Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

PODSI gelar seleksi terakhir

 

Rabu, 4 Maret 2015 18:35 WIB

Makassar (ANTARA News) - Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia akan mengelar seleksi terakhir untuk menentukan skuad timnas yang akan memperkuat Indonesia pada ajang SEA Games Singapura, Juni 2015.

"Seleksi ini akan digelar pada 10 Maret 2015. Seleksi ini untuk menentukan atlet yang bergabung dalam tim kanoing atau perahu naga di SEA Games 2015," kata pedayung pelatnas asal Sulsel Anwar Tarra di Makassar, Rabu.

Peraih 11 medali pada SEA Games 2013 itu menjelaskan, seleksi ini merupakan lanjutan dari seleksi sebelumnya yang digelar pekan lalu. Seleksi ini akan menentukan nasib para atlet pelatnas apakah bisa tampil di SEA Games atau dicoret dari pelatnas.

Selain penentuan atlet SEA Games, seleksi ini juga untuk memilih pedayung yang akan mengikuti try out ke Portugal yang dijadwalkan April 2015. Peraih emas Kejurnas Dayung Makassar 2014 itu mengaku siap ambil bagian.

"Saya pada seleksi lalu memang tidak bisa ikut karena menderita sakit. Kondisi saya saat ini sudah cukup baik dan akan kembali bergabung di pelatnas Jakarta, Kamis besok," kata peraih emas PON 2012 tersebut.

Manajer Timnas Perahu Naga, Young Mardinal, sebelumnya menyatakan khusus untuk timnya belum menetapkan agenda try out karena masih menunggu jadwal kejuaraan internasional yang belum dirilis atau dikeluarkan federasi dayung dunia.

Ketua Bidang Pembinaan Prestadi PB PODSI itu berharap segera keluar jadwal agar bisa menentukan kejuaraan yang dianggap paling tepat untuk menjadi arena try out.

Untuk agenda perahu naga, kata dia, biasanya secara rutin di gelar di Makau dan Malaysia. Jika ternyata kejuaraan itu dilaksanakan sebelum pelaksanaan SEA Games Singapura maka kemungkinan akan dijadikan ajang ujicoba.

Berbeda dengan perahu naga, untuk cabang rowing dan kanoing justru sudah memiliki agenda masing-masing.

Untuk Kanoing sesuai rencana akan ke Portugal. Sedangkan untuk tim rowing akan berangkat ke Australia dan Singapura. Khusus agenda di Singapura kemungkinan langsung melakukan ujicoba lintasan SEA Games.

"Khusus perahu naga memang belum ada jadwal. Namun kami tetap berharap bisa melaksanakan try out demi melihat kondisi terkini dari setiap atlet," ujarnya.

Editor: Tasrief Tarmizi


8 Negara Bersaing di Kejuaraan Rowing Asia

Atlet dayung Indonesia Ardi Isadi, Tanzil Hadid, Muhad Yakin dan Irham berusaha melampau atlet dayung Hong kong pada nomor 2000 m empat pedayung putra kelas ringan Asian Games ke-17 di Chungju Tangeum Lake Rowing Center Rowing, Korsel, Kamis (25/9). Tim dayung Indonesia berhaslmemperoleh medali perunggu pada nomor itu. (sumber: Antara/Saptono)

Makassar - Delapan negara dipastikan siap bersaing menjadi yang terbaik pada kejuaraan Asia kategori rowing di Danau Tanjung Bunga Makassar, Sulawesi Selatan, 27-30 November 2014.

Sekjen PB PODSI Edy Suyono di Makassar, mengatakan delapan negara itu yakni Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Iran, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

"Delapan negara termasuk Indonesia sebagai tuan rumah sudah siap ambil bagian di kejuaraan Asia di Makassar. Kami dalam kesempatan ini juga berharap dukungan seluruh pihak demi suksesnya kejuaraan," jelasnya di Makassar, Minggu (16/11).

Seluruh peserta, dikatakannya akan tampil pada tujuh nomor pertandingan yang terdiri dari empat nomor putra dan tiga putri diantaranya single scull (M1X) putra-putri, double scull (Lm2X)putra-putri serta min rowing 4 putra dan putri.

Mengenai kualitas lawan yang akan dihadapi, dirinya mengaku cukup optimistis. Namun pihaknya tetap memberikan kewaspadaan terhadap beberapa negara seperti dari Taiwan dan Hongkong. Kualitas negara tersebut telah dibuktikan saat tampil di Asian Games Korea Selatan 2014.

Sementara untuk Malaysia, Filipina, dan Thailand, secara kualitas bisa dikatakan masih berada dibawah timnas. Meski demikian tetap akan menjadi ancaman bagi timnas dalam mempersembahkan yang terbaik pada ajang yang kedua tersebut.

"Untuk Iran dan Korea Selatan juga memiliki potensi yang tidak berbeda jauh dengan China Taipe. Intinya kami minta seluruh atlet yang kita turunkan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya di ajang nanti, katanya.

Sekretaris Panitia Kejuaraan Asia Suarman, mengatakan pihaknya terus mematangkan persiapan. Bahkan sejumlah peralatan yang akan digunakan pada kejuaraan tersebut sudah tiba di Makassar.

Sekretaris Umum PODSI Sulsel Suarman di Makassar, sebelumnya mengatakan peralatan yang tiba sebanyak dua kontainer. Pihaknya masih menunggu tiga kontainer lain yang direncanakan segera menyusul.

Sementara untuk pengadaan tempat star atlet serta tempat naik turun atlet, dikatakannya juga sudah sementara dalam proses penyelesaian. Pihaknya optimistis bisa menyelesaikan seluruh persiapan sebelum pertandingan. Adapun menyangkut fasilitas akomodasi dan tranportasi justru sudah dirampungkan lebih awal. Ini juga sesuai komitmen Sulsel untuk bisa menjadi penyelenggara yang sukses.

"Peralatannya sudah kita pindahkan ke gudang penyimpanan disekitar Danau Tanjung Bunga Makassar. Untuk peralatan lainnya sebanyak tiga kontainer juga akan menyusul dan siap digunakan," ujarnya.

 

Dayung Tambah Koleksi Medali Indonesia

 

Kamis, 25 September 2014 15:45 wib | Tri Agung Widy

Tim dayung Indonesia (Foto: Antara/Saptono)

INCHEON – Indonesia akhirnya kembali berhasil menambah perolehan satu medali perunggu Asian Games 2014, melalui cabang dayung, Kamis 25 September 2014, hari ini. Melihat raihan tersebut, pelatih cabang dayung Indonesia, Budiman mengaku hasil yang didapatkan anak asuhannya sudah sesuai dengan yang ditargetkan.
 
Tim dayung Indonesia memperoleh medali perunggu di nomor Quaddruple Sculls untuk jarak 2.000 meter. Kuartet dayung Tanah Air, yang diisi Isadi Ardim, Hadid Tanzil, Yakin Muhad dan Ihram mencatat waktu 6:09.80.
 
Catatan waktu tersebut tepat di bawah dua Negara pesaing, yakni China yang meraih medali emas dengan catatan waktu 6:01.15. Serta Hong Kong, yang berhasil meraih medali perak dengan catatan waktu 6:07.39.
 
”Saya sebelumnya tidak mengatakan target emas, tapi saya katakan berpeluang emas. Mereka (atlet) telah memberi yang terbaik, Anda bisa lihat persaingan di sini sangat ketat terutama lawan China,” kata Budiman seusai pertandingan, seperti dikutip Antara, Kamis (25/9/2014).
 
Senada dengan pernyataan sang pelatih, Tanzil mengaku puas terkait penampilan perdananya di Asian Games yang langsung menyumbang medali bagi Indonesia. Meski sempat tertinggal dari Korea Selatan, ia menilai faktor motivasi menjadi pelecut semangatnya.
 
”Ini Asian Games pertama kami, jelas kami sangat puas. Meskipun baru berhasil meraih perunggu. Kami sempat tertinggal dari Korsel (Korea Selatan), tapi motivasi kami bangkit dan pada 25 meter terakhir kami tinggalkan Korsel dan terus melaju cepat,” ungkap Tanzil.
(fmh)

 

Sumsel Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dayung Asia

Senin, 25 Agustus 2014, 14:20 WIB

Muchlis, pedayung Indonesia, meraih medali perunggu nomor kayak tunggal 
(k1) 1.000 meter di Danau Cipule, Karawang, Jumat (11/11)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG.

Sumatera Selatan kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan dayung Asia pada akhir 2015, kata Ketua Umum PB PODSI Ahmad Sucipto.

Ahmad Sucipto kepada wartawan usai menghadap Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Palembang, Senin (25/8) mengatakan, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan dayung Asia dan pelaksananya di Jakabaring Palembang.

Memang, sebelumnya Bandung ingin menjadi tuan rumah tetapi ternyata Sumsel yang ditetapkan menjadi tuan rumah kejuaraan dayung tersebut. Mengenai peserta sendiri diperkirakan 300 atlet dari 25 negara Asia, kata dia.

Selain itu kejuaraan tersebut sebagai ajang prakualifikasi kejuaraan dunia mendatang. Sehubungan itu pihaknya melaporkan kepada gubernur tentang kejuaraan Asia tersebut supaya berlangsung sukses.

Sementara mengenai persiapan sendiri pihaknya akan meninjau fasilitas pertandingan tersebut. Selain itu pihaknya akan membentuk kepanitiaan supaya kejuaraan bergengsi tersebut berjalan lancar.

Gubernur Sumsel menyambut baik atas diselenggarakannya kejuaraan dayung Asia tersebut. Pihaknya berharap kejuaraan tersebut berlangsung sukses baik prestasi maupun sebagai tuan rumah, tambah dia.

Jelang Asian Games, Dayung Indonesia Ikuti Kejuaraan Canoe Internasional

Senin, 11 Agustus 2014 15:06 WIB  

.

MOSKOW, PedomanNEWS -  Jelang digelarnya Pesta Olahraga se Asia yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan membuat sejumlah negara melakukan persiapan demi mendapatkan emas dan prestasi lebih. Seperti yang dilakukan Indonesia terutama cabang olahraga Dayung dimana dalam mempersiapkan Asian Games, cabang ini melakukan persiapan dengan mengikuti International Canoe Federation Sprint, World Championship (2014 ICF Canoe Sprint World Championship) yang diselenggarakan pada tanggal 6-10 Agustus 2014, di Moskow, Rusia.

Sebagaimana diinformasikan Rachelia Mia staff Pensosbud KBRI Moskow kepada PedomanNEWS melalui email mengatakan kejuaraan dayung dunia dimaksud dilaksanakan di Moscow Rowing and Canoeing Centre di Krylatskoe, Moskow. Upacara pembukaan 2014 ICF Canoe Sprint World Championship dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2014, sedangkan kejuaraan berlangsung selama 4 hari, 7-10 Agustus 2014, dan dilanjutkan dengan upacara penutupan pada tanggal 10 Agustus 2014. 2014 ICF Canoe Sprint World Championship diikuti oleh sekitar 500 orang peserta dari total 87 negara.

Tim dayung Indonesia, yang dikirimkan oleh Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), terdiri dari sejumlah atlet, manajer, pelatih, dan wakil dari Kementerian Pendidikan dan Olahraga (Kemenpora).

Dalam kejuaraan ini, Indonesia mengirimkan 11 orang atlet, yang terdiri dari 10 atlet putra, dan 1 atlet putri, yang mengikuti pertandingan pada sejumlah nomor (kayak 200 meter, kayak 500 meter dan kano 200 meter, putra/putri), baik perorangan, berpasangan, maupun relay (estafet). Sejumlah 11 orang atlet dayung Indonesia dimaksud, antara lain, Erni Sokoy, Spens Stuber Mehue, Marjuki, Muchlis, Sutrisno, Gandir, Silo, Maizir Riyondra, Dedi Kurniawan, Andri Sugiarto, dan Anwar Tarra.

Partisipasi Indonesia untuk mengikuti 2014 ICF Canoe Sprint World Championship juga digunakan dalam rangka mempersiapkan diri untuk Asian Games 2014, yang direncanakan akan diselenggarakan pada 19 September - 4 Oktober 2014 di Incheon, Republik Korea.

Ajang yang cukup bergengsi, 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, dijadikan sebagai salah satu tolak ukur awal persiapan untuk Indonesia dapat unggul nantinya dalam pertandingan dayung pada 17th Incheon Asian Games 2014.

Pada 16th Asian Games di Guang Zhou, RRT, tahun 2010 yang lalu, nama Indonesia cukup harum, khususnya dalam pertandingan dayung dengan berhasil mengantongi 3 emas dan 3 perak.

Target utama Indonesia dalam 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, adalah perbaikan catatan waktu dalam pertandingan, dan terbukti pada 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, Indonesia berhasil menaikkan dan meningkatkan catatan kecepatan waktu yang signifikan dibandingkan catatan waktu sebelumnya.

Pada 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, Indonesia berhasil masuk ke semi final untuk nomor kayak 200 meter perorangan puteri (Erni Sokoy), dan kayak 200 meter perorangan putera (Maizir Riyondra), dan kayak 200 meter berpasangan putera (Silo dan Gandir).

Sementara itu, Indonesia mencapai prestasi dengan berhasil lolos maju ke Final B, pada nomor kano 200 meter berpasangan putera (Spenz Stuber Mehue dan Marjuki).

Kegigihan tim Dayung Indonesia, dalam rangka mempersiapkan langkah perjuangan selanjutnya pada 17th Incheon Asian Games 2014, sangat terasa dengan semangat mereka yang tak kenal lelah dalam berlatih, sebagaimana yang disampaikan manajer tim dayung Indonesia, Hari Sidharta

“Para atlet berlatih hampir setiap hari, pagi dan sore hari. Dan setiap latihan berlangsung sekitar 2-3 jam”, ujar Hari Sidharta

Untuk merayakan keberhasilan Indonesia pada 2014 ICF Canoe Sprint World Championship, Duta Besar RI untuk Moskow, Djauhari Oratmangun, mengundang tim dayung Indonesia dalam jamuan makan malam di Wisma Duta.

Dalam sambutannya pada saat jamuan makan malam, Duta Besar RI untuk Moskow, memberikan apresiasi prestasi yang telah diraih oleh tim dayung Indonesia.

“Olahraga merupakan bentuk nasionalisme baru, oleh karena itu prestasi olahraga merupakan salah satu indikasi kuatnya suatu negara”, ujar Djauhari Oratmangun.

Kegigihan dan semangat dari Tim Dayung Indonesia ini patut diacungi jempol, sambil berharap kesuksesan dan harapan terbaik untuk Indonesia mengukir prestasi yang membanggakan di ajang berikutnya, 17th Asian Games 2014, di Incheon, Republik Korea.

Rhesa Ivan Lorca

Tim dayung Indonesia tidak patok target khusus di Macau

 

Selasa, 27 Mei 2014 18:54 WIB | 3433 Views

Makassar (ANTARA News) - Timnas Indonesia tidak mematok target khusus dalam Kejuaraan Internasional Perahu Naga (Traditional Boat Race) di Macau, Tiongkok, 30-31 Mei 2014.

Manajer Perahu Naga Indonesia Young Mardinal, saat dihubungi dari Makassar, Sulsel, Selasa, mengatakan akan fokus memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengetahui kondisi tim serta negara lain sebelum berlaga di SEA Games Singapura 2015.

"Kita memang tidak memberikan target khusus bagi atlet di kejuaraan ini. Namun demikian, kita tentu berharap seluruh atlet bisa membuktikan jika dirinya memang layak memperkuat timnas dengan meraih prestasi maksimal," jelasnya.

Menghadapi Kejuaraan Traditional Boat Race (TBR) 2014, Timnas Indonesia menyertakan 36 atlet yang terdiri dari 22 pedayung putra dan 14 pedayung putri.

Timnas perahu naga direncanakan tampil pada dua nomor lomba yakni 200 dan 500 meter.

Dari 22 atlet putra yang akan diturunkan, empat diantaranya merupakan pedayung asal Sulawesi Selatan yakni Wahyudi Tarra, Syahrul Syaputra, Teguh Septian, serta Dedi Irianto. Keempatnya dinilai memiliki potensi sehingga layak memperkuat timnas pada dua ajang tersebut.

Selain itu, jumlah atlet putra yang diturunkan lebih sedikit dari rencana sebelumnya yakni sebanyak 24 atlet. Hal itu diharapkan tidak mengurangi peluang timnas di kejuaraan tersebut.

"Kita batal memanggil beberapa atlet dari kanoing karena jumlah atlet yang kita miliki sudah mencukupi. Seluruh atlet akan meninggalkan Indonesia dini hari nanti. Mudah-mudahan seluruh atlet bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya," katanya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, mengaku bangga dengan lolosnya empat atlet Sulsel memperkuat Indonesia di kejuaraan dunia tersebut. Pihaknya juga berharap seluruh atlet terus fokus meningkatkan kemampuan demi menjaga peluang meraih prestasi.

Menurut dia, keterlibatan atlet di kejuaraan dunia juga diharapkan memberikan efek positif bagi Sulsel. Apalagi atlet yang bersangkutan akan menjadi tumpuan Sulsel di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016.

"Dayung masih menjadi salah satu cabang andalan Sulsel di PON 2016. Mudah-mudahan pengalaman seluruh atlet tampil di kejuaraan dunia akan berimbas pada pencapaian Sulsel di PON," ujarnya.
(KR-AKR/D011)

Editor: Tasrief Tarmizi

 

COPYRIGHT © 2014

 

Perahu Naga Uji Kekuatan di Macau

Jakarta (Satlak Prima) – Tim perahu naga Indonesia berusaha mempertahankan prestasi puncak disetiap multi event internasional. Upaya memenuhi semua itu, tim perahu naga putra dan putri nasional diberi latihan ujicoba dalam Asian Dragon Boat Championship di Macau, 31 Mei hingga 2 Juni 2014.

 

“Pada Asian Dragon Boat Championship di  Macau, PB PODSI akan menurunkan  24 atlet putra dan 14 atlet putri di nomor 500 m dan 200 m. Mereka akan turun di kategori 22 atlet untuk putra dan 12 atlet di putri. Sementara masing-masing sisa 2 atlet untuk tim cadangan,”jelas Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PODSI Young Mardinal di Sekretariat Satlak Prima, Jakarta, Rabu (16/4).

Young mengakui, pagelaran SEA Games XXVIII di Singapura tahun 2015 waktunya memang masih panjang. Namun persiapan harus dimulai sedini mungkin. Dengan harapan, prestasi atlet nasional tetap konsisten dan ditingkatkan lagi hingga tampil di multi event dua tahunan ASEAN di Singapura tahun 2015.

Melalui perjuangan seoptimal mungkin diharapkan tim perahu naga nasional mencapai jaman kejayaan saat tampil di Singapura. Pasalnya, saat turun di SEA Games XXVI Jakarta tahun 2011 semua nomor perahu naga diambil tim Myanmar.  Hal itu menjadi pelajaran berharga bagi atlet perahu naga Indonesia, meski sempat berjaya di Asian Games di Guanzhou tahun 2010.

 

Bahkan saat turun di Asian Games tahun 2010, tim perahu naga mampu menjaga nama baik Indonesia ketika menyumbang 3 medali emas bagi Merah-Putih. Hal itu pula yang membuat nomor perahu naga sempat disegani lawan di daratan Asia. Kejayaan seperti itu harus dipertahankan setelah mengetahui  atlet perahu naga di kawasan Asia lainnya berpacu dalam menghasilkan prestasi terbaik diberbagai event internasional.  (warso)

Asian Games, Dayung Siapkan 20 Atlet

TEMPO.COJakarta - Pelatih tim dayung Indonesia, Dede Rohmat Nurjaya, menyatakan sudah mempersiapkan para atlet yang akan bertanding di Asian Games 2014. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) sudah memanggil 20 atlet dayung. 



“Mereka akan langsung melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 4 Februari,”  kata Dede, Senin, 3 Februari 2014. Sama seperti SEA Games Myanmar 2013, ke-20 atlet dayung yang akan turun di delapan nomor ini menjalani pelatnas di Situ Cileunca, Pangalengan, Bandung. 

Sebelumnya, Dede menyebutkan dayung berpotensi menyumbangkan medali dalam empat nomor pertandingan. Keempat nomor itu meliputi ganda putra, ganda putri, tunggal putra, tunggal putri scull kelas ringan.

Namun dari hasil evaluasi, PODSI menambah empat nomor pertandingan lagi yang berpeluang memberikan medali. Dede menyatakan keempat nomor itu adalah empat quadruple kelas ringan putra-putri, single scull putra-putri, double scull putra, dan delapan pendayung.  “Nomor delapan pendayung saat SEA Games kemarin dapat medali emas dan merebut perunggu di kejuaraan Asia,” kata Dede. 

Tuan rumah Asian Games, Korea Selatan, lanjut Dede, mempertandingkan 14 nomor pertandingan untuk cabang olahraga dayung. Tapi tiap peserta Asian Games hanya boleh mengikuti maksimal sepuluh nomor pertandingan. Dede menilai, berdasarkan penampilan di SEA Games 2013, peluang meraih medali ada pada delapan nomor tersebut. 

Dalam SEA Games tersebut, tim dayung berhasil melampaui target empat emas. Bahkan anak asuh Dede keluar sebagai juara umum dengan merebut lima emas, satu perak, dan tiga perunggu.

 

Salah satu atlet dayung yang dipanggil masuk pelatnas, Wahyuni, akan datang ke Pangalengan besok. Kendati senang kembali dipercaya memperkuat Indonesia ke Asian Games, Wahyuni berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih kepada para atlet. 

Ia berharap pengurus dapat mendatangkan dokter khusus untuk memulihkan cedera pinggang yang dialaminya. “Sekarang saya masih proses pemulihan,” katanya.  

Wahyuni bersama Maryam Makdalena sukses meraih medali emas di SEA Games Myanmar. Keduanya menjadi yang tercepat di nomor double scull kelas ringan putri. 

ADITYA BUDIMAN

Dayung Riau Peringkat Tiga di Kejurnas Cipule

PEKANBARU, RIAUSPORTS- Tim dayung Riau akhirnya menempati peringkat tiga dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung Senior di Cipule Karawang Jawa Barat 27 Januari hingga 2 Februari 2014. Riau mengumpulkan tujuh medali emas, 17 perak dan lima perunggu.

Anak asuhan Muhammad Amin ini terpaut dua medali emas dengan Jawa Timur yang menempati posisi kedua dengan sembilan emas, tanpa perak dan 10 perunggu. Sementara juara umum diraih tuan rumah Jawa Barat dengan 17 emas, sembilan perak dan 10 medali perunggu.

Riau menjadi peserta yang memperoleh medali perak terbanyak di antara peserta yang mengikuti Kejurnas tersebut.

“Hasil ini tentunya sangat membanggakan. Padahal banyak nomor andalan Riau tidak dipertandingkan,” ujar pelatih dayung Riau, Muhammad Amin, Minggu  (2/2) saat dihubungi.

Amin menyebutkan hasil ini akan menjadi modal bagi Riau untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasioanal (PON) XIX 2016 di Jawa Barat.

“Ini modal awal kami menatap ke depan. Usai Kejurnas ini kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekurangan-kekurangab yang terjadi,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Harian PODSI Riau, Sanusi Anwar memberikan apresiasi yang tinggi kepada atlet Riau yang meraih prestasi membanggakan ini.

“Banyaknya medali perak yang diraih akan menjadi modal kita di kejuaraan akan datang. Perak ini akan diubah menjadi medali emas. Kami juga berharap mereka masuk dalam pembinaan KONI Riau,” tuturnya.(rpc)

 

Dayung Merah Putih Juara Umum Rowing SEA Games

Tim rowing Indonesia mengibarkan bendera merah putih seusai memenangi partai final nomor ringan M8+ Sea Games ke-27 di Ngalaik Dam, Naypyitaw, Myanmar, Selasa (17/2).

REPUBLIKA.CO.ID, NAYPYITAW -- Kontingen Indonesia menjadi penguasa di cabang olah raga dayung SEA Games 2013. Merah Putih keluar sebagai juara umum dayung disiplin rowing pada SEA Games 2013, Myanmar. 


Tim dayung Indonesia sukses menyabet dua emas  dari empat nomor yang dipertandingkan pada hari terakhir pelombaan disiplin rowing di Ngalike Dam, Naypyitaw, Myanmar, Selasa (17/12). 

Dua emas dipersembahkan tim rowing putra pada nomor LM 2- (dua pedayung putra dengan masing-masing satu dayung) dan M8+ (delapan pedayung putra dengan satu juru mudi). Sementara tim putri harus puas meraih 1 perak dan 1 perunggu dari nomor LW1x dan LW4-. 

Indonesia total mengoleksi lima emas dari cabang dayung disiplin rowing. Sehari sebelumnya, Indonesia sukses menyabet tiga emas.  Indonesia mengungguli Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Singapura yang masing-masing mengoleksi satu emas. 

Manajer tim dayung Indonesia, Ahmad Sutjipto mengatakan, Indonesia sebenarnya  menargetkan tiga sampai empat emas. "Dan kami sangat bersyukur karena bisa melampaui target," kata Sutjipto ketika berbincang dengan wartawan sesuai perlombaan.

Raihan lima emas ini sekaligus memperbaiki prestasi Indonesia di cabang dayung disiplin rowing pada SEA Games 2011. Dua tahun lalu, Indonesia hanya menempati peringkat tiga dengan torehan tiga emas,

SEA Games 2013

Dayung bidik 12 Medali emas

Yova Adhiansyah

Selasa,  29 Oktober 2013  −  15:15 WIB

Sindonews.com - Tiga nomor kontingen dayung Indonesia (rowing, canoing dan perahu naga), berambisi menyabet 12 medali emas di ajang SEA Games Myanmar, Desember mendatang. Guna memenuhi semua itu, pelatih dayung Suryadi menegaskan, para atlet dayung yang ditempa di Jatiluhur dan Pengalengan Bandung, terus melakukan latihan rutin pagi dan sore.

Upaya membenahi prestasi atlet nasional yang kini ditempa di Pelatnas, PB PODSI mengintruksikan agar latihan di Pelatnas ditangani atlet khusus. Seperti halnya cabang rowing memiliki pelatih sendiri, begitu juga dengan canoing maupun perahu naga, baik putra maupun putri. Dengan harapan, peningkatan prestasi atlet setiap melakukan latihan benar-benar terpantau. Begitu juga bagi atlet yang prestasinya staknan.

"Berlatih keras pagi dan sore merupakan suatu kunci mengantisipasi kekuatan tim dayung tuan rumah Myanmar. Guna menyembunyikan kekuatan yang dimiliki, atlet dayung Myanmar yang dipersiapkan ke SEA Games XXVII tidak pernah diturunkan dalam kejuaraan internasional, baik di luar negeri maupun di Palembang," kata Suryadi di lansir Satlak Prima, Selasa (29/10/2013).

Melalui sitem kebersamaan para pelatih maupun atlet diharapkan mampu memenuhi target yang diberikan PB PODSI menyumbang 12 medali emas dari 36 medali emas yang diperebutkan. Walaupun tidak menutup kemungkinan mampu melebihi target yang diberikan.

 

 

 

 

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more