Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

Indonesia Raih 2 Emas di Kejuaraan Rowing Asia 2017

Oleh: Wina Setyawatie 8 September, 2017 - 20:38 
Indonesia Raih 2 Emas di Kejuaraan Rowing Asia 2017
 
JAKARTA, (PR).- Tim Rowing Indonesia sukses meraih 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu pada Kejuaraan Rowing Asia di Pattaya, Thailand, 5-8 September 2017. 

Kuartet Tim Rowing Putri Indonesia terdiri dari Wa Ode Fitri Rahmanjani, Julianti, Yayah Rokayah, dan Yuniarti menjadi bintang. Mereka meraih emas di kelas W4X dengan mencatat waktu 6 menit 40:54 detik. Medali perak direbut Tim Tiongkok dengan waktu 06.42:39 detik dan Vietnam dengan mencatat 06.43:19 detik meraih perunggu.

Medali emas kedua Indonesia direbut Tim Rowing putra yang tampil di nomor M8+. Bermaterikan Mahendra Y, M Alidarta, Muhad Y, Ali B, Ferkiansyah, Ihram, Tanzil A, Ardi, dan Ujang menjadi yang tercepat dengan mencatat waktu 05.36:67 detik.  Medali perak direbut Jepang dengan catatan waktu 05.38:39 detik dan Tiongkok dengan waktu 05.40:41 detik meraih perunggu.

"Luar biasa. Tim Rowing putra dan putri mampu mengalahkan Tiongkok yang diunggulkan dalam kejuaraan tersebut. Dan, kita berharap prestasi ini bisa dipertahankan pada saat tampil di Asian Games 2018," kata Direktur Program Kepelatihan Performa Tinggi Lomba 1 Satlak Prima, Hadi Wihardja di Jakarta, Jumat 8 September 2017.

 

Satu-satunya medali perak dirah dari nomor M4X lewat penampilan  Edwin Ginanjar Rudiana, Memo, Kakan Kusuma, dan Sulpianto. Sedangkan dua perunggu disumbangkan Tim Rowing Putri yang turun di nomor LW4X dan W2.***

Indonesia Raih 2 Emas di Kejuaraan Rowing Asia 2017

Oleh: Wina Setyawatie 8 September, 2017 - 20:38 
Indonesia Raih 2 Emas di Kejuaraan Rowing Asia 2017
 
JAKARTA, (PR).- Tim Rowing Indonesia sukses meraih 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu pada Kejuaraan Rowing Asia di Pattaya, Thailand, 5-8 September 2017. 

Kuartet Tim Rowing Putri Indonesia terdiri dari Wa Ode Fitri Rahmanjani, Julianti, Yayah Rokayah, dan Yuniarti menjadi bintang. Mereka meraih emas di kelas W4X dengan mencatat waktu 6 menit 40:54 detik. Medali perak direbut Tim Tiongkok dengan waktu 06.42:39 detik dan Vietnam dengan mencatat 06.43:19 detik meraih perunggu.

Medali emas kedua Indonesia direbut Tim Rowing putra yang tampil di nomor M8+. Bermaterikan Mahendra Y, M Alidarta, Muhad Y, Ali B, Ferkiansyah, Ihram, Tanzil A, Ardi, dan Ujang menjadi yang tercepat dengan mencatat waktu 05.36:67 detik.  Medali perak direbut Jepang dengan catatan waktu 05.38:39 detik dan Tiongkok dengan waktu 05.40:41 detik meraih perunggu.

"Luar biasa. Tim Rowing putra dan putri mampu mengalahkan Tiongkok yang diunggulkan dalam kejuaraan tersebut. Dan, kita berharap prestasi ini bisa dipertahankan pada saat tampil di Asian Games 2018," kata Direktur Program Kepelatihan Performa Tinggi Lomba 1 Satlak Prima, Hadi Wihardja di Jakarta, Jumat 8 September 2017.

 

Satu-satunya medali perak dirah dari nomor M4X lewat penampilan  Edwin Ginanjar Rudiana, Memo, Kakan Kusuma, dan Sulpianto. Sedangkan dua perunggu disumbangkan Tim Rowing Putri yang turun di nomor LW4X dan W2.***

Hasil 3 Emas dari Asian Beach Games 2016 Sudah Maksimal

 

SEA Games, Emas Pertama dari Atlet Dayung, Anak Suku Bajo  

 

Sabtu, 06 Juni 2015 | 13:59 WIB  

Atlet dayung putra Indonesia Marjuki mengangkat tangan usai finis pertama pada final kano nomor C1 1000 meter putra SEA Games ke-28 di Teluk Marina, Singapura, 6 Juni 2015. ANTARA/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Marina Bay - Marjuki berhasil meraih medali emas dalam cabang olahraga kano SEA Games ke-28 di Singapura. Ia menjadi yang tercepat di nomor single 1.000 meter dengan waktu 4.02.349.

Di belakangnya, atlet Myanmar, Thant Zin, mencatat waktu 4.06.707. Kemudian atlet Filipina, Hermie Macaranas, dengan waktu 4.08.294. Atlet Vietnam, Singapura, Thailand, serta Kamboja berturut-turut berada di belakang.

Prestasi yang dipersembahkan anak suku Bajo ini merupakan medali emas perdana kontingen Merah Putih selama SEA Games dihelat dalam sepekan terakhir. Sekaligus mengangkat Indonesia satu tingkat dari peringkat terakhir klasemen perolehan medali SEA Games.

Bibir Marjuki, 23 tahun, bergetar saat mengikuti lagu Indonesia Raya yang berkumandang di tepi danau Marina, Singapura, 6 Juni 2015. Matanya berair. Haru menyelimutinya menyaksikan bendera Merah Putih terkerek ke langit lebih dulu dibanding bendera Myanmar dan Filipina.

"Ini semua atas dukungan dan doa sahabat di Indonesia," kata Marjuki setelah mengikuti acara seremoni tersebut. "Bonus kemenangan nantinya untuk ibu dan bapak naik haji."

Hari Sidharta, tim manejer kano, tak menyangka pria yang akrab disapa Juki itu mampu meraih emas lantaran itu adalah penampilan pertamanya di arena kano internasional. "Makanya, target untuk dia hanya perak," katanya.

TRI SUHARMAN

 

Timnas Perahu Naga Siap Ikuti Kejuaraan di Macau

Timnas Perahu Naga. (ist)

Makassar, HanTer - Timnas perahu naga direncanakan langsung menuju Macau, Tiongkok, untuk mengikuti invitasi internasional seusai tampil pada ajang SEA Games 2015 di Singapura.
 
"Timnas rencananya tidak balik ke Indonesia seusai berlaga di SEA Games namun lanjut untuk mengikuti kejuaraan dragon boat di Macau," jelas Atlet timnas dayung asal Sulsel, Anwar Tarra saat dihubungi dari Makassar, Kamis (14/5).
 
Untuk pelaksanaan ajang yang bertajuk "Macao International Dragon Boat Races 2015" itu, kata peraih 11 medali SEA Games 2013 itu, memang hampir bersamaan jadwal pertandingan cabang perahu naga SEA Games Singapura.
 
Mengenai peluang dirinya bergabung atau dilibatkan dalam ajang tersebut, peraih emas PON 2012 itu belum dapat memastikan. Namun demikian jika mendapat kepercayaan maka dirinya siap mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada ajang tersebut.
 
Anwar Tarra sejauh ini memang selalu diandalkan turun pada nomor kanoing. Namun tidak sedikit dirinya juga diminta bergabung dan memperkuat tim perahu naga di sejumlah kejuaraan.
 
"Pelatih tentu menilai berdasarkan kebutuhan tim. Fokus saya saat ini memang bagaimana bisa kembali memberikan prestasi bagi timnas di SEA Games Singapura," jelasnya.
 
Lebih jauh dijelaskan, timnas dayung Indonesia saat ini kembali melanjutkan latihan usia menjalani pemusatan latihan selama sebulan di Portugal demi menjaga peluang meraih prestasi pada SEA Games di Singapura 2015.
 
"Kami sudah tiba pekan lalu. Kami juga berharap bisa memanfaatkan waktu tersisa untuk lebih memaksimalkan persiapan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini memberikan dampak positif di SEA Games," kata atlet yang sudah berstatus PNS tersebut.
 
Untuk persiapan timnas, kata dia, memang masih memiliki waktu mengingat agenda keberangkatan ke Singapura baru direncanakan paling lambat 1 Juni mendatang.
 
Terkait pelaksanaan TC selama sebulan di Portugal, kata dia, para atlet terus dimatangkan dalam program latihan yang cukup berat. Agenda mengikuti kejuaraan akhirnya tidak terlaksana karena memang tidak ada jadwal khusus.
 
"Kami di Portugal memang hanya fokus berlatih. Kami juga tidak mengikuti kejuaraan selama di sana karena memang tidak ada agenda khusus," ujarnya. (ruli)

Tim Dragon Boat Indonesia Waspadai Kekuatan Tiga Negara

Rimanews - Tim dragon boat atau perahu naga Indonesia mewaspadai kekuatan pedayung Myanmar, Thailand, dan Filipina yang diprediksi sebagai pesaing berat di arena SEA Games XXVIII Singapura

Pelatih dragon boat Indonesia Herman Harun melalui telepon dari Jatiluhur, Jawa Barat, Selasa (12/5/2015), mengatakan materi atlet ketiga negara tersebut sama andalnya dengan tim Merah Putih.

"Kekuatan pedayung Indonesia, Myanmar, Thailand, dan Filipina boleh dikatakan sama sehingga sama-sama optimistis juara dan juga sama-sama cemas," kata Herman.

Menurut dia, faktor yang dominan merebut medali emas adalah mental juara dan keberuntungan saat menjalani lomba. "Pedayung Indonesia siap tempur di arena SEA Games yang sudah di depan mata. Kami minta dukungan doa rakyat Indonesia untuk mewujudkan tekad mengharumkan nama bangsa," ujarnya.

Kemampuan para atlet menghadapi SEA Games yang akan digelar 5-16 Juni 2015 di Singapura sudah diukur saat menjalani pertandingan uji coba di negara-negara pemegang gelar juara dragon boat. "Berdasarkan hasil pertandingan uji coba di sejumlah negara pemegang gelar juara dragon boat membawa optimisme para atlet," pungkasnya.

Skuat dragon boat Indonesia sebanyak 28 pedayung, terdiri dari 14 putra dan 14 putri yang akan memperebutkan 8 medali emas, 8 medali perak, dan 8 medali perunggu.

Mereka akan adu kecepatan pada jarak 500 meter putra/putri 12 pedayung, jarak 500 meter putra/putri enam pedayung, jarak 200 meter putra/putri 12 pedayung, dan jarak 200 meter putra/putri enam pedayung.

 

Meskipun tim dragon boat asuhan pelatih Herman Harun, Lampung, Kuat, dan Verderika belum mematok target perolehan medali namun yakin dapat mengatasi rival di arena SEA Games Singapura.

 

Indonesia rebut perak Kejuaraan Asia Perahu Naga

Minggu, 1 Juni 2014 22:00 WIB | 3136 Views

ilustrasi Tim dayung Singapura berusaha memacu perahu mereka pada 2nd International Festival Celebes Dragon Boat 2013di Pantai Losari, Makassaar, Sulsel. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani) 

Kendari (ANTARA News) - Tim nasional dayung Indonesia menambah medali perak dan perunggu dari arena Kejuaraan Asia Perahu Naga di China.

Pelatih dayung Indonesia, Herman Harun melalui telepon dari Tiongkok-Kendari, Minggu, mengatakan, medali perak diperoleh dari jarak 2.000 meter putra 22 pedayung.

Sedangkan koleksi medali perunggu disumbangkan duta dayung Indonesia jarak 500 meter 22 pedayung.

Tuan rumah China mmenunjukkan keperkasaan dengan menyentuh garis finish diurutan pertama pada jarak 2.000 meter dengan 22 pedayung.

"Kuda hitam" tim dayung Filipina harus lapang dada menerima kenyataan berada pada posisi ketiga.

Menyusul Thailand yang juga favorit juara pada nomor jarak jauh --2.000 meter-- finish diurutan keempat.

Kegagalan tim Thailand pada nomor 2.000 meter terobati atas sukses tim putra 22 pedayung yang sukses menggondol medali emas nomor 500 meter.

Tuan rumah China harus berjiwa besar dengan perolehan medali perak setelah menyisihkan tim perahu naga Indonesia.

Perolehan medali sementara tim Merah Putih pada Kejuaraan Asia Perahu Naga adalah satu medali emas, satu perak dan satu perunggu.

"Para atlet sudah menunjukkan kemampuan dan kegigihan yang luar biasa untuk meraih prestasi terbaik pada ajang Kejuaraan Asia Perahu Naga China 2014," kata Herman. 

Dayung - Indonesia Bersiap Hadapi

Dua Kejuaraan Perahu Naga

Kamis, 3 April 2014

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim dayung Indonesia fokus mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Internasional Perahu Naga atau Traditional Boat Race (TBR) di Macau, 27 Mei dan Penang Malaysia, yang dijadwalkan Juni 2014.


Manajer Perahu Naga Indonesia Young Mardinal, saat dihubungi dari Makassar, Kamis, mengatakan keterlibatan tim perahu naga bertujuan mengetahui kondisi tim serta negara lain sebelum berlaga di SEA Games Singapura 2015. 

"Khusus perahu naga, kita punya agenda terdekat di Macau dan Penang Malaysia. Seluruh atlet pelatnas terus mematangkan persiapan demi meraih hasil maksimal," jelasnya.

Menghadapi dua kejuaraan dunia itu, tim perahu naga Indonesia akan menurunkan 24 pedayung putra dan 14 pedayung putri terbaik. Timnas perahu naga rencananya akan tampil pada dua nomor lomba yakni 200 dan 500 meter.

Untuk menentukan siapa yang akan mewakili Indonesia, pihaknya telah menyiapkan seleksi pada awal Mei 2014. Pihaknya juga meminta seluruh atlet terus meningaktkan kemampuan jika memang ingin memperkuat timnas pada dua ajang tersebut.

Menurut dia, pedayung yang akan membela Indonesia bukan hanya dari tim pelatnas perahu naga melainkan dari kategori lain seperti kanoing. Hal itu bisa terjadi jika dinilai memiliki potensi besar menyumbangkan prestasi.

"Jika kualitas atlet kanoing kita lihat lebih baik maka akan kita rekrut masuk tim. Intinya siapapun yang akan terpilih memang memiliki kualitas dan layak membala timnas," katanya.

Pelatih Dayung Sulsel Baso Akbar, menyatakan ada lima atlet terbaiknya masuk tim pelatnas perahu naga SEA Games 2015 yakni Wahyudi Tarra, Syahrul Syaputra, Teguh Septian, Dedi Irianto dan Octavina.

Mengenai peluang pedayung Sulsel ke SEA Games 2015. dirinya melihat terbuka lebar. Selain memiliki kemampuan, atlet Sulsel juga secara postur sangat mendukung untuk masuk tim Tradisional Boat Race (TBR) atau perahu naga Indonesia.

Pemanggilan atlet diyakini akan memberikan hal positif bagi Sulsel. Pengalamannya di Pelatnas atau tampil di kejuaraan dunia membuat atlet semakin matang. Apalagi atlet yang bersangkutan akan menjadi tumpuan Sulsel di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016.

"Sebenarnya ada enam pedayung yang dipanggil pada seleksi lalu. Namun salah satu atlet yakni Ilham gagal mengikuti seleksi sekaligus menutup peluang memperkuat timnas karena terlambat mendapatkan ijin dari kesatuannya," ujarnya. A Budiman. 
Editor: Daniel

Tim Rowing Indonesia Melampaui Target Medali Emas

Oleh Bogi Triyadi    Posted: 17/12/2013 23:23

Liputan6.com, Nay Pyi Taw : Prestasi membanggakan diukir tim Rowing Indonesia di SEA Games 2013 Myanmar. Mereka meraih lima medali emas dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara itu. Raihan ini melampaui target empat emas yang dibebankan Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PODSI). "Anak-anak berhasil membuktikan bisa memberikan yang terbaik kali ini. Para pejuang kita ini sukses melampaui target dengan meraih lima emas," kata Ahmad Sutjipto, KetauaUmum PODSI, di Nya Pyi Taw, Selasa (17/12/2013).

Menurutnya, hasil ini membuktikan jika kontingen Indonesia berhak menyandang posisi juara umum dengan lima emas, satu perak, dan dua perunggu dari sembilan nomor yang dipertandingkan. Kepastian kontingen Indonesia menjadi juara umum setelah kembali meraih dua emas pada hari terakhir.

Emas pertama dipersembahkan Arief/Thomas Hallatu yang menjadi tercepat pada nomor LM 2 - dengan catatan waktu 00.07.07,92. Medali perak direbut atlet Filipina Roque Jr Ayala/Alvin Amposta dengan selisih 1,61 detik. Sementara perunggu diraih Thanh Binh Duong/Dinh Huy Nguyen dari Vietnam dengan jarak 2,17 detik.

Dengan kemenangan ini, Arief/Thomas meraih dua medali emas setelah hari sebelumnya juga mempersembahkan emas pada nomor LM 4-. "Sebenarna kita tadi sempat hampir terkejar, tapi kami mampu mempertahankan posisi. Yang jelas nomor ini sangat berkesan karena ini paling berat," kata Arief.

Emas kedua kontingen Indonesia diraih lewat nomor LM 8+ dengan sembilan atlet, yaitu Jamaludin, Iswandi, Agung Budi Aji, Anang Mulyana, Edwin Ginanjarrudiana, Mochamad Alidarta Lakiki, M.Yakin, Ihram, dan Jarudin. Mereka membukukan waktu 00.05.59,88. Sementara perak direbut tim Thailand, dan perunggu Vietnam.

Di sektor putri, kontingen Indonesia hanya merebut perak nomor W1x lewat Maryam Makdalena Daimoi. Untuk emas nomor ini direbut atlet Singapura Saiyidah Mohammed Rafaee. Sedangkan medali perunggu direbut atlet tuan rumah Shwe Zin Latt.

"Kami berhasil merebut lima emas. Ini berkat melakukan latihan dan persiapan yang berjalan selama dua tahun," ucap Boudewinjin Van Opstal, pelatih dayung Indonesia. "Khusus nomor LM 8+ sebenarnya tidak mendapatkan peluang. Apalagi, selama latihan tidak cukup bagus. Tapi, kali ini harapan untuk meraih hasil terbaik bisa tercapai."(Ant/Bog)

 

 

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more