Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

06 June 2016 21:58 WITA

Tim Rowing Indonesia Raih Peringkat Ketiga Kejuaraan Asia di Iran

 
Editor: Sulaiman Abdul Karim
 

 

 

RAKYATKU.COM, TEHERAN -Tim Rowing Indonesia yang dipersiapkan ke Asian Games 2018, menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Rowing Asia yang berakhir di Azadi Lake Teheran, Iran, Minggu (5/6/2016).

Dari delapan nomor final yang diperlombakan pada hari terakhir, Tim Rowing Indonesia menambah 2 emas 1 perak dan 1 perunggu. Manajer Tim Dayung Idnonesia, Edy Suyono mengatakan pencapaian tim rowing Indonesia dengan merebut 3 keping emas merupakan hasil yang sangat luar biasa. "Ini langkah postif buat rowing yang dipersiapkan ke Asian Games," ujar Edy yang juga Sekjen PB PODSI

Medali Tim Rowing Indonesia disumbangkan Kakan Kusmana. Ia mempersembahkan medali emas kedua di nomor LM1X jarak 1000 meter. Kakan menyentuh garis finish pertama dengan mencatat waktu 3 menit 28,599 detik. Posisi kedua ditempati pendayung Korea Utara Ch.Pak dengan waktu 3  menit 30,946 detik dan H.Khedri dari Iran meraih perunggu dengan waktu 3 menit ,37 505 detik.

Satu medali emas lainnya dihasilkan di nomor LM2X melalui duet pendayung Arief dan M Yakin yang mencatat waktu tercepat 3 menit 13, 097 detik. Posisi kedua Tim Iran 1 M Haghi dan A Mahmpudpour dengan waktu 3 menit 16,136 detik. Sedangkan ketiga Tim Iran 2 A Naghibi dan A Nikoukhesal dengan catatatan waktu 3 menit 33, 556 detik. 

Satu medali perak dihasilkan di nomor LW1X berjarak 1.000 meter melalui pendayung putri H Corputty dengan catatan waktu 3 menit 57,371 detik. Medali emas di nomor ini direbut pendayung putri tuan rumah N Malaei dengan catatan waktu 3 menit 47, 981 detik. Sedangkan perunggu M Raruen dari Thailand.
 
Di nomor LW2X , dua pendayung putri Wahyuni dan Yuniarti juga tidak ketinggalan menyumbang 1 medali perunggu. Wahyuni dan Yuniarti berada di belakang Kazakhtan dan Iran 1 yang merebut medali emas dan perak.

 

Pada Kejuaraan Rowing Asia ini, Kazakhstan keluar sebagai juara umum dengan 5 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Posisi kedua ditempati tuan rumah, Iran dengan 4 emas, 4 perak, 2 perunggu dan Indonesia berada di posisi ketiga dengan 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

 

 

                              

 

 

Indonesia Loloskan 2 Atlet Rowing ke Olimpiade

 

Mercy Raya - detikSport

Jakarta - Rowing berhasil mengantongi dua tiket Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Itu setelah Memo yang turun di nomor single sculls putra (M1X) dan Dewi Yuliawati di kelompok putri (W1X) mencapai final Kejuaraan Dayung Asia-Oceania hari ini.

Dalam perlombaan yang dihelat di Danau Langeum, Chung-Ju, Korea Selatan, Minggu (24/4/2016), Memo dan Dewi sama-sama menempati posisi ketiga dalam ajang yang sekaligus digunakan untuk kualifikasi Olimpiade Rio de Jeneiro tersebut.

Memo yang bersaing dalam kelompok semifinal single sculls (M1X) putra mencatatkan waktu 7 menit dan 24,43 detik. Korea Selatan dengan catatan waktu 7 menit 18,74 detik dan Thailand (7 menit dan 20,66 detik) berturut-turut finis pertama dan kedua dalam semifinal itu.

Pada persaingan kelompok putri (W1X), Dewi finis ketiga dengan catatan waktu 8 menit dan 3,84 detik. Urutan pertama dan kedua masing-masing diduduki Korea (7 menit dan 57,64 detik) dan Vietnam (8 menit dan 0,53 detik).

Dengan laju itu, Memo tercatat sebagai atlet rowing putra pertama yang lolos kualifikasi Olimpiade. Sementara, Dewi menjadi yang kedua dari sektor putri setelah Pere Karoba dari Papua lolos Olimpiade Athena 2004.

"Terus terang, perahu saya sempat kurang laju karena pengaruh angin kencang datang dari depan. Tetapi, saya senang kerja keras selama ini telah membuahkan hasil dengan meraih tiket ke Olimpiade Rio de Jeneiro 2016," kata Memo.

Pada babak final yang dihelat Senin (25/4/2016), Memo akan bersaing dengan atlet Irak, Thailand, Kazakhstan, Korea, dan India. "Saya akan berusaha tampil lepas dan sekuat tenaga untuk mempersembahkan medali pada Merah Putih," kata Memo.

Senada, Dewi juga tak kalah bahagia dengan hasil positif tersebut. Apalagi kesehatannya sempat terganggu selama perlombaan. "Ya, saya juga senang bisa lolos ke Olimpiade 2016. Hasil ini sudah maksimal apalagi saya sempat mengalami gangguan tenggorokan karena pengaruh cuaca," kata Dewi.

Di partai puncak, Dewi akan bersaing dengan atlet Kazakhstan, Vietnam, Taipei, Korea Selatan, dan Iran. "Saya ingin minimal mengulang sejarah sukses tahun lalu ketika saya meraih perak pada Kejuaraan Dayung Asia di Beijing, China 2015," kata Dewi yang masih dalam tahap pemulihan cidera tahun lalu.

PB PODSI masih berpeluang untuk menambah atlet ke Olimpiade. Yakni, dari kelas LM2X atas nama Tanzil dan Ihram asalkan kedua pedayung itu bisa menembus posisi ketiga dalam pertandingan final pada 25 April.



PODSI bidik empat nomor dayung kualifikasi Olimpiade 2016

Selasa, 23 Februari 2016 19:58 WIB | 1.945 Views

 

Indonesia sabet 2 emas pada Asian Canoe Championship 2015 Palembang

 

Minggu, 08 November 2015 18:29

Tim Putri Indonesia berhasil menyabet 2 emas pada Kejuaraan KanoTingkat Asia, pada Asian Canoe Championship 2015 Palembang di nomor Perahu Naga, Minggu (8/11).

Kabut asap yang menyelimuti Danau Jakabaring Sport City (JSC) tidak menghalangi tuan rumah untuk menjadi yang terdepan di final nomor lomba Perahu Naga Putri 500 m dengan catatan waktu 7:53.829. Sementara Iran dan Hongkong harus puas berada ditempat kedua dan ketiga dengan catatan waktu masing-masing 8:34.901 dan 8:36.941.

Sukses tim putri berlanjut di final nomor Perahu Naga 200 m dengan torehan waktu 3:05.837. Lebih cepat dari Iran yang berada jauh dibelakang dengan catatan waktu 3:14.047 dan Hongkong sebagai juru kunci dengan catatan waktu 3:18.158.

Kepada Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Pelatih Perahu Naga Indonesia, Herman Harun, mengatakan pihaknya sempat khawatir dengan masalah kabut asap yang menghalangi jarak pandang. Namun, berkat disiplin dalam mengikuti instruksi pelatih, kendala tersebut dapat diatasi dan meraih hasil maksimal.

Memang tadi pada start pertama turun kabut (asap-red) tapi anak-anak masih bisa mengatasi. Instruksi saya tidak usah melihat jauh tapi fokus saja pada 30 meter kedepan supaya tidak keluar lintasan dan hasilnya mereka masih bisa mengendalikan.” Tutur Herman.

Sementara target emas dinomor putra kandas setelah hanya mampu berada pada urutan ketiga pada final Perahu Naga 500 m dengan catatan waktu 2:26.457. Filipina menjadi yang terbaik dinomor ini dengan waktu tercepat 2:24.441 menyusul China taipei ditempat kedua dengan catatan waktu 2:25.704.

Dengan hasil ini Indonesia mengemas 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu hingga akhir lomba. Namun sayang, cabang olahraga dayung tidak berhasil mencuri tiket untuk turun pada Olimpiade Rio tahun depan dengan gagalnya atlet dayung andalan Spens Stuber Mehue memenuhi catatan waktu pada babak prakualifikasi Olympic di nomor Canoe 200 m.

KANO KAYAK

Kabut Asap, Kejuaraan Kano Asia Tetap Digelar

 

JAKARTA, KOMPAS — Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia memastikan, meski kabut asap masih menyelimuti Sumatera Selatan, Kejuaraan Kano dan Perahu Naga Asia 2015 tetap akan digelar pada 4-8 November di Danau Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Budiman Setiawan, Wakil Ketua II PB PODSI, Rabu (21/10), menjelaskan, kejuaraan masih sesuai jadwal, belum ada perubahan meski kabut asap mendera Sumsel. "Seusai kunjungan delegasi teknis (technical delegate) dari Jepang, 11 Oktober lalu, dinyatakan semua masih bisa berlangsung sesuai jadwal," papar Budiman.

Sekretaris Jenderal PB PODSI Edy Suyono menambahkan, hingga pekan ini sudah 17 negara menuntaskan pendaftaran. Dari Asia Tenggara, negara-negara dengan kekuatan kano kayak, seperti Thailand, Brunei, Malaysia, dan Singapura, sudah mendaftar.

Tim-tim kuat dari Kazakhstan, Turkmenistan, Tajikistan, dan Uzbekistan sudah pula mendaftar. Lalu, dari Iran, India, dan Pakistan juga mendaftar. Tak ketinggalan tim-tim dari Asia Timur, seperti Hongkong, Jepang, dan Korea Selatan.

"Dengan banyaknya negara yang sudah mendaftar, sulit untuk mengubah lokasi lomba," ujar Edy.

Sejak awal, Kejuaraan Kano Asia sudah ditetapkan diselenggarakan di Sumsel. Delegasi teknis yang beberapa kali mengunjungi lokasi dan arena lomba juga menyatakan, arena tersebut bisa dipakai untuk berlomba.

Meski demikian, PB PODSI sebagai penyelenggara lomba terus memantau situasi kabut asap. Dalam dua minggu menuju kejuaraan, penyelenggara terus melaporkan situasi di arena kepada Federasi Asia.

Kualifikasi Olimpiade

Khusus untuk nomor kano, perlombaan di Palembang akan menjadi ajang kompetitif. Ini mengingat kejuaraan itu menjadi ajang terakhir kualifikasi Olimpiade Rio de Janeiro 2016, untuk zona Asia.

Tim-tim yang diturunkan dipastikan merupakan tim terbaik dari setiap negara. Sama seperti Indonesia, lawan-lawan asal sesama negara Asia itu juga pasti menargetkan bisa merebut tiket ke Olimpiade. Apalagi, sejumlah negara dengan tim kano kayak yang kompetitif belum merebut tiket Olimpiade Rio dalam Kejuaraan Dunia di Milan, Italia, Agustus lalu.

Dalam Kejuaraan Kano Asia awal November mendatang, hanya yang terbaiklah yang berhak meraih tiket Olimpiade.

Sebagai ajang kualifikasi, ujar Edy, nomor-nomor yang dilombakan tentu saja nomor-nomor Olimpiade. Untuk kayak putra jarak 1.000 meter ada kayak satu pedayung (MK1), MK2, dan MK4. Untuk kano jarak 1.000 meter ada kano satu pedayung (MC1) dan MC2.

Jarak 500 meter dirancang untuk putri, yaitu untuk kayak putri satu pedayung (WK1), WK2, dan WK4.

Di jarak 200 meter ada kayak putra satu pedayung (MK1), MK2, dan kayak putri satu pedayung (WK1). Selain itu, juga kano putra satu pedayung (MC1).

 

(HLN)

Senin, 15 Juni 2015 - 10:40 wib

 

 

Satu Lagi Olahraga Indonesia yang Juara Umum di SEA Games 2015

Tim dayung Indonesia, Denri Maulidzar, Muhad Yakin, Rendi Syuhada dan Mochammad Ali Darta saat memenangi nomor dayung empat putra 1000 meter di Kanal Marina Singapura, Minggu 14 Juni 2015. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)
 

SINGAPURA - Cabang olahraga dayung (rowing) perkasa setelah mampu menyumbangkan lima emas bagi kontingen Indonesia pada hari terakhir pelaksanaan olahraga tersebut pada SEA Games 2015 di Marina Channel, Singapura, Minggu 14 Juni 2015.

Memo kembali menyumbangkan medali emas setelah menjadi yang tercepat pada nomor men's single sculls 1000 meter. Atlet asal Seram, Maluku itu mampu menghasilkan catatan waktu tiga menit 27.25 detik. Untuk medali perak direbut atlet Filipina dan perunggu untuk Myanmar.

Medali emas berikutnya dipersembahkan oleh Arief dan Ihram dari nomor men's lightweight double 1000 meter putra setelah membuat catatan waktu tiga menit 13.24 detik. Budi Santoso dan Tanzil Hadid juga tidak ketinggalan setelah menjadi yang terbaik pada nomor men's pair 1000 meter putra.

Medali emas keempat rowing dipersembahkan dari nomor men's lightweight four 1000 meter. Sedangkan medali emas terakhir dari cabang olahraga rowing dipersembahkan dari nomor men' eights 1000 meter.

Dengan tambahan lima emas, tim rowing Indonesia mampu mengumpulkan total 13 medali emas, enam perak dan empat perunggu. Medali yang direbut ini berasal dari 18 nomor yang dipertandingkan. Dengan hasil ini, Indonesia dinobatkan sebagai juara umum rowing SEA Games 2015.

"Saya jelas bangga dengan pencapaian atlet-atlet dayung (kano, rowing, perahu naga) kami. Kami dari olahraga dayung telah memenuhi target yaitu 13 medali emas untuk kontingen Indonesia," kata Ketua Umum PB PODSI, Achmad Sutjipto di Singapura, mengutip Antara, Senin (15/6/2015).

Mantan KSAL itu juga sangat mengapresiasi kinerja atlet yang menyumbangkan medali perak dan perunggu karena catatan waktu yang dibukukan tidak jauh dengan yang meraih medali emas.

SEA Games XXVIII/2015

 

Rowing Sumbang Tiga Emas di Hari Pertama

1 Juni, 2015 - 13:44

 

SISKA NIRMALA/PRLM
TIM rowing Indonesia mempersembahkan medali emas di nomor light weight four 500 meter putra, SEA Games XXVIII/2015 Singapura, Kamis (11/6/2015).*   
 

SINGAPURA, (PRLM).- Cabang olah raga rowing berhasil mengumpulkan tiga medali emas pada pertandingan hari pertama cabor rowing SEA Games XXVIII/2015 Singapura, Kamis (11/6/2015). Dari total delapan nomor yang dipertandingkan pada siang itu di Marina Channel, Singapura, Indonesia berhasil mendulang total tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Maryam meraih emas di nomor light weight single 500 meter putri, dengan mencatatkan waktu tercepat yakni 1 menit 44,29 detik. Maryam unggul tipis 1,46 detik dari atlet asal Thailand Neegree Phuttharaksa yang meraih perunggu setelah membukukan waktu 1 menit 45,75 detik.

Adapun menyusul di urutan ketiga dengan perunggu atlet tuan rumah Singapura Sayidah Mohamed Rafa'ee yang terpaut 3,17 detik dari Maryam. Sayidah finis dalam waktu 1 menit 47,46 detik.

Sementara itu Memo meraih emas di nomor single sculls 500 meter putra dengan catatan waktu 1 menit 31,50 detik. Memo disusul atlet asal Myanmar yang berhak mengantongi perunggu, Aung Ko Ming yang mencatatkan waktu 1 menit 33,19 detik. Sementara perunggu menjadi milik Prem Nampratueng (Thailand) yang tiba di finis setelah 1 menit 34,95 detik.

Emas ketiga diraih di nomor beregu light weight four 500 meter putra. Denri Maulidzar Al-Ghiffari, Muhad Yakin, Rendi Syuhada Anugrah, dan Mohamad Lakiki yang mencatatkan waktu 1 menit 22,56 detik unggul tipis dari Vietnam (1 menit 22,98 detik). Sementara Myanmar menempati urutan ketiga dengan waktu 1 menit 23,62 detik.

Indonesia gagal mendapatkan emas di nomor pair 500 meter putra, setelah andalan 'Merah Putih' Budi Santoso dan Tanzil Hadid finis di urutan kedua dengan 1 menit 29,51 detik. Keduanya terpaut jarak 1,88 detik dari Vietnam yang finish pertama melalui Dinh Huy Nguyen dan Van Hieu Dam (1 menit 27,63 detik). Adapun Myanmar mengantongi perunggu melalui Myint San dan Saw Wai Hilam (1menit 29,63 detik). (Siska Nirmala/A-147)*** 

Perahu Naga Gagal Tambah Medali

on 07 Jun 2015 at 20:23 WIB

Tim putri Indonesia meluapkan kegembiraan setelah meraih medali emas saat berlomba di nomor 12 Kru 200m Perahu Naga SEA Games 2015 di Marina Bay, Singapura. Sabtu (6/6). (Bola.com/Arief Bagus)

Liputan6.com, Singapura - Tim perahu naga Indonesia gagal menambah medali dalam hari kedua perlombaan yang digelar di Marina Bay, Minggu (7/6/2015). Tim Merah Putih kalah dalam empat nomor yang dipertandingkan.

Di nomor enam kru jarak 500 meter putri, Indonesia hanya menempati peringkat keempat. Sementara di nomor yang sama, atlet putra Indonesia hanya menempati peringkat kelima.

Sedangkan nomor 12 kru jarak 500 meter, tim putri dan putra Indonesia sama-sama menempati peringkat keempat. Cuaca yang tidak menentu menjadi kendala tim perahu naga Indonesia pada hari ini.

"Waktu technical meeting, panitia bilang kalau cuaca mendung medali didapat hasil kualifikasi. Itu sebabnya kami langsung all out," ujar Lampung, pelatih Indonesia.

Tapi begit cuaca bersahabat, tim Indonesia justru sudah kehilangan tenaga."Ternyata cuaca membaik dan tenaga anak-anak sudah habis di final. Memang sulit kalau cuaca seperti ini, tidak seperti kemarin," ujarnya menambahkan.

 

Indonesia sudah meraih dua medali emas pada cabang perahu naga di hari pertama. Masing-masing untuk nomor 12 kru jarak 200 meter putra dan putri. (vid/rjp/tom)

Tim Kano Sempurnakan Hasil Latihan Portugal

 

Posted on 17 May 2015. Hits : 96

Tim nasional perahu kano Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia menyempurnakan hasil pemusatan pelatihan yang diselenggarakan pada 4 April-4 Mei di Portugal menjelang Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015.

'Sekarang kami tinggal menyempurnakan hasil latihan di Portugal dengan berlatih pada jarak-jarak yang akan dipertandingan dalam SEA Games nanti serta latihan dengan intensitas tinggi,' kata pelatih pelatih tim pelatnas perahu kano M. Suryadi ketika dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu.

Suryadi mengatakan latihan tim perahu kano di Portugal menghasilkan formasi pertandingan terbaik untuk mengikuti perlombaan kano mulai 6 Juni dalam SEA Games ke-28.

'Kami sudah mengamankan satu medali emas pada nomor C2 1.000 meter atas nama Anwar Tarra dan Muhammad Yunus Rustandi. Mereka telah meraih waktu terbaik dibanding waktu terbaik dalam perlombaan kano SEA Games 2013,' kata Suryadi.

Catatan waktu yang diperoleh Anwar dan Yunus di Portugal, lanjut Suryadi telah dinilai oleh pelatih asing Novak Ferenc dengan target lolos pra-olimpiade 2016.

Selain nomor C2 1.000 meter, tim perahu kano PODSI juga menargetkan perolehan dua medali emas dari nomor perahu kayak atas nama Erni Sokoy.

'Erni Sokoy akan berlomba untuk nomor K1 200 meter dan K1 500 meter. Semoga dia tetap dapat berlatih seperti latihan di Portugal,' katanya.

Suryadi juga berharap atlet putra peraih medali emas pada SEA Games 2013 untuk nomor K1 500 meter Spens Stuber Mehue dapat meningkatkan hasil latihannya pada dua pekan sehingga mampu menambah perolehan emas bagi tim kano Indonesia di Singapura.

'Lokasi perlombaan di Singapura hampir sama dengan lokasi latihan kai di Jatiluhur, Purwakarta. Dari sisi ombak hampir sama, alamnya juga sama. Hanya saja, di Singapura kami bertanding di muara sungai, sedangkan di Jatiluhur kami berlatih di danau,' katanya.

Tim perahu kano PODSI berencana berangkat menuju Singapura pada Senin (1/6) atau Selasa (2/6) menyesuaikan kedatangan peralatan yang dikirim dengan kontainer.

Para atlet perahu kano dijadwalkan akan beradaptasi dengan lokasi perlombaan SEA Games pada Rabu (3/6) hingga Jumat (5/6) sebelum mulai bertanding pada Sabtu (6/6).

 

'Dukungan Satlak Prima kepada kami sangat bagus karena kami didukung saat mengirimkan peralatan dengan kontainer,' kata Suryadi.(ant/rd)

Dayung Incar 13 Emas

 

KENDARI (SK) – Kon­­­tingen SEA Games In­do­nesia yang sudah me­nye­leng­gara­kan pemu­sat­an latihan na­sional sejak awal tahun 2014 membi­dik 13 me­dali emas dari ca­bang olahraga dayung.

Menurut laporan Antara, Wakil Ketua I KONI Pusat May­jen TNI (Purn) Suwarno di Kendari, Jumat, mengatakan cabang olahraga dayung merupakan salah satu an­dalan tim Merah Putih di are­­na SEA Games XXVII Singapura.

”Dari 33 cabang olahraga yang menyelenggarakan pe­­latnas menghadapi SEA Games Singapura yang di­jad­­walkan 5-16 Juni 2015, ca­bang olahraga dayung men­­jadi tumpuan Indonesia mendulang medali emas,” ujarnya.

Peluang menggondol 13 me­dali emas dari cabang dayung diprediksi dari jenis rowing sebanyak sembilan medali emas dan canoing empat medali emas.

KONI Pusat mengelompo­kan empat kategori cabang olahraga, yakni cabang olah­raga terukur, bela diri, aku­ra­si dan permainan.

Menurut Suwarno ke­lom­pok cabang olahraga ter­ukur yang saat ini menggo­dok 180 atlet dalam pelatnas ditargetkan menyumbang 24 medali emas. (arw)

Dragon boat Indonesia bersaing dengan Myanmar, Thailand, Filipina

 

Senin, 30 Maret 2015 10:05 WIB | 7.933 View
 
 
Kendari (ANTARA News) - Tim Dragon Boat (perahu naga) Indonesia memprediksi kekuatan Myanmar, Thailand dan Filipina sebagai pesaing berat di arena ASEAN Games XXVIII Singapura.

Pelatih utama Pelatnas dragon boat Indonesia, Herman Harun melalui telepon dari Pengalengan, Jawa Barat, Senin, mengatakan, materi atlet ketiga negara tersebut sama handalnya dengan tim Merah Putih.

"Kekuatan pedayung Indonesia, Myanmar, Thailand dan Filipina boleh dikatakan sama sehingga sama-sama optimistis juara dan juga sama-sama cemas," kata Herman pelatih nasional asal Sultra.

Sehingga, faktor yang dominan merebut medali emas adalah mental juara dan keberuntungan saat menjalani lomba.

"Atlet dan pelatih memohon dukungan doa dari rakyat pecinta dayung Indonesia untuk mewujudkan tekad mengharumkan nama bangsa," ujar Herman.

Untuk mengukur kemampuan para atlet menghadapi Sea Games yang akan digelar 5-16 Juni 2015 di Singapura maka dalam waktu dekat akan menjalani pertandingan ujicoba di negara pemegang gelar juara dragon boat.

Skuat dragon boat Indonesia sebanyak 28 pedayung, terdiri dari 14 putra dan 14 putri yang akan memperebutkan 8 medali emas, 8 medali perak dan 8 medali perunggu.

Mereka akan adu kecepatan pada jarak 500 meter putra/putri 12 pedayung, jarak 500 meter putra/putri enam pedayung, jarak 200 meter putra/putri 12 pedayung dan jarak 200 meter putra/putri enam pedayung.

Meskipun tim dragon boat asuhan pelatih Herman Harun, Lampung, Kuat dan Verderika belum mematok target perolehan medali namun optimistis mengatasi rival di arena Sea Games Singapura.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more