Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

 PODSI Kalbar Boyong Piala Regata Brunei

 

  Kamis, 16 Agustus 2018 06:33

PONTIANAK-Tim Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalimantan Barat berhasil merebut gelar juara pertama pada lomba dayung maraton 5 km pada ajang Regata Brunei Darussalam 2018 di Bandar Seri Begawan, Minggu lalu. Prestasi PODSI Kalbar ini menjadi kado jelang hari kemerdekaan Republik Indonesia.

"Ada 39 orang atlet dayung perwakilan PODSI Kalbar ikut dalam kejuaraan Regata Brunei Darussalam 2018 di Bandar Seri Begawan. Kami bersyukur bisa menjadi juara pertama. Ini kado buat Indonesia yang sebentar lagi merayakan hari kemerdekaan," ungkap Ketua PODSI Kalbar, Abdi Nurkamil Mawardi, kepada Pontianak Post, Selasa malam.

Dijelaskan dia, kejuaraan dayung ini selain PODSI Kalbar sebagai perwakilan negara Indonesia, juga diikuti atlet dayung dari negara Brunei, Sabah Malaysia dan Tiongkok. Menjadi juara umum, tim PODSI Kalbar berhak mendapat piala bergilir yang diserahkan langsung Sultan Haji Hassanal Bolkiah.

Kata dia, selain nomor maraton, dikejuaraan itu PODSI Kalbar juga memperoleh juara pertama lomba perahu fiberglass pemuda umur 30 tahun ke bawah dan juara ketiga lomba perahu tradisi terbuka 30 pendayung.

Diceritakan dia, untuk mengikuti kegiataan ini memang persiapan terbatas. Bahkan waktu berlatih cuma tiga hari. Tapi ketika kejuaraan berlangsung tim dayung Kalbar bisa memberikan yang terbaik buat negara.

Total, PODSI Kalbar mengikuti lima nomor lomba, yaitu perahu tradisi 25 pendayung, perahu fiberglass pemuda umur 30 tahun ke bawah 15 pendayung, perahu tradisi terbuka 30 pendayung, perahu fiberglass pemuda umur 30 tahun ke bawah 20 pendayung, serta perahu tradisi maraton 30 pendayung. 

“Semoga ke depan undangan Regata dapat dikirim lebih awal dan jarak antar lomba dapat diperpanjang, jadi kami dapat berpartisipasi lebih baik dan di lebih banyak perlombaan Regata," tambah Abdi.

Perwakilan Duta Besar Republik Indonesia Brunei Darussalam, Sujatmiko juga mengapresiasi prestasi ini.

“Tentu kami senang atas prestasi para pemuda PODSI Kalbar di Brunei Regatta. Prestasi ini menambah geliat prestasi pemuda-pemudi sebelumnya di Brunei Darussalam. Saya harapkan ini akan mendorong prestasi Indonesia di Asian Games 2018," ucap Sujatmiko.

 

Dari prestasi ini diharap dapat mempererat hubungan Indonesia-Brunei. Selain itu, ia juga senang Indonesia dapat berpartisipasi pada Regata Brunei yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Sultan.(iza)

Tim Dayung Indonesia Butuh Perahu dengan Teknologi Kekinian

Menteri Basuki Dilantik Menjadi Ketua Umum PB PODSI

 

Senin , 23 Jan 2017
 
 

Bali - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono resmi dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) periode 2016-2020 oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman di Bali, Sabtu (21/1). 

"Jabatan ini merupakan amanah dan tugas yang cukup berat, karena PODSI ini penyumbang emas dalam event-event internasional," kata Menteri Basuki kepada wartawan usai pelantikan. 

Menteri Basuki mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung perkembangan olahraga dayung terutama penyediaan sarana latihan olahraga dayung. 

"Saya mengajak Dirjen SDA (Sumber Daya Air) yang juga dilantik menjadi Wakil Ketua Umum PB PODSI, agar dapat mendukung penyediaan tempat latihan olahraga dayung yang sesuai standar internasional," ujar Menteri Basuki. 

Waduk, situ, sungai atau danau yang tersebar di berbagai daerah dapat dikembangkan menjadi sarana latihan dan bertanding olahraga dayung. Salah satunya yakni Situ Cipule, Karawang yang sudah digunakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) lalu, namun memerlukan pengembangan karena panjang lintasannya masih di bawah standar internasional. 

Dikatakan Menteri Basuki panjang lintasan standar internasional olahraga dayung adalah 2.200 meter namun yang dimiliki situ Cipule saat ini hanya 2.150 meter.

Usai pelantikan, Menteri Basuki selaku Ketua Umum PB Podsi langsung memimpin Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada hari Minggu (22/1), untuk penyusunan Program Kerja Kepengurusan 2016-2020.

"Sementara tantangan PODSI dalam waktu dekat adalah merumuskan program kerja, khususnya untuk menghadapi Asian Games 2018 nanti," ungkap Menteri Basuki. 

 
 
 

Restorasi Tampakkan Hasil, Danau Rawa Pening Jadi Arena Lomba Dayung Popnas 2017

 

Jumat, 15 September 2017 | 09:31
 
 
INDOPOS.CO.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia, di sela-sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, Kamis (14/9),  menyaksikan pertandingan final cabang olahraga Dayung Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke XIV/2017 yang berlangsung di Bukit Cinta Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Diikuti peserta dari 19 provinsi, kejuaraan olahraga dayung memperebutkan 14 medali emas, baik dari kelas Rowing Putra Putri 2000 meter maupun kelas Canno Putra 2000 meter. Dalam kunjungannya, Basuki berkesempatan menyerahkan medali kepada atlet yang menjadi pemenang.

Usai acara, dengan menggunakan speedboat Basuki melakukan pengecekan langsung peekembangan restorasi Danau Rawa Pening yang dilakukan oleh Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana. Basuki mengatakan, dalam rangka mewujudkan ketahanan air disamping program pembangunan 49 bendungan baru oleh Kementerian PUPR, juga dilakukan pemeliharaan dan restorasi danau-danau sebagai tampungan air alami.
 
"Khusus untuk penanganan danau dilakukan dengan serius, karena memberikan manfaat  yang sangat besar di samping biaya penanganan yang lebih murah dibanding pembangunan bendungan baru," tutur Basuki yang didampingi oleh Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Kepala BBWS Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno, Kepala BBPJN VII Herry Marzuki dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Menurut Basuki, Kementerian PUPR sejak tahun 2016 telah melakukan langkah pengendalian sedimentasi terhadap Danau Rawa Pening, yaitu berupa pengerukan danau dan pembangunan cek dam, pembuatan tanggul pembatas badan air danau, serta pengendalian gulma air dengan pembersihan eceng gondok secara rutin serta penetapan zona sempadan danau.

Dia menambahkan, luas eceng gondok yang menggenangi Danau Rawa Pening mencapai 755 hektare, dan baru tersedia dua alat harvester berky. "Bulan depan ada tambahan empat buah alat baru sehingga nantinya jadi enam unit. Kapasitas pembersihan eceng gondok akan bertambah dua sampai tiga kali lipat," katanya. Ditambahkan Kepala BBBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, saat ini dengan alat yang tersedia eceng gondok yang dapat dibersihkan hanya bisa 1 hektar per hari.

"Di samping itu, saya perhatikan banyak aktivitas nelayan berupa keramba dan jaring apung dengan cara budidaya nelayan yang khusus. Kementerian PUPR bersama Pemkab Semarang akan mengatur aktivitas nelayan dengan baik melalui zonasi, bukan dimaksudkan untuk melarang,’ tutur Basuki. 

Rawa Pening Sebagai Danau Multifungsi

Danau Rawa Pening merupakan danau multifungsi dengan daerah pengaliran sungai seluas 250.79 km2 dan memiliki volume tampung air sebesar 48,15 juta m3. Pemanfaatan danau Rawa Pening sebagai sumber air bagi Daerah Irigasi (DI) Tuntang Jelok 374 hektar, DI Glapan Barat seluas 10.113 hektar,  DI Glapan Timur seluas 8.671 hektar, serta suplesi DI Playaran Buyaran 909 hektar.

Di samping itu, juga dimanfaatkan sebagai  sumber air baku instalasi pengolahan air Sumber Air Muncul dengan kapasitas 509 liter/detik dan Kanal Tuntang sebanyak 250 liter/detik. Danau Rawa Pening juga bermanfaat sebagai Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Timo  10,5 MW dan PLTA Jelok 15 MW. Fungsi lainnya adalah sebagai destinasi pariwisata, pengendali banjir, budidaya ikan air tawar serta area pemanfaatan gambut untuk kompos dengan rata-rata produksi 11.500 m3 per tahun. 

Pada tahun ini sedang dilakukan studi Detail Engineering Design (DED) untuk penataan kawasan Bukit Cinta sebagai area wisata di Danau Rawa Pening. Pekerjaan fisik akan direalisasikan tahun 2018 oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. (vit)

 
 
 
 

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more