Manajer Perahu Naga Indonesia Young Mardinal, saat dihubungi dari Makassar, Kamis, mengatakan keterlibatan tim perahu naga bertujuan mengetahui kondisi tim serta negara lain sebelum berlaga di SEA Games Singapura 2015. 

"Khusus perahu naga, kita punya agenda terdekat di Macau dan Penang Malaysia. Seluruh atlet pelatnas terus mematangkan persiapan demi meraih hasil maksimal," jelasnya.

Menghadapi dua kejuaraan dunia itu, tim perahu naga Indonesia akan menurunkan 24 pedayung putra dan 14 pedayung putri terbaik. Timnas perahu naga rencananya akan tampil pada dua nomor lomba yakni 200 dan 500 meter.

Untuk menentukan siapa yang akan mewakili Indonesia, pihaknya telah menyiapkan seleksi pada awal Mei 2014. Pihaknya juga meminta seluruh atlet terus meningaktkan kemampuan jika memang ingin memperkuat timnas pada dua ajang tersebut.

Menurut dia, pedayung yang akan membela Indonesia bukan hanya dari tim pelatnas perahu naga melainkan dari kategori lain seperti kanoing. Hal itu bisa terjadi jika dinilai memiliki potensi besar menyumbangkan prestasi.

"Jika kualitas atlet kanoing kita lihat lebih baik maka akan kita rekrut masuk tim. Intinya siapapun yang akan terpilih memang memiliki kualitas dan layak membala timnas," katanya.

Pelatih Dayung Sulsel Baso Akbar, menyatakan ada lima atlet terbaiknya masuk tim pelatnas perahu naga SEA Games 2015 yakni Wahyudi Tarra, Syahrul Syaputra, Teguh Septian, Dedi Irianto dan Octavina.

Mengenai peluang pedayung Sulsel ke SEA Games 2015. dirinya melihat terbuka lebar. Selain memiliki kemampuan, atlet Sulsel juga secara postur sangat mendukung untuk masuk tim Tradisional Boat Race (TBR) atau perahu naga Indonesia.

Pemanggilan atlet diyakini akan memberikan hal positif bagi Sulsel. Pengalamannya di Pelatnas atau tampil di kejuaraan dunia membuat atlet semakin matang. Apalagi atlet yang bersangkutan akan menjadi tumpuan Sulsel di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016.

"Sebenarnya ada enam pedayung yang dipanggil pada seleksi lalu. Namun salah satu atlet yakni Ilham gagal mengikuti seleksi sekaligus menutup peluang memperkuat timnas karena terlambat mendapatkan ijin dari kesatuannya," ujarnya. A Budiman.