia mempersembahkan medali emas kedua di nomor LM1X jarak 1000 meter. Kakan menyentuh garis finish pertama dengan mencatat waktu 3 menit 28,599 detik. Posisi kedua ditempati pendayung Korea Utara Ch.Pak dengan waktu 3  menit 30,946 detik dan H.Khedri dari Iran meraih perunggu dengan waktu 3 menit ,37 505 detik.

Satu medali emas lainnya dihasilkan di nomor LM2X melalui duet pendayung Arief dan M Yakin yang mencatat waktu tercepat 3 menit 13, 097 detik. Posisi kedua Tim Iran 1 M Haghi dan A Mahmpudpour dengan waktu 3 menit 16,136 detik. Sedangkan ketiga Tim Iran 2 A Naghibi dan A Nikoukhesal dengan catatatan waktu 3 menit 33, 556 detik. 

Satu medali perak dihasilkan di nomor LW1X berjarak 1.000 meter melalui pendayung putri H Corputty dengan catatan waktu 3 menit 57,371 detik. Medali emas di nomor ini direbut pendayung putri tuan rumah N Malaei dengan catatan waktu 3 menit 47, 981 detik. Sedangkan perunggu M Raruen dari Thailand.
 
Di nomor LW2X , dua pendayung putri Wahyuni dan Yuniarti juga tidak ketinggalan menyumbang 1 medali perunggu. Wahyuni dan Yuniarti berada di belakang Kazakhtan dan Iran 1 yang merebut medali emas dan perak.

 

Pada Kejuaraan Rowing Asia ini, Kazakhstan keluar sebagai juara umum dengan 5 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Posisi kedua ditempati tuan rumah, Iran dengan 4 emas, 4 perak, 2 perunggu dan Indonesia berada di posisi ketiga dengan 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

 

 

                              

 

 

Indonesia Loloskan 2 Atlet Rowing ke Olimpiade

 

Mercy Raya - detikSport

Jakarta - Rowing berhasil mengantongi dua tiket Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Itu setelah Memo yang turun di nomor single sculls putra (M1X) dan Dewi Yuliawati di kelompok putri (W1X) mencapai final Kejuaraan Dayung Asia-Oceania hari ini.

Dalam perlombaan yang dihelat di Danau Langeum, Chung-Ju, Korea Selatan, Minggu (24/4/2016), Memo dan Dewi sama-sama menempati posisi ketiga dalam ajang yang sekaligus digunakan untuk kualifikasi Olimpiade Rio de Jeneiro tersebut.

Memo yang bersaing dalam kelompok semifinal single sculls (M1X) putra mencatatkan waktu 7 menit dan 24,43 detik. Korea Selatan dengan catatan waktu 7 menit 18,74 detik dan Thailand (7 menit dan 20,66 detik) berturut-turut finis pertama dan kedua dalam semifinal itu.

Pada persaingan kelompok putri (W1X), Dewi finis ketiga dengan catatan waktu 8 menit dan 3,84 detik. Urutan pertama dan kedua masing-masing diduduki Korea (7 menit dan 57,64 detik) dan Vietnam (8 menit dan 0,53 detik).

Dengan laju itu, Memo tercatat sebagai atlet rowing putra pertama yang lolos kualifikasi Olimpiade. Sementara, Dewi menjadi yang kedua dari sektor putri setelah Pere Karoba dari Papua lolos Olimpiade Athena 2004.

"Terus terang, perahu saya sempat kurang laju karena pengaruh angin kencang datang dari depan. Tetapi, saya senang kerja keras selama ini telah membuahkan hasil dengan meraih tiket ke Olimpiade Rio de Jeneiro 2016," kata Memo.

Pada babak final yang dihelat Senin (25/4/2016), Memo akan bersaing dengan atlet Irak, Thailand, Kazakhstan, Korea, dan India. "Saya akan berusaha tampil lepas dan sekuat tenaga untuk mempersembahkan medali pada Merah Putih," kata Memo.

Senada, Dewi juga tak kalah bahagia dengan hasil positif tersebut. Apalagi kesehatannya sempat terganggu selama perlombaan. "Ya, saya juga senang bisa lolos ke Olimpiade 2016. Hasil ini sudah maksimal apalagi saya sempat mengalami gangguan tenggorokan karena pengaruh cuaca," kata Dewi.

Di partai puncak, Dewi akan bersaing dengan atlet Kazakhstan, Vietnam, Taipei, Korea Selatan, dan Iran. "Saya ingin minimal mengulang sejarah sukses tahun lalu ketika saya meraih perak pada Kejuaraan Dayung Asia di Beijing, China 2015," kata Dewi yang masih dalam tahap pemulihan cidera tahun lalu.

PB PODSI masih berpeluang untuk menambah atlet ke Olimpiade. Yakni, dari kelas LM2X atas nama Tanzil dan Ihram asalkan kedua pedayung itu bisa menembus posisi ketiga dalam pertandingan final pada 25 April.



PODSI bidik empat nomor dayung kualifikasi Olimpiade 2016

Selasa, 23 Februari 2016 19:58 WIB | 1.945 Views

 

Indonesia sabet 2 emas pada Asian Canoe Championship 2015 Palembang

 

Minggu, 08 November 2015 18:29

Tim Putri Indonesia berhasil menyabet 2 emas pada Kejuaraan KanoTingkat Asia, pada Asian Canoe Championship 2015 Palembang di nomor Perahu Naga, Minggu (8/11).

Kabut asap yang menyelimuti Danau Jakabaring Sport City (JSC) tidak menghalangi tuan rumah untuk menjadi yang terdepan di final nomor lomba Perahu Naga Putri 500 m dengan catatan waktu 7:53.829. Sementara Iran dan Hongkong harus puas berada ditempat kedua dan ketiga dengan catatan waktu masing-masing 8:34.901 dan 8:36.941.

Sukses tim putri berlanjut di final nomor Perahu Naga 200 m dengan torehan waktu 3:05.837. Lebih cepat dari Iran yang berada jauh dibelakang dengan catatan waktu 3:14.047 dan Hongkong sebagai juru kunci dengan catatan waktu 3:18.158.

Kepada Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Pelatih Perahu Naga Indonesia, Herman Harun, mengatakan pihaknya sempat khawatir dengan masalah kabut asap yang menghalangi jarak pandang. Namun, berkat disiplin dalam mengikuti instruksi pelatih, kendala tersebut dapat diatasi dan meraih hasil maksimal.

Memang tadi pada start pertama turun kabut (asap-red) tapi anak-anak masih bisa mengatasi. Instruksi saya tidak usah melihat jauh tapi fokus saja pada 30 meter kedepan supaya tidak keluar lintasan dan hasilnya mereka masih bisa mengendalikan.” Tutur Herman.

Sementara target emas dinomor putra kandas setelah hanya mampu berada pada urutan ketiga pada final Perahu Naga 500 m dengan catatan waktu 2:26.457. Filipina menjadi yang terbaik dinomor ini dengan waktu tercepat 2:24.441 menyusul China taipei ditempat kedua dengan catatan waktu 2:25.704.

Dengan hasil ini Indonesia mengemas 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu hingga akhir lomba. Namun sayang, cabang olahraga dayung tidak berhasil mencuri tiket untuk turun pada Olimpiade Rio tahun depan dengan gagalnya atlet dayung andalan Spens Stuber Mehue memenuhi catatan waktu pada babak prakualifikasi Olympic di nomor Canoe 200 m.

KANO KAYAK

Kabut Asap, Kejuaraan Kano Asia Tetap Digelar

 

JAKARTA, KOMPAS — Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia memastikan, meski kabut asap masih menyelimuti Sumatera Selatan, Kejuaraan Kano dan Perahu Naga Asia 2015 tetap akan digelar pada 4-8 November di Danau Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Budiman Setiawan, Wakil Ketua II PB PODSI, Rabu (21/10), menjelaskan, kejuaraan masih sesuai jadwal, belum ada perubahan meski kabut asap mendera Sumsel. "Seusai kunjungan delegasi teknis (technical delegate) dari Jepang, 11 Oktober lalu, dinyatakan semua masih bisa berlangsung sesuai jadwal," papar Budiman.

Sekretaris Jenderal PB PODSI Edy Suyono menambahkan, hingga pekan ini sudah 17 negara menuntaskan pendaftaran. Dari Asia Tenggara, negara-negara dengan kekuatan kano kayak, seperti Thailand, Brunei, Malaysia, dan Singapura, sudah mendaftar.

Tim-tim kuat dari Kazakhstan, Turkmenistan, Tajikistan, dan Uzbekistan sudah pula mendaftar. Lalu, dari Iran, India, dan Pakistan juga mendaftar. Tak ketinggalan tim-tim dari Asia Timur, seperti Hongkong, Jepang, dan Korea Selatan.

"Dengan banyaknya negara yang sudah mendaftar, sulit untuk mengubah lokasi lomba," ujar Edy.

Sejak awal, Kejuaraan Kano Asia sudah ditetapkan diselenggarakan di Sumsel. Delegasi teknis yang beberapa kali mengunjungi lokasi dan arena lomba juga menyatakan, arena tersebut bisa dipakai untuk berlomba.

Meski demikian, PB PODSI sebagai penyelenggara lomba terus memantau situasi kabut asap. Dalam dua minggu menuju kejuaraan, penyelenggara terus melaporkan situasi di arena kepada Federasi Asia.

Kualifikasi Olimpiade

Khusus untuk nomor kano, perlombaan di Palembang akan menjadi ajang kompetitif. Ini mengingat kejuaraan itu menjadi ajang terakhir kualifikasi Olimpiade Rio de Janeiro 2016, untuk zona Asia.

Tim-tim yang diturunkan dipastikan merupakan tim terbaik dari setiap negara. Sama seperti Indonesia, lawan-lawan asal sesama negara Asia itu juga pasti menargetkan bisa merebut tiket ke Olimpiade. Apalagi, sejumlah negara dengan tim kano kayak yang kompetitif belum merebut tiket Olimpiade Rio dalam Kejuaraan Dunia di Milan, Italia, Agustus lalu.

Dalam Kejuaraan Kano Asia awal November mendatang, hanya yang terbaiklah yang berhak meraih tiket Olimpiade.

Sebagai ajang kualifikasi, ujar Edy, nomor-nomor yang dilombakan tentu saja nomor-nomor Olimpiade. Untuk kayak putra jarak 1.000 meter ada kayak satu pedayung (MK1), MK2, dan MK4. Untuk kano jarak 1.000 meter ada kano satu pedayung (MC1) dan MC2.

Jarak 500 meter dirancang untuk putri, yaitu untuk kayak putri satu pedayung (WK1), WK2, dan WK4.

Di jarak 200 meter ada kayak putra satu pedayung (MK1), MK2, dan kayak putri satu pedayung (WK1). Selain itu, juga kano putra satu pedayung (MC1).

 

(HLN)

Senin, 15 Juni 2015 - 10:40 wib

 

 

Satu Lagi Olahraga Indonesia yang Juara Umum di SEA Games 2015

Tim dayung Indonesia, Denri Maulidzar, Muhad Yakin, Rendi Syuhada dan Mochammad Ali Darta saat memenangi nomor dayung empat putra 1000 meter di Kanal Marina Singapura, Minggu 14 Juni 2015. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)
 

SINGAPURA - Cabang olahraga dayung (rowing) perkasa setelah mampu menyumbangkan lima emas bagi kontingen Indonesia pada hari terakhir pelaksanaan olahraga tersebut pada SEA Games 2015 di Marina Channel, Singapura, Minggu 14 Juni 2015.

Memo kembali menyumbangkan medali emas setelah menjadi yang tercepat pada nomor men's single sculls 1000 meter. Atlet asal Seram, Maluku itu mampu menghasilkan catatan waktu tiga menit 27.25 detik. Untuk medali perak direbut atlet Filipina dan perunggu untuk Myanmar.

Medali emas berikutnya dipersembahkan oleh Arief dan Ihram dari nomor men's lightweight double 1000 meter putra setelah membuat catatan waktu tiga menit 13.24 detik. Budi Santoso dan Tanzil Hadid juga tidak ketinggalan setelah menjadi yang terbaik pada nomor men's pair 1000 meter putra.

Medali emas keempat rowing dipersembahkan dari nomor men's lightweight four 1000 meter. Sedangkan medali emas terakhir dari cabang olahraga rowing dipersembahkan dari nomor men' eights 1000 meter.

Dengan tambahan lima emas, tim rowing Indonesia mampu mengumpulkan total 13 medali emas, enam perak dan empat perunggu. Medali yang direbut ini berasal dari 18 nomor yang dipertandingkan. Dengan hasil ini, Indonesia dinobatkan sebagai juara umum rowing SEA Games 2015.

"Saya jelas bangga dengan pencapaian atlet-atlet dayung (kano, rowing, perahu naga) kami. Kami dari olahraga dayung telah memenuhi target yaitu 13 medali emas untuk kontingen Indonesia," kata Ketua Umum PB PODSI, Achmad Sutjipto di Singapura, mengutip Antara, Senin (15/6/2015).

Mantan KSAL itu juga sangat mengapresiasi kinerja atlet yang menyumbangkan medali perak dan perunggu karena catatan waktu yang dibukukan tidak jauh dengan yang meraih medali emas.

SEA Games XXVIII/2015

 

Rowing Sumbang Tiga Emas di Hari Pertama

1 Juni, 2015 - 13:44

 

SISKA NIRMALA/PRLM
TIM rowing Indonesia mempersembahkan medali emas di nomor light weight four 500 meter putra, SEA Games XXVIII/2015 Singapura, Kamis (11/6/2015).*   
 

SINGAPURA, (PRLM).- Cabang olah raga rowing berhasil mengumpulkan tiga medali emas pada pertandingan hari pertama cabor rowing SEA Games XXVIII/2015 Singapura, Kamis (11/6/2015). Dari total delapan nomor yang dipertandingkan pada siang itu di Marina Channel, Singapura, Indonesia berhasil mendulang total tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Maryam meraih emas di nomor light weight single 500 meter putri, dengan mencatatkan waktu tercepat yakni 1 menit 44,29 detik. Maryam unggul tipis 1,46 detik dari atlet asal Thailand Neegree Phuttharaksa yang meraih perunggu setelah membukukan waktu 1 menit 45,75 detik.

Adapun menyusul di urutan ketiga dengan perunggu atlet tuan rumah Singapura Sayidah Mohamed Rafa'ee yang terpaut 3,17 detik dari Maryam. Sayidah finis dalam waktu 1 menit 47,46 detik.

Sementara itu Memo meraih emas di nomor single sculls 500 meter putra dengan catatan waktu 1 menit 31,50 detik. Memo disusul atlet asal Myanmar yang berhak mengantongi perunggu, Aung Ko Ming yang mencatatkan waktu 1 menit 33,19 detik. Sementara perunggu menjadi milik Prem Nampratueng (Thailand) yang tiba di finis setelah 1 menit 34,95 detik.

Emas ketiga diraih di nomor beregu light weight four 500 meter putra. Denri Maulidzar Al-Ghiffari, Muhad Yakin, Rendi Syuhada Anugrah, dan Mohamad Lakiki yang mencatatkan waktu 1 menit 22,56 detik unggul tipis dari Vietnam (1 menit 22,98 detik). Sementara Myanmar menempati urutan ketiga dengan waktu 1 menit 23,62 detik.

Indonesia gagal mendapatkan emas di nomor pair 500 meter putra, setelah andalan 'Merah Putih' Budi Santoso dan Tanzil Hadid finis di urutan kedua dengan 1 menit 29,51 detik. Keduanya terpaut jarak 1,88 detik dari Vietnam yang finish pertama melalui Dinh Huy Nguyen dan Van Hieu Dam (1 menit 27,63 detik). Adapun Myanmar mengantongi perunggu melalui Myint San dan Saw Wai Hilam (1menit 29,63 detik). (Siska Nirmala/A-147)*** 

Subcategories

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more