Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more

Tim Dayung Indonesia Butuh Perahu dengan Teknologi Kekinian

Restorasi Tampakkan Hasil, Danau Rawa Pening Jadi Arena Lomba Dayung Popnas 2017

 

Jumat, 15 September 2017 | 09:31
 
 
INDOPOS.CO.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia, di sela-sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, Kamis (14/9),  menyaksikan pertandingan final cabang olahraga Dayung Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke XIV/2017 yang berlangsung di Bukit Cinta Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Diikuti peserta dari 19 provinsi, kejuaraan olahraga dayung memperebutkan 14 medali emas, baik dari kelas Rowing Putra Putri 2000 meter maupun kelas Canno Putra 2000 meter. Dalam kunjungannya, Basuki berkesempatan menyerahkan medali kepada atlet yang menjadi pemenang.

Usai acara, dengan menggunakan speedboat Basuki melakukan pengecekan langsung peekembangan restorasi Danau Rawa Pening yang dilakukan oleh Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana. Basuki mengatakan, dalam rangka mewujudkan ketahanan air disamping program pembangunan 49 bendungan baru oleh Kementerian PUPR, juga dilakukan pemeliharaan dan restorasi danau-danau sebagai tampungan air alami.
 
"Khusus untuk penanganan danau dilakukan dengan serius, karena memberikan manfaat  yang sangat besar di samping biaya penanganan yang lebih murah dibanding pembangunan bendungan baru," tutur Basuki yang didampingi oleh Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Kepala BBWS Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno, Kepala BBPJN VII Herry Marzuki dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Menurut Basuki, Kementerian PUPR sejak tahun 2016 telah melakukan langkah pengendalian sedimentasi terhadap Danau Rawa Pening, yaitu berupa pengerukan danau dan pembangunan cek dam, pembuatan tanggul pembatas badan air danau, serta pengendalian gulma air dengan pembersihan eceng gondok secara rutin serta penetapan zona sempadan danau.

Dia menambahkan, luas eceng gondok yang menggenangi Danau Rawa Pening mencapai 755 hektare, dan baru tersedia dua alat harvester berky. "Bulan depan ada tambahan empat buah alat baru sehingga nantinya jadi enam unit. Kapasitas pembersihan eceng gondok akan bertambah dua sampai tiga kali lipat," katanya. Ditambahkan Kepala BBBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, saat ini dengan alat yang tersedia eceng gondok yang dapat dibersihkan hanya bisa 1 hektar per hari.

"Di samping itu, saya perhatikan banyak aktivitas nelayan berupa keramba dan jaring apung dengan cara budidaya nelayan yang khusus. Kementerian PUPR bersama Pemkab Semarang akan mengatur aktivitas nelayan dengan baik melalui zonasi, bukan dimaksudkan untuk melarang,’ tutur Basuki. 

Rawa Pening Sebagai Danau Multifungsi

Danau Rawa Pening merupakan danau multifungsi dengan daerah pengaliran sungai seluas 250.79 km2 dan memiliki volume tampung air sebesar 48,15 juta m3. Pemanfaatan danau Rawa Pening sebagai sumber air bagi Daerah Irigasi (DI) Tuntang Jelok 374 hektar, DI Glapan Barat seluas 10.113 hektar,  DI Glapan Timur seluas 8.671 hektar, serta suplesi DI Playaran Buyaran 909 hektar.

Di samping itu, juga dimanfaatkan sebagai  sumber air baku instalasi pengolahan air Sumber Air Muncul dengan kapasitas 509 liter/detik dan Kanal Tuntang sebanyak 250 liter/detik. Danau Rawa Pening juga bermanfaat sebagai Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Timo  10,5 MW dan PLTA Jelok 15 MW. Fungsi lainnya adalah sebagai destinasi pariwisata, pengendali banjir, budidaya ikan air tawar serta area pemanfaatan gambut untuk kompos dengan rata-rata produksi 11.500 m3 per tahun. 

Pada tahun ini sedang dilakukan studi Detail Engineering Design (DED) untuk penataan kawasan Bukit Cinta sebagai area wisata di Danau Rawa Pening. Pekerjaan fisik akan direalisasikan tahun 2018 oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. (vit)

 
 
 
 

Menteri Basuki Dilantik Menjadi Ketua Umum PB PODSI

 

Senin , 23 Jan 2017
 
 

Bali - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono resmi dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) periode 2016-2020 oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman di Bali, Sabtu (21/1). 

"Jabatan ini merupakan amanah dan tugas yang cukup berat, karena PODSI ini penyumbang emas dalam event-event internasional," kata Menteri Basuki kepada wartawan usai pelantikan. 

Menteri Basuki mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung perkembangan olahraga dayung terutama penyediaan sarana latihan olahraga dayung. 

"Saya mengajak Dirjen SDA (Sumber Daya Air) yang juga dilantik menjadi Wakil Ketua Umum PB PODSI, agar dapat mendukung penyediaan tempat latihan olahraga dayung yang sesuai standar internasional," ujar Menteri Basuki. 

Waduk, situ, sungai atau danau yang tersebar di berbagai daerah dapat dikembangkan menjadi sarana latihan dan bertanding olahraga dayung. Salah satunya yakni Situ Cipule, Karawang yang sudah digunakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) lalu, namun memerlukan pengembangan karena panjang lintasannya masih di bawah standar internasional. 

Dikatakan Menteri Basuki panjang lintasan standar internasional olahraga dayung adalah 2.200 meter namun yang dimiliki situ Cipule saat ini hanya 2.150 meter.

Usai pelantikan, Menteri Basuki selaku Ketua Umum PB Podsi langsung memimpin Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada hari Minggu (22/1), untuk penyusunan Program Kerja Kepengurusan 2016-2020.

"Sementara tantangan PODSI dalam waktu dekat adalah merumuskan program kerja, khususnya untuk menghadapi Asian Games 2018 nanti," ungkap Menteri Basuki. 

 
 
 

Kamis, 16 Januari 2014 14:51 WIB

Wuih! Riau Turunkan Tim Lapis Keempat di Kejurnas Dayung Cipule

PEKANBARU, GORIAU.COM - Jajaran pelatih dayung Riau telah menyiapkan sebanyak 40 atlet yang akan diberangkatkan pada Kejurnas Dayung di Cipule, Jawa Barat pada 26 Januari-2 Februari 2014. Namun kebanyakan atlet yang dibawa merupakan tim lapis keempat.


"Kita sengaja memberikan kesempatan kepada mereka yang masih muda, karena iven ini akan memberikan nilai lebih kepada mereka," kata Pelatih Kepala Dayung Riau, M Amin Zebo kepada GoRiau.com, Kamis (15/1/2014).


Terdata lebih kurang 35 pedayung yang masih muda, sementara lima sisanya merupakan atlet senior yang terakhir kali tampil di SEA Games Myanmar, Desember 2013 lalu. Namun ada hal yang sedikit mengecewakan jajaran pelatih dayung pada kejurnas kali ini, dimana banyak nomor andalan Riau tidak masuk dalam daftar pertandingan.


Beberapa diantaranya seperti dragon boat isi 20 putra, rowing 4 putra, min rowing 4 putra dan kayak 4. "Cukup kita sayangkan, karena keempat nomor tersebut sudah menjadi langganan kita dalam merengkuh emas," kata Amin.


Kelima pedayung senior yang masuk daftar tim Riau ke Jawa Barat diantaranya Viki Wendrio, Rio Akbar, Maizil, Tamzil Hadid dan Eka Octarorianus.(tri)

 

Gallery Video

Berita Terbaru

Padang, Padek—Ratusan tim da­yung dari berbagai klub yang ada di Sumbar ikut ambil bagian pada Turnamen Selaju Sampan Tra­disional II di Tempat Pele­langan… Read more

Tim Dayung Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali merajai lomba perahu karet dengan menyabet juara 1 dan 3 dalam lomba kebut dayung dan perahu karet… Read more

Atlet dayung Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi Sea Games XXVII 2013 Myanmar menjadwalkan pertandingan uji coba… Read more