Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

Perahu Naga Gagal Tambah Medali

on 07 Jun 2015 at 20:23 WIB

Tim putri Indonesia meluapkan kegembiraan setelah meraih medali emas saat berlomba di nomor 12 Kru 200m Perahu Naga SEA Games 2015 di Marina Bay, Singapura. Sabtu (6/6). (Bola.com/Arief Bagus)

Liputan6.com, Singapura - Tim perahu naga Indonesia gagal menambah medali dalam hari kedua perlombaan yang digelar di Marina Bay, Minggu (7/6/2015). Tim Merah Putih kalah dalam empat nomor yang dipertandingkan.

Di nomor enam kru jarak 500 meter putri, Indonesia hanya menempati peringkat keempat. Sementara di nomor yang sama, atlet putra Indonesia hanya menempati peringkat kelima.

Sedangkan nomor 12 kru jarak 500 meter, tim putri dan putra Indonesia sama-sama menempati peringkat keempat. Cuaca yang tidak menentu menjadi kendala tim perahu naga Indonesia pada hari ini.

"Waktu technical meeting, panitia bilang kalau cuaca mendung medali didapat hasil kualifikasi. Itu sebabnya kami langsung all out," ujar Lampung, pelatih Indonesia.

Tapi begit cuaca bersahabat, tim Indonesia justru sudah kehilangan tenaga."Ternyata cuaca membaik dan tenaga anak-anak sudah habis di final. Memang sulit kalau cuaca seperti ini, tidak seperti kemarin," ujarnya menambahkan.

 

Indonesia sudah meraih dua medali emas pada cabang perahu naga di hari pertama. Masing-masing untuk nomor 12 kru jarak 200 meter putra dan putri. (vid/rjp/tom)

Tim Kano Sempurnakan Hasil Latihan Portugal

 

Posted on 17 May 2015. Hits : 96

Tim nasional perahu kano Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia menyempurnakan hasil pemusatan pelatihan yang diselenggarakan pada 4 April-4 Mei di Portugal menjelang Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015.

'Sekarang kami tinggal menyempurnakan hasil latihan di Portugal dengan berlatih pada jarak-jarak yang akan dipertandingan dalam SEA Games nanti serta latihan dengan intensitas tinggi,' kata pelatih pelatih tim pelatnas perahu kano M. Suryadi ketika dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu.

Suryadi mengatakan latihan tim perahu kano di Portugal menghasilkan formasi pertandingan terbaik untuk mengikuti perlombaan kano mulai 6 Juni dalam SEA Games ke-28.

'Kami sudah mengamankan satu medali emas pada nomor C2 1.000 meter atas nama Anwar Tarra dan Muhammad Yunus Rustandi. Mereka telah meraih waktu terbaik dibanding waktu terbaik dalam perlombaan kano SEA Games 2013,' kata Suryadi.

Catatan waktu yang diperoleh Anwar dan Yunus di Portugal, lanjut Suryadi telah dinilai oleh pelatih asing Novak Ferenc dengan target lolos pra-olimpiade 2016.

Selain nomor C2 1.000 meter, tim perahu kano PODSI juga menargetkan perolehan dua medali emas dari nomor perahu kayak atas nama Erni Sokoy.

'Erni Sokoy akan berlomba untuk nomor K1 200 meter dan K1 500 meter. Semoga dia tetap dapat berlatih seperti latihan di Portugal,' katanya.

Suryadi juga berharap atlet putra peraih medali emas pada SEA Games 2013 untuk nomor K1 500 meter Spens Stuber Mehue dapat meningkatkan hasil latihannya pada dua pekan sehingga mampu menambah perolehan emas bagi tim kano Indonesia di Singapura.

'Lokasi perlombaan di Singapura hampir sama dengan lokasi latihan kai di Jatiluhur, Purwakarta. Dari sisi ombak hampir sama, alamnya juga sama. Hanya saja, di Singapura kami bertanding di muara sungai, sedangkan di Jatiluhur kami berlatih di danau,' katanya.

Tim perahu kano PODSI berencana berangkat menuju Singapura pada Senin (1/6) atau Selasa (2/6) menyesuaikan kedatangan peralatan yang dikirim dengan kontainer.

Para atlet perahu kano dijadwalkan akan beradaptasi dengan lokasi perlombaan SEA Games pada Rabu (3/6) hingga Jumat (5/6) sebelum mulai bertanding pada Sabtu (6/6).

 

'Dukungan Satlak Prima kepada kami sangat bagus karena kami didukung saat mengirimkan peralatan dengan kontainer,' kata Suryadi.(ant/rd)

Dayung Incar 13 Emas

 

KENDARI (SK) – Kon­­­tingen SEA Games In­do­nesia yang sudah me­nye­leng­gara­kan pemu­sat­an latihan na­sional sejak awal tahun 2014 membi­dik 13 me­dali emas dari ca­bang olahraga dayung.

Menurut laporan Antara, Wakil Ketua I KONI Pusat May­jen TNI (Purn) Suwarno di Kendari, Jumat, mengatakan cabang olahraga dayung merupakan salah satu an­dalan tim Merah Putih di are­­na SEA Games XXVII Singapura.

”Dari 33 cabang olahraga yang menyelenggarakan pe­­latnas menghadapi SEA Games Singapura yang di­jad­­walkan 5-16 Juni 2015, ca­bang olahraga dayung men­­jadi tumpuan Indonesia mendulang medali emas,” ujarnya.

Peluang menggondol 13 me­dali emas dari cabang dayung diprediksi dari jenis rowing sebanyak sembilan medali emas dan canoing empat medali emas.

KONI Pusat mengelompo­kan empat kategori cabang olahraga, yakni cabang olah­raga terukur, bela diri, aku­ra­si dan permainan.

Menurut Suwarno ke­lom­pok cabang olahraga ter­ukur yang saat ini menggo­dok 180 atlet dalam pelatnas ditargetkan menyumbang 24 medali emas. (arw)

Dragon boat Indonesia bersaing dengan Myanmar, Thailand, Filipina

 

Senin, 30 Maret 2015 10:05 WIB | 7.933 View
 
 
Kendari (ANTARA News) - Tim Dragon Boat (perahu naga) Indonesia memprediksi kekuatan Myanmar, Thailand dan Filipina sebagai pesaing berat di arena ASEAN Games XXVIII Singapura.

Pelatih utama Pelatnas dragon boat Indonesia, Herman Harun melalui telepon dari Pengalengan, Jawa Barat, Senin, mengatakan, materi atlet ketiga negara tersebut sama handalnya dengan tim Merah Putih.

"Kekuatan pedayung Indonesia, Myanmar, Thailand dan Filipina boleh dikatakan sama sehingga sama-sama optimistis juara dan juga sama-sama cemas," kata Herman pelatih nasional asal Sultra.

Sehingga, faktor yang dominan merebut medali emas adalah mental juara dan keberuntungan saat menjalani lomba.

"Atlet dan pelatih memohon dukungan doa dari rakyat pecinta dayung Indonesia untuk mewujudkan tekad mengharumkan nama bangsa," ujar Herman.

Untuk mengukur kemampuan para atlet menghadapi Sea Games yang akan digelar 5-16 Juni 2015 di Singapura maka dalam waktu dekat akan menjalani pertandingan ujicoba di negara pemegang gelar juara dragon boat.

Skuat dragon boat Indonesia sebanyak 28 pedayung, terdiri dari 14 putra dan 14 putri yang akan memperebutkan 8 medali emas, 8 medali perak dan 8 medali perunggu.

Mereka akan adu kecepatan pada jarak 500 meter putra/putri 12 pedayung, jarak 500 meter putra/putri enam pedayung, jarak 200 meter putra/putri 12 pedayung dan jarak 200 meter putra/putri enam pedayung.

Meskipun tim dragon boat asuhan pelatih Herman Harun, Lampung, Kuat dan Verderika belum mematok target perolehan medali namun optimistis mengatasi rival di arena Sea Games Singapura.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2015

PODSI gelar seleksi terakhir

 

Rabu, 4 Maret 2015 18:35 WIB

Makassar (ANTARA News) - Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia akan mengelar seleksi terakhir untuk menentukan skuad timnas yang akan memperkuat Indonesia pada ajang SEA Games Singapura, Juni 2015.

"Seleksi ini akan digelar pada 10 Maret 2015. Seleksi ini untuk menentukan atlet yang bergabung dalam tim kanoing atau perahu naga di SEA Games 2015," kata pedayung pelatnas asal Sulsel Anwar Tarra di Makassar, Rabu.

Peraih 11 medali pada SEA Games 2013 itu menjelaskan, seleksi ini merupakan lanjutan dari seleksi sebelumnya yang digelar pekan lalu. Seleksi ini akan menentukan nasib para atlet pelatnas apakah bisa tampil di SEA Games atau dicoret dari pelatnas.

Selain penentuan atlet SEA Games, seleksi ini juga untuk memilih pedayung yang akan mengikuti try out ke Portugal yang dijadwalkan April 2015. Peraih emas Kejurnas Dayung Makassar 2014 itu mengaku siap ambil bagian.

"Saya pada seleksi lalu memang tidak bisa ikut karena menderita sakit. Kondisi saya saat ini sudah cukup baik dan akan kembali bergabung di pelatnas Jakarta, Kamis besok," kata peraih emas PON 2012 tersebut.

Manajer Timnas Perahu Naga, Young Mardinal, sebelumnya menyatakan khusus untuk timnya belum menetapkan agenda try out karena masih menunggu jadwal kejuaraan internasional yang belum dirilis atau dikeluarkan federasi dayung dunia.

Ketua Bidang Pembinaan Prestadi PB PODSI itu berharap segera keluar jadwal agar bisa menentukan kejuaraan yang dianggap paling tepat untuk menjadi arena try out.

Untuk agenda perahu naga, kata dia, biasanya secara rutin di gelar di Makau dan Malaysia. Jika ternyata kejuaraan itu dilaksanakan sebelum pelaksanaan SEA Games Singapura maka kemungkinan akan dijadikan ajang ujicoba.

Berbeda dengan perahu naga, untuk cabang rowing dan kanoing justru sudah memiliki agenda masing-masing.

Untuk Kanoing sesuai rencana akan ke Portugal. Sedangkan untuk tim rowing akan berangkat ke Australia dan Singapura. Khusus agenda di Singapura kemungkinan langsung melakukan ujicoba lintasan SEA Games.

"Khusus perahu naga memang belum ada jadwal. Namun kami tetap berharap bisa melaksanakan try out demi melihat kondisi terkini dari setiap atlet," ujarnya.

Editor: Tasrief Tarmizi


8 Negara Bersaing di Kejuaraan Rowing Asia

Atlet dayung Indonesia Ardi Isadi, Tanzil Hadid, Muhad Yakin dan Irham berusaha melampau atlet dayung Hong kong pada nomor 2000 m empat pedayung putra kelas ringan Asian Games ke-17 di Chungju Tangeum Lake Rowing Center Rowing, Korsel, Kamis (25/9). Tim dayung Indonesia berhaslmemperoleh medali perunggu pada nomor itu. (sumber: Antara/Saptono)

Makassar - Delapan negara dipastikan siap bersaing menjadi yang terbaik pada kejuaraan Asia kategori rowing di Danau Tanjung Bunga Makassar, Sulawesi Selatan, 27-30 November 2014.

Sekjen PB PODSI Edy Suyono di Makassar, mengatakan delapan negara itu yakni Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Iran, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

"Delapan negara termasuk Indonesia sebagai tuan rumah sudah siap ambil bagian di kejuaraan Asia di Makassar. Kami dalam kesempatan ini juga berharap dukungan seluruh pihak demi suksesnya kejuaraan," jelasnya di Makassar, Minggu (16/11).

Seluruh peserta, dikatakannya akan tampil pada tujuh nomor pertandingan yang terdiri dari empat nomor putra dan tiga putri diantaranya single scull (M1X) putra-putri, double scull (Lm2X)putra-putri serta min rowing 4 putra dan putri.

Mengenai kualitas lawan yang akan dihadapi, dirinya mengaku cukup optimistis. Namun pihaknya tetap memberikan kewaspadaan terhadap beberapa negara seperti dari Taiwan dan Hongkong. Kualitas negara tersebut telah dibuktikan saat tampil di Asian Games Korea Selatan 2014.

Sementara untuk Malaysia, Filipina, dan Thailand, secara kualitas bisa dikatakan masih berada dibawah timnas. Meski demikian tetap akan menjadi ancaman bagi timnas dalam mempersembahkan yang terbaik pada ajang yang kedua tersebut.

"Untuk Iran dan Korea Selatan juga memiliki potensi yang tidak berbeda jauh dengan China Taipe. Intinya kami minta seluruh atlet yang kita turunkan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya di ajang nanti, katanya.

Sekretaris Panitia Kejuaraan Asia Suarman, mengatakan pihaknya terus mematangkan persiapan. Bahkan sejumlah peralatan yang akan digunakan pada kejuaraan tersebut sudah tiba di Makassar.

Sekretaris Umum PODSI Sulsel Suarman di Makassar, sebelumnya mengatakan peralatan yang tiba sebanyak dua kontainer. Pihaknya masih menunggu tiga kontainer lain yang direncanakan segera menyusul.

Sementara untuk pengadaan tempat star atlet serta tempat naik turun atlet, dikatakannya juga sudah sementara dalam proses penyelesaian. Pihaknya optimistis bisa menyelesaikan seluruh persiapan sebelum pertandingan. Adapun menyangkut fasilitas akomodasi dan tranportasi justru sudah dirampungkan lebih awal. Ini juga sesuai komitmen Sulsel untuk bisa menjadi penyelenggara yang sukses.

"Peralatannya sudah kita pindahkan ke gudang penyimpanan disekitar Danau Tanjung Bunga Makassar. Untuk peralatan lainnya sebanyak tiga kontainer juga akan menyusul dan siap digunakan," ujarnya.

 

Dayung Tambah Koleksi Medali Indonesia

 

Kamis, 25 September 2014 15:45 wib | Tri Agung Widy

Tim dayung Indonesia (Foto: Antara/Saptono)

INCHEON – Indonesia akhirnya kembali berhasil menambah perolehan satu medali perunggu Asian Games 2014, melalui cabang dayung, Kamis 25 September 2014, hari ini. Melihat raihan tersebut, pelatih cabang dayung Indonesia, Budiman mengaku hasil yang didapatkan anak asuhannya sudah sesuai dengan yang ditargetkan.
 
Tim dayung Indonesia memperoleh medali perunggu di nomor Quaddruple Sculls untuk jarak 2.000 meter. Kuartet dayung Tanah Air, yang diisi Isadi Ardim, Hadid Tanzil, Yakin Muhad dan Ihram mencatat waktu 6:09.80.
 
Catatan waktu tersebut tepat di bawah dua Negara pesaing, yakni China yang meraih medali emas dengan catatan waktu 6:01.15. Serta Hong Kong, yang berhasil meraih medali perak dengan catatan waktu 6:07.39.
 
”Saya sebelumnya tidak mengatakan target emas, tapi saya katakan berpeluang emas. Mereka (atlet) telah memberi yang terbaik, Anda bisa lihat persaingan di sini sangat ketat terutama lawan China,” kata Budiman seusai pertandingan, seperti dikutip Antara, Kamis (25/9/2014).
 
Senada dengan pernyataan sang pelatih, Tanzil mengaku puas terkait penampilan perdananya di Asian Games yang langsung menyumbang medali bagi Indonesia. Meski sempat tertinggal dari Korea Selatan, ia menilai faktor motivasi menjadi pelecut semangatnya.
 
”Ini Asian Games pertama kami, jelas kami sangat puas. Meskipun baru berhasil meraih perunggu. Kami sempat tertinggal dari Korsel (Korea Selatan), tapi motivasi kami bangkit dan pada 25 meter terakhir kami tinggalkan Korsel dan terus melaju cepat,” ungkap Tanzil.
(fmh)

 

Sumsel Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dayung Asia

Senin, 25 Agustus 2014, 14:20 WIB

Muchlis, pedayung Indonesia, meraih medali perunggu nomor kayak tunggal 
(k1) 1.000 meter di Danau Cipule, Karawang, Jumat (11/11)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG.

Sumatera Selatan kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan dayung Asia pada akhir 2015, kata Ketua Umum PB PODSI Ahmad Sucipto.

Ahmad Sucipto kepada wartawan usai menghadap Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Palembang, Senin (25/8) mengatakan, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan dayung Asia dan pelaksananya di Jakabaring Palembang.

Memang, sebelumnya Bandung ingin menjadi tuan rumah tetapi ternyata Sumsel yang ditetapkan menjadi tuan rumah kejuaraan dayung tersebut. Mengenai peserta sendiri diperkirakan 300 atlet dari 25 negara Asia, kata dia.

Selain itu kejuaraan tersebut sebagai ajang prakualifikasi kejuaraan dunia mendatang. Sehubungan itu pihaknya melaporkan kepada gubernur tentang kejuaraan Asia tersebut supaya berlangsung sukses.

Sementara mengenai persiapan sendiri pihaknya akan meninjau fasilitas pertandingan tersebut. Selain itu pihaknya akan membentuk kepanitiaan supaya kejuaraan bergengsi tersebut berjalan lancar.

Gubernur Sumsel menyambut baik atas diselenggarakannya kejuaraan dayung Asia tersebut. Pihaknya berharap kejuaraan tersebut berlangsung sukses baik prestasi maupun sebagai tuan rumah, tambah dia.

Jelang Asian Games, Dayung Indonesia Ikuti Kejuaraan Canoe Internasional

Senin, 11 Agustus 2014 15:06 WIB  

.

MOSKOW, PedomanNEWS -  Jelang digelarnya Pesta Olahraga se Asia yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan membuat sejumlah negara melakukan persiapan demi mendapatkan emas dan prestasi lebih. Seperti yang dilakukan Indonesia terutama cabang olahraga Dayung dimana dalam mempersiapkan Asian Games, cabang ini melakukan persiapan dengan mengikuti International Canoe Federation Sprint, World Championship (2014 ICF Canoe Sprint World Championship) yang diselenggarakan pada tanggal 6-10 Agustus 2014, di Moskow, Rusia.

Sebagaimana diinformasikan Rachelia Mia staff Pensosbud KBRI Moskow kepada PedomanNEWS melalui email mengatakan kejuaraan dayung dunia dimaksud dilaksanakan di Moscow Rowing and Canoeing Centre di Krylatskoe, Moskow. Upacara pembukaan 2014 ICF Canoe Sprint World Championship dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2014, sedangkan kejuaraan berlangsung selama 4 hari, 7-10 Agustus 2014, dan dilanjutkan dengan upacara penutupan pada tanggal 10 Agustus 2014. 2014 ICF Canoe Sprint World Championship diikuti oleh sekitar 500 orang peserta dari total 87 negara.

Tim dayung Indonesia, yang dikirimkan oleh Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), terdiri dari sejumlah atlet, manajer, pelatih, dan wakil dari Kementerian Pendidikan dan Olahraga (Kemenpora).

Dalam kejuaraan ini, Indonesia mengirimkan 11 orang atlet, yang terdiri dari 10 atlet putra, dan 1 atlet putri, yang mengikuti pertandingan pada sejumlah nomor (kayak 200 meter, kayak 500 meter dan kano 200 meter, putra/putri), baik perorangan, berpasangan, maupun relay (estafet). Sejumlah 11 orang atlet dayung Indonesia dimaksud, antara lain, Erni Sokoy, Spens Stuber Mehue, Marjuki, Muchlis, Sutrisno, Gandir, Silo, Maizir Riyondra, Dedi Kurniawan, Andri Sugiarto, dan Anwar Tarra.

Partisipasi Indonesia untuk mengikuti 2014 ICF Canoe Sprint World Championship juga digunakan dalam rangka mempersiapkan diri untuk Asian Games 2014, yang direncanakan akan diselenggarakan pada 19 September - 4 Oktober 2014 di Incheon, Republik Korea.

Ajang yang cukup bergengsi, 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, dijadikan sebagai salah satu tolak ukur awal persiapan untuk Indonesia dapat unggul nantinya dalam pertandingan dayung pada 17th Incheon Asian Games 2014.

Pada 16th Asian Games di Guang Zhou, RRT, tahun 2010 yang lalu, nama Indonesia cukup harum, khususnya dalam pertandingan dayung dengan berhasil mengantongi 3 emas dan 3 perak.

Target utama Indonesia dalam 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, adalah perbaikan catatan waktu dalam pertandingan, dan terbukti pada 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, Indonesia berhasil menaikkan dan meningkatkan catatan kecepatan waktu yang signifikan dibandingkan catatan waktu sebelumnya.

Pada 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, Indonesia berhasil masuk ke semi final untuk nomor kayak 200 meter perorangan puteri (Erni Sokoy), dan kayak 200 meter perorangan putera (Maizir Riyondra), dan kayak 200 meter berpasangan putera (Silo dan Gandir).

Sementara itu, Indonesia mencapai prestasi dengan berhasil lolos maju ke Final B, pada nomor kano 200 meter berpasangan putera (Spenz Stuber Mehue dan Marjuki).

Kegigihan tim Dayung Indonesia, dalam rangka mempersiapkan langkah perjuangan selanjutnya pada 17th Incheon Asian Games 2014, sangat terasa dengan semangat mereka yang tak kenal lelah dalam berlatih, sebagaimana yang disampaikan manajer tim dayung Indonesia, Hari Sidharta

“Para atlet berlatih hampir setiap hari, pagi dan sore hari. Dan setiap latihan berlangsung sekitar 2-3 jam”, ujar Hari Sidharta

Untuk merayakan keberhasilan Indonesia pada 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, Duta Besar RI untuk Moskow, Djauhari Oratmangun, mengundang tim dayung Indonesia dalam jamuan makan malam di Wisma Duta.

Dalam sambutannya pada saat jamuan makan malam, Duta Besar RI untuk Moskow, memberikan apresiasi prestasi yang telah diraih oleh tim dayung Indonesia.

“Olahraga merupakan bentuk nasionalisme baru, oleh karena itu prestasi olahraga merupakan salah satu indikasi kuatnya suatu negara”, ujar Djauhari Oratmangun.

Kegigihan dan semangat dari Tim Dayung Indonesia ini patut diacungi jempol, sambil berharap kesuksesan dan harapan terbaik untuk Indonesia mengukir prestasi yang membanggakan di ajang berikutnya, 17th Asian Games 2014, di Incheon, Republik Korea.

Rhesa Ivan Lorca

Tim dayung Indonesia tidak patok target khusus di Macau

 

Selasa, 27 Mei 2014 18:54 WIB | 3433 Views

Makassar (ANTARA News) - Timnas Indonesia tidak mematok target khusus dalam Kejuaraan Internasional Perahu Naga (Traditional Boat Race) di Macau, Tiongkok, 30-31 Mei 2014.

Manajer Perahu Naga Indonesia Young Mardinal, saat dihubungi dari Makassar, Sulsel, Selasa, mengatakan akan fokus memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengetahui kondisi tim serta negara lain sebelum berlaga di SEA Games Singapura 2015.

"Kita memang tidak memberikan target khusus bagi atlet di kejuaraan ini. Namun demikian, kita tentu berharap seluruh atlet bisa membuktikan jika dirinya memang layak memperkuat timnas dengan meraih prestasi maksimal," jelasnya.

Menghadapi Kejuaraan Traditional Boat Race (TBR) 2014, Timnas Indonesia menyertakan 36 atlet yang terdiri dari 22 pedayung putra dan 14 pedayung putri.

Timnas perahu naga direncanakan tampil pada dua nomor lomba yakni 200 dan 500 meter.

Dari 22 atlet putra yang akan diturunkan, empat diantaranya merupakan pedayung asal Sulawesi Selatan yakni Wahyudi Tarra, Syahrul Syaputra, Teguh Septian, serta Dedi Irianto. Keempatnya dinilai memiliki potensi sehingga layak memperkuat timnas pada dua ajang tersebut.

Selain itu, jumlah atlet putra yang diturunkan lebih sedikit dari rencana sebelumnya yakni sebanyak 24 atlet. Hal itu diharapkan tidak mengurangi peluang timnas di kejuaraan tersebut.

"Kita batal memanggil beberapa atlet dari kanoing karena jumlah atlet yang kita miliki sudah mencukupi. Seluruh atlet akan meninggalkan Indonesia dini hari nanti. Mudah-mudahan seluruh atlet bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya," katanya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, mengaku bangga dengan lolosnya empat atlet Sulsel memperkuat Indonesia di kejuaraan dunia tersebut. Pihaknya juga berharap seluruh atlet terus fokus meningkatkan kemampuan demi menjaga peluang meraih prestasi.

Menurut dia, keterlibatan atlet di kejuaraan dunia juga diharapkan memberikan efek positif bagi Sulsel. Apalagi atlet yang bersangkutan akan menjadi tumpuan Sulsel di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016.

"Dayung masih menjadi salah satu cabang andalan Sulsel di PON 2016. Mudah-mudahan pengalaman seluruh atlet tampil di kejuaraan dunia akan berimbas pada pencapaian Sulsel di PON," ujarnya.
(KR-AKR/D011)

Editor: Tasrief Tarmizi

 

COPYRIGHT © 2014

 

Perahu Naga Uji Kekuatan di Macau

Jakarta (Satlak Prima) – Tim perahu naga Indonesia berusaha mempertahankan prestasi puncak disetiap multi event internasional. Upaya memenuhi semua itu, tim perahu naga putra dan putri nasional diberi latihan ujicoba dalam Asian Dragon Boat Championship di Macau, 31 Mei hingga 2 Juni 2014.

 

“Pada Asian Dragon Boat Championship di  Macau, PB PODSI akan menurunkan  24 atlet putra dan 14 atlet putri di nomor 500 m dan 200 m. Mereka akan turun di kategori 22 atlet untuk putra dan 12 atlet di putri. Sementara masing-masing sisa 2 atlet untuk tim cadangan,”jelas Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PODSI Young Mardinal di Sekretariat Satlak Prima, Jakarta, Rabu (16/4).

Young mengakui, pagelaran SEA Games XXVIII di Singapura tahun 2015 waktunya memang masih panjang. Namun persiapan harus dimulai sedini mungkin. Dengan harapan, prestasi atlet nasional tetap konsisten dan ditingkatkan lagi hingga tampil di multi event dua tahunan ASEAN di Singapura tahun 2015.

Melalui perjuangan seoptimal mungkin diharapkan tim perahu naga nasional mencapai jaman kejayaan saat tampil di Singapura. Pasalnya, saat turun di SEA Games XXVI Jakarta tahun 2011 semua nomor perahu naga diambil tim Myanmar.  Hal itu menjadi pelajaran berharga bagi atlet perahu naga Indonesia, meski sempat berjaya di Asian Games di Guanzhou tahun 2010.

 

Bahkan saat turun di Asian Games tahun 2010, tim perahu naga mampu menjaga nama baik Indonesia ketika menyumbang 3 medali emas bagi Merah-Putih. Hal itu pula yang membuat nomor perahu naga sempat disegani lawan di daratan Asia. Kejayaan seperti itu harus dipertahankan setelah mengetahui  atlet perahu naga di kawasan Asia lainnya berpacu dalam menghasilkan prestasi terbaik diberbagai event internasional.  (warso)

Subcategories

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more